Bupati Ajak Guru SMK-SMA Manfaatkan Program DTS Keminfo

Jember (titik0km.com) – Program beasiswa Digital Tallent Scholarship (DTS) yang dicanangkan Kementerian Informasi dan Komunikasi (Keminfo) benar-benar tidak disia-siakan Pemkab Jember, selain memberikan fasilitas pendaftaran bagi warga yang ingin mengikuti program ini, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR juga mengajak ratusan guru SMK dan SMA yang ada di Jember.

“Program beasiswa Digital Tallent ini merupakan program Keminfo, dengan tujuan ingin menciptakan SDM yang teruji dan bisa bersaing dalam menghadapi era 4.0, dimana di era ini, ibaratnya kompetisi siapa yang cepat, maka dia akan menang, bukan lagi siapa yang kuat dan siapa yang hebat lagi,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat menggelar buka puasa bersama dengan ratusan guru SMK/SMA di Pendopo Pemkab Jember Rabu (15/5/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menghadirkan staf Kominfo untuk memberikan pengarahan kepada guru-guru SMK dan SMA, agar guru-guru bisa memahami apa yang harus disiapkan dalam mengikuti program DTS dan apa yang akan di dapat setelah mengikuti program DTS.

“Hari ini untuk guru-guru SMK jurusan TIK dan SMA, kami datangkan staf dari Keminfo untuk memberikan penjelasan mengenai program DTS, mumpung Keminfo menggratiskan program ini, kalau kita belajar tanpa beasiswa, biayanya mahal, bisa mencapai 15 juta, oleh karenanya saya ajak warga Jember untuk menangkap peluang ini, dan Jember tidak dibatasi pesertanya, tapi target kami ada 1500 warga Jember yang daftar,” beber Bupati.

Bupati juga mengatakan, bahwa sistem pembelajaran Digital Tallent Scholarship ini nanti ada dua metode, yaitu online dan offline, untuk offline pelaksanaanya digelar di Jakarta dan Jogjakarta, “Nanti ada dua sistem, yaitu offline dan online, untuk offline nanti dilaksanakan di Jakarta dan Jogja, untuk warga Jember yang yang mengikuti sistem offline, nanti kita koordinir dan berangkat bersama-sama,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi antusiasme guru yang mengikuti kegiatan hari ini, dari 500 guru yang diundang, ternyata guru yang hadir melebih undangan, “Dari yang hadir hari ini saja, sudah terlihat jika antusias guru, udangan 500 guru tapi yang hadir lebih dari itu, tidak hanya guru TIK tapi ada beberapa guru umum yang juga ingin belajar Digital Tallent, dan ini juga kita beri kesempatan,” pungkas Bupati Jember. (*)

Bagikan :

Lagi, Pemkab Jember Raih Penghargaan Public Relation Indonesia Award Kedua Kalinya

JEMBER (titik0km.com) – Pemkab Jember kembali meraih penghargaan sebagai pemenang Public Relation Indonesia Award (PRIA) 2019 kategori daerah Terpopuler bersama dengan 3 kabupaten lainnya di Indonesia seperti Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Guwa dan Kabupaten Sidoarjo.

Penghargaan ini diberikan oleh Perusahaan Public Relation (PR) pada kamis (28/3/2019) malam di Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung Jawa Barat, yang dihadiri oleh 600 undangan terdiri dari Perwakilan Corporasi, lembaga BUMN, Kementerian dan Pemerintah Daerah baik Pemprop maupun Pemkab/Kota.

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR sendiri tidak bisa menerima penghargaan tersebut secara langsung, namun kehadirannya diwakilkan oleh Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Jember.

“Alhamdulillah tadi malam Jember kembali raih penghargaan Public Relation Indonesia Award dengan kategori sebagai daerah terpopuler, dan ini merupakan penghargaan kedua setelah pada tahun kemarin juga mendapatkan penghargaan yang sama,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR Jumat (29/3/2019).

Bupati juga menyampaikan, bahwa pencapaian Jember sebagai daerah terpopular tidak lepas dari peran media saat ini, baik media sosial maupun media online dan media arus utama, “Ini merupakan bagian dari hasil dari kolaborasi dan sinergi antara pemkab Jember dengan media, tentu harapan kami pemberitaan teman-teman insan pers dan media massa bisa memberikan informasi yang valid dan memberi edukasi kepada masyarakat,” pungkas Bupati.

