Usai Tasyakuran Bareng Pedagang, Bupati Sidak Pasar Baru

Jember (titik0km.com) – Usai menggelar Syukuran Nganyari Pasar, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., meninjau Pasar Kreongan dan Mangli yang telah siap untuk ditempati pedagang. “Setelah tadi kita slametan nganyari pasar, kita juga mendampingi pedagang pindahan ke pasar yang baru,” kata bupati, Sabtu (4/5/2019).

Menurut bupati, setelah pindahan, seminggu pertama akan dievaluasi pascahuni. Evaluasi terkait kebutuhan kios, seperti rak khusus atau gantungan yang belum selesai.

“Nanti kekurangan-kekurangan akan kita perbaiki dalam seminggu pertama setelah evaluasi pascahuni,” ungkapnya.

Revitalisasi pasar dilaksanakan sejak tahun 2018, dengan merevitalisasi 12 pasar. Revitalisasi ini merupakan relisasi 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati, yang termuat dalam janji kedelapan.

Pada kesempatan kunjungan ke pasar ini, bupati bertanya kepada salah satu pedagang berapa jumlah retribusi yang dibayarkan.

“Berapa sih, Bu, bayar retribusi setiap hari? Ringan atau berat?” tanya bupati.

“Cuma lima ribu, Bu. Ya sedang-sedang, Bu,” jawab salah satu pedagang di Pasar Kreongan.

Pada proses pemindahan pedagang, masih jelas bupati, sekaligus penataan tempat pedagang sesuai jenis dagangannya. “Supaya pasarnya lebih rapi, pembeli pun lebih mudah mencarinya,” bupati.

Bupati menyampaikan akan menggerakkan masyarakat untuk membeli produk lokal. Diantaranya masih banyak produk pertanian yang tidak masuk di pasar tradisional