Keberhasilan Pemkab Jember dalam meraih penghargaan PR Indonesia Award ini tidaklah mudah, karena penyeleksiannya melibatkan 20 media nasional, 40 koran lokal dan 110 media mainstream yang dilakukan selama 1 tahun sejak 1 Januari hingga 31 Desember dan penghargaan ini merupakan kedua kalinya setelah pada tahun 2017 lalu juga meraih penghargaan yang sama. (*)

Bagikan :

Bupati Jember Beri Kado Muslimat Kredit Lunak

Jember, (titik0km.com) Peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke 73 yang digelar di alun-alun Puger oleh PC Muslimat NU Kencong pada Minggu (17/3/2019) dihadiri oleh ribuan Muslimat dari 5 kecamatan yang ada di Jember, diantaranya Kencong, Gumukmas, Umbulsari, Puger dan Jombang.

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR yang hadir pada acara tersebut menyatakan, bahwa Muslimat NU harus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, oleh karenanya, dengan menjalin Sinergi bersama Pemkab Jember, Bupati akan memberikan kredit lunak bagi Muslimat yang memiliki usaha dirumahnya.

“Ibu-Ibu Muslimat ini bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, oleh karenanya dengan menjalin sinergi dengan Pemkab Jember, Pemerintah sudah menyiapkan bantuan kredit lunak bagi Muslimat yang memiliki usaha dirumahnya, boleh usaha menjahit maupun jualan kue, cukup dengan kartu Muslimat sebagai jaminan, ibu-ibu bisa mendapat bantuan kredit mulai dari 2-5 juta,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR Minggu (17/3/2019).

Bupati menambahkan, untuk memberdayakan Muslimat NU, pihaknya sudah meminta kepada pengurus Muslimat di masing-masing kecamatan agar mencari 1000 anggota, guna mendapatkan bantuan tersebut.

“Saya sudah minta kepada pengurus Muslimat, agar tiap-tiap kecamatan ada petugas yang mendata dan menjadi tim verifikasi, 500 untuk Muslimat dan 500 untuk Fatayat, jadi total tiap kecamatan ada 1000 ibu-ibu yang bisa diberdayakan,” tambah Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak anggota Muslimat NU untuk bersama-sama memerangi hoax, terlebih di tahun politik, jangan sampai Hoax dan Ghibah memecah belah persatuan umat dan tetap menjaga persatuan NKRI.

“Tadi juga ada deklarasi Muslimat NU anti Hoax dan anti Ghibah, dan ini sejalan dengan misi pemerintah kabupaten Jember, yaitu Muslimat NU Bersih dan kuat, dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan NKRI,” pungkas Bupati. (lum)

Bagikan :

Ada Kabar Pungli K2, Bupati : “Silahkan Lapor Saber Pungli”

Jember (titik0km.com) – Lowongan Pekerja Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap I sudah berjalan dan tinggal menunggu pengumuman, namun di Jember muncul kabar tak sedap, sejumlah K2 yang tidak lolos dan dibawah Passing Grade diminta menyetorkan uang senilai Rp. 300 ribu oleh seorang oknum melalui rekening.

Dari data yang diterima media ini, oknum yang berinisial IH menghubungi sejumlah K2 yang nilainya dibawah Passing Grade untuk menyetor uang dengan jumlah tersebut ke rekeningnya, dengan dalih untuk iuran mengantar data ke Pusat agar bisa di loloskan menjadi P3K.

“Sampean harus percaya sama saya, ini eman lho, sudah lah pean percaya sama saya, ini untuk dibawa ke pusat, menyerahkan data guru-guru K2, jadi bisa dipastikan ini nanti lolos,” ujar suara telepon yang berhasil di rekam oleh salah satu K2 yang ditemui media ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Jember Ruslan Abdul Gani, saat dikonfirmasi pada Kamis (14/3/2019) mengatakan, bahwa perekrutan P3K gratis tidak ada pungutan, begitu juga mengenai pengumuman kelulusan, tidak ada titipan maupun biaya yang harus dibayarkan.

“P3K tahap I saat ini masih proses, pengumumannya sendiri juga belum keluar, kapan keluarnya kami juga tidak tahu, karena yang mengumumkan Panselnas, semua berjalan transparan dan tidak ada istilah harus membayar dengan nominal tertentu agar dinyatakan lolos, semua gratis, yang bisa menolong hanyalah Alloh,” ujar Ruslan.

Ruslan menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang meminta sejumlah uang dengan dalih untuk meloloskan data ke pusat agar bisa menjadi PNS, “Saya minta kepada guru K2 yang dinyatakan nilainya dibawah Passing Grade untuk tidak percaya jika ada iuran untuk meloloskan data, yang jelas itu pungli, kalau misal sudah ada yang bayar dan menyetorkan uang, tanyakan kepada yang bersangkutan langsung, yang jelas itu bukan tanggung jawab BKD, jangan-jangan nanti K2 yang tidak lolos dan sudah bayar akan dibenturkan dengan BKD lagi,” ujar Ruslan.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat dikonfirmasi terkait adanya pungutan kepada K2 yang tidak lolos Passing Grade menyatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember menolak keras adanya pungli, jika memang benar ada yang dimintai uang dengan jumlah tertentu, silahkan lapor ke Tim Saber Pungli. “Ini sudah tidak benar, harus diungkap, Pemkab Jember anti pungli,” tegas Bupati. (*)

Bagikan :

Lakukan Mutasi Pejabat, Ternyata Ini Alasan Bupati Jember

Jember (titik0km.com) – Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Senin (11/3/2019) sore kembali melakukan pelantikan terhadap pegawai dan pejabat di lingkungan Pemkab Jember, bahkan pada pelantikan ke tiga di bulan ini, ada 50 pegawai yang dilantik di Aula Wahya Wibawa Graha, mulai dari pejabat eselon IV hingga eselon II.

“Yang dilantik hari ini adalah hasil open Bidding yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, ada 50 yang dilantik mulai dari eselon IV sampai eselon II, selain itu ada 40 pejabat yang menerima SK Mutasi sesuai dengan SOTK yang baru, jadi mereka yang dilantik hari ini adalah mereka yang memiliki integritas, sesuai dengan keahlian dan bidang masing-masing,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Selain 50 pejabat yang dilantik, pada acara pelantikan tersebut, pada kesempatan tersebut juga diberikan SK plt untuk beberapa pejabat administrasi, “Pergeseran ini sesuai kebutuhan organisasi di pemerintahan, dan mereka ini memang hasil dari assesment, kalau tidak ada assesment, mereka tidak akan mendapat kesempatan untuk berkarir, dan mulai hari ini mereka bisa memiliki kesempatan untuk berkarir,” tambah Bupati.

Bupati juga tidak menampik, jika dari beberapa pejabat yang dilantik melalui assesment hari ini, ada yang sebelumnya merupakan petugas lapangan, “Ini hasil dari assesment, banyak yang dulu petugas lapangan degan pendidikan Sarjana Tehnik, hari ini menempati posisi sebagai lurah dan juga staf di Inspektorat, jika dulunya ia yang diperiksa, maka hari ini mereka bisa belajar untuk melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara satu-satunya pejabat eselon II yang ikut dilantik bersama 50 ASN lainnya adalah Anas Makruf, pejabat muda ini sebelumnya menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM, pada pelantikan kali ini menempati posisi barunya sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. (*)

Bagikan :

Bupati Jember Mulai Sosialisasikan SPSE Versi 4.3 Kepada Rekanan

Jember (titik0km.com) – Pemberlakuan Sistem Pengadaan Secara elektronik (SPSE) Versi 4.3, yang diterapkan di seluruh pemerintah daerah di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Jember Selasa (5/3/2019) malam mulai melakukan sosialisasi kepada pada penyedia barang dan jasa di Hotel Meotel Jember.

Pada acara tersebut, Bupati menyatakan, bahwa SPSE Versi 4.3 merupakan wujud komitmen bersama anatara pemerintah pusat hingga daerah, hal ini untuk menciptakan transparansi dan keadilan informasi, serta menjami proses pengadaan barang dan jasa secara cepat.

“Sekarang jamannya persaingan sehat, bila persaingan sehat, maka pengusaha yang berkeringat yang bisa maju, jadi dengan sistem SPSE versi 4.3 ini, sudah tidak ada lagi bagi penyedia barang dan jasa untuk memasukkan nominal dana sebagai suap agar memperoleh tender,” jlentreh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR di hadapan 170 an penyedia barang dan jasa yang hadir pada malam tersebut.

Bupati juga menyampaikan, bahwa pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan sistem yang baru, sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Jember, yang dikenal dengan 3 B nya, yakni Benar tujuannya, baik hukumnya dan betul caranya.

“SPSE Versi 4.3 ini sudah pas dan sejalan dengan semangat kita, semangat 3 B, baik tujuannya, benar hukumnya dan betul caranya, dan untuk pengadaan tender pada tahun ini yang mengacu pada SPSE versi 4.3, Jember sudah sangat siap untuk menerapkannya,” ujar Bupati.

Hal yang sama juga disampaikan oleh R. Henggar S. SH, MM Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi Jatim, “Kami ini melakukan road map untuk melakukan pembinaan kepada seluruh pengusaha, penyedia badan usaha maupun asosiasi. Mereka ini perlu penguatan, kemampuan mereka belum sepenuhnya berkompetensi secara penuh karena komptesi sekarang menggunakan total IT. Jadi LKPP merilis versi terbaru yaitu 4.3 dimana keunggulan-keunggulannya itu sangat banyak salah satunya adalah tendser cepat. “

Lebih lanjut, Tender cepat ini tidak lagi meng-up loud SIUP atau bentuk-bentuk performa dari perusahaan tapi sekali melakukan memenuhi pemenuhan terhadap hal-hal tersebut di dalam SIKAP, SIKAP menilai bahwa sebuah perusahaan itu telah mampu, lulus dengan lulusnya itu dalam tender tidak perlu lagi meng up lod hal-hal sepele seperti kelengkapan-kelengkapannya yang lain. Cukup hanya harga, inilah kelebihannya dari SPSE Versi 4.3, hanya cukup harga nanti di up loud ke LPSE .

“Besok kami berikan pemahaman, edukasi, enpowering yang sekaligus peningkatan kompetensi, kemampuan agar mampu lulus ke SIKAP. SIKAP itu tidak bisa hanya mendaftar tapi harus di cukupi semua kelengkapannya, termasuk pengalaman menang tender dan sebagainya. Harus memenangkan tender, itu salah satu peran utama dari teman-teman agar memenuhi syarat dan ketentuan SIKAP. Kalau Tender biasa, tender yang cukup lama memakan waktu 14-40 hari bahkan lebih. Intinya kita mengikuti jaman, ini perlu diantisipasi karena peraturan pemerintah memang begitu, kami di Provinsi, kami harus mengedukasi di wilayah kami. Kami juga menggugah LPSE Kabupaten/Kota untuk meneruskan, mereka juga sudah 4.3 juga, kami hanya menstimuler terus sampai kapanpun. Ada versi baru kami menstimuler teman-teman di daerah. Tahun 2019 ini seluruhnya wajib pakai 4.3 kalau di tahun 2018 masih ada 3.6, 4.2, ada 4.3.”. Pungkasnya. (*)

Bagikan :

Bupati – Perhutani Bertemu, Paparkan Potensi Hutan di Jember

Jember (titik0km.com) – Jajaran Perum Perhutani KPH Jember yang dipimpin langsung oleh Kepala Perum Perhutani KPH Jember Rukman Supriatna, S. Hut, M. Par., Rabu (20/2/2019) menggelar audiens bertemu dengan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR di Aula Tamyaloka Pendopo Pemkab Jember.

Dalam audiens ini, Rukman Supriatna memaparkan berbagai potensi yang ada di kawasan Perhutani Jember yang luasan kawasannya mencapai  71.554,87 hektar atau setara dengan 21,7 persen dari luas kawasan Kabupaten Jember.

Dimana dengan luasnya wilayah tersebut, banyak potensi yang bisa di sinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Jember, “Rencana kegiatan Perhutani untuk tahun 2019 ini, kami ada pesanan 723 tanaman seluas 424 hektar, tebangan jati sebanyak 74 ribu hektar, sadapan 4.705 hektar, ada juga kopi dan palawija dan ini akan menyerap banyak tenaga kerja dari masyarakat Jember,” terang Rukman dalam pemaparannya.

Rukmana juga mengatakan, bahwa pada tahun ini, pihak Perhutani KPH Jember juga akan menyerahkan sharing produksi kepada LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) sebesar Rp. 1,060.000.000. “Rencana akan kami seremonialkan penyerahan sharing produksi tersebut,” sambungnya.

Selain beberapa potensi produksi yang ada di kawasan Perhutani, pihaknya saat ini juga mulai melakukan cluster untuk potensi wisata yang bisa di sinergikan dengan Pemkab Jember, diantaranya potensi kampung durian, kopi pakis dan juga pesona air terjun yang ada di kawasan Perhutani.

Sementara itu Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR mengapresiasi rencana sharing produksi Perhutani kepada LMDH, karena hal ini sesuai dengan nawacita Presiden, “Ini hal yang positif sesuai nawacita Presiden kita kan LMDH itu harus tumbuh bersama Perhutani di daerah-daerah,” terang Faida dalam sambutannya.

Namun rencana seremonial penyerahan sharing produksi tersebut, Bupati belum memberikan responnya. “Saya belum berani  merespon  karena saya belum dapat informasi yang cukup, saya tidak ingin seremoni yang sekedarnya, saya ingin lebih mantap,” tandasnya.

Begitu juga dengan soal rencana dibentuknya Kampung Durian dan juga Kopi Pakis, menurut bupati perempuan pertama di Jember ini, untuk rencana launching kampung durian bagus, namun konsepnya harus diatur dan disiapkan lebih matang, jangan sampai setelah di launching tapi tidak terurus, tentu ini akan menjadi problem tersendiri.

“Rencana membentuk kampung durian itu sudah bagus, misal sebagian lahan milik perhutani yang selama ini banyak tanaman durian, dipadukan dengan lahan milik warga yang juga memiliki tanaman durian, namun konsep untuk menarik wisatawan ini juga harus disiapkan, jangan sampai dibelakang hari ada tiket masuk yang mahal dan tidak sesuai dengan program pemerintah, selain itu juga perlu di lihat RTRW pemkab Jember, biar tidak muspro, harus di pikirkan juga dampak puas dan kecewa masyarakat.” pungkas Bupati. (*)

Bagikan :

Keementerian ESDM Resmikan Bantuan 13 Sumur Bor Air Bersih

Jember (titik0km.com) Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) tahun 2019 kembali mengucurkan bantuan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, ada 13 titik sumur bor yang diresmikan pada Selasa (12/2/2019) dimana 12 diantaranya ada di Jember dan 1 di Lumajang.

Acara peresmian bantuan sumur bor ini dilakukan langsung oleh Kepala Biro Umum Sekretaris Kementerian ESDM Endang Sutisna, dengan didampingi anggota Komisi VII DPR RI, Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief serta jajaran Forkopimda Jember dan perwakilan dari Lumajang di Desa Silo Kecamatan Silo Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Abdul Muqit Arief menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian ESDM yang telah membantu sumur bor untuk masyarakat di Jember, bantuan 12 sumur bor yang diberikan pada hari ini melengkapi 33 sumur bor yang sudah diterima masyarakat Jember pada tahun 2018.

“Seperti kita ketahui, hari ini Kabupaten Jember mendapat bantuan 12 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, sehingga total bantuan sumur bor dari Kementerian ESDM yang sudah diterima oleh Kabupaten Jember ada 33 titik, tentunya ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kita, namun meski demikian, masih ada beberapa titik wilayah di Jember yang masih kekurangan air bersih, dan mudah-mudahan proyek air bersih ini bisa berlanjut, ” ujar Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan kepada masyarakat, agar bisa memanfaatkan sumur bor air bersih ini dengan sebaik-baiknya dan juga menjaganya, terlebih operasional dari sumur bor air bersih ini diserahkan kepada masyarakat.

“Saya berpesan, agar masyarakat bisa memanfaatkan bantuan sumur bor air bersih ini bisa dijaga dan dirawat secara kesinambungan, serta pembagiannya, dan saya berharap desa yang mendapat bantuan sumur bor ini, kadesnya benar-bernar menata dengan sebaik-baiknya, sehingga bisa betul-betul berkah di masyarakat,” ujar Wabup.

Sementara Endang Sutisna Kepala Biro Umum Kementerian ESDM, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa bantuan Sumur bor air bersih ini merupakan program Kementerian ESDM dan komitmen pemerintah, dan Komisi VII yang pro rakyat, dimana salah satunya pengentasan daerah sulit air bersih.

“Program ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2006, dan tersebar di seluruh Indonesia, dan untuk Jember sendiri sudah ada 33 titik sumur bor air bersih siap minum yang sudah dibangun, dan pada hari ini 13 titik yang kami resmikan dimana 12 ada di Jember dan 1 di Lumajang,” ujar Endang.

Endang juga menyampaikan bahwa 1 titik sumur bor ini memiliki kedalaman 125 meter dengan debit air 1,5 liter per detiknya, dengan pompa yang memiliki kekuatan 3 PK serta bak penampungan air berkapasitas 5000 liter, sehingga untuk 1 titik sumur bor ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih 2600 jiwa.

“Sumur bor air bersih ini mampu memenuhi kebutuhan untuk 2600 jiwa, namun ada ada yang harus diperhatikan oleh masyarakat, bahwa mesin sumur bor ini menggunakan bahan bakar solar, dimana biaya operasionalnya diserahkan kepada masyarakat, namun tadi usulan dari Bapak Wabup dengan memanfaatkan energi tenaga surya juga sangat memungkin dan masuk akal, dan ini nanti akan coba kami pertimbangkan,” tambah Endang Sutisna.

Selain meresmikan batuna sumur bor, acara yang juga dihadiri oleh warga penerima bantuan ini sekaligus meresmkan bantuan 300 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) untuk Kabupaten Lumajang. (*)

Bagikan :

Bupati Launching Pendopo Ekspres, Untuk Antar Ribuan Adminduk

Menumpuknya ribuan Administrasi Kependudukan (Adminduk) milik warga Jember, dan untuk mempercepat pendistribusian ke 31 kecamatan yang ada di Jember, Senin (11/2/2019) Bupati Jember secara resmi melaunching layanan Pendopo Ekspres.

Acara launching Pendopo Ekspres yang di hadiri jajaran OPD dan juga ketua Pengadilan Negeri Jember ini, bertujuan untuk mengantar 10 ribu Adminduk yang sampai saat ini ada di kantor Dispendukcapil dan belum di ambil pemiliknya.

“Hari ini kita launching kayanan Pendopo Ekspres, layanan ini sebenarnya sudah kita lakukan tahun tahun sebelumnya, namun launching hari ini dibuat lebih resmi, dengan petugas yang berseragam serta armada roda dua yang di branding khusus,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Bupati menambhkan, layanan pendopo ekspres ini juga bagian dari tindak lanjut layanan on the spot yang selama ini sudah dilakukan Dispendukcapil dengan ngantor di desa, “Jadi layanan pendopo ekspres ini lanjutan dari layanan sebelumnya,” tambah Bupati.

Menurut Bupati Faida, banyak hal mungkin dokumen kependudukan tersebut tidak diambil oleh pemiliknya. Mungkin karena sakit, difabel, pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan mungkin juga undangan pengambilan tidak sampai ke tangan warga saat ada pendistribusian melalui kegiatan ngantor di desa, on the spot di kecamatan ataupun kegiatan lainnya dalam pembagian adminduk tersebut.

 

“Ini tugas mulia manfaatkan dengan sebaik – baiknya. Kapan lagi kita bisa berbuat baik selagi diberi kesempatan di dunia ini,” harap Bupati Faida.

 

Bupati Faida menambahkan, petugas pendopo express ini merupakan kepanjang tanganan dari Bupati dan Wakil Bupati Jember kepada masyarakat. Tidak mungkin pihaknya (Bupati dan Wakil Bupati Jember) turun sendiri untuk mendistribilusikan ribuan dokumen kependudukan kepada masyarakat. Untuk itu, maka dirinya menerjunkan puluhan petugas pendopo express untuk melakukan pendistribusiannya.

 

“Sampaikan salam kami kepada warga. Jangan sampai ada yang pungli, karena kalian semua sudah ada gaji resmi yang anggarannya dari APBD Pemkab Jember,”tegas Bupati.

 

Kata Bupati Faida, tentu banyak kendala nantinya dilapangan dalam pendistribusiannya. Karena setiap kecamatan atau desa yang ada di Jember medannya berbeda – beda. “Memang itu tugas kalian semua dengan adanya kegiatan melalui pendopo express ini,”terang Bupati.

 

Bupati menargetkan, pendistribusian sebanyak 9.416 dokumen kependudukan ini akan rampung (selesai) dalam waktu 10 hingga 14 hari kerja. “Hati – hati dijalan, kalian petugas resmi yang fasilitas kendaraannya juga sudah dibranding titel Pemkab Jember,”pungkasnya. (*)

Bagikan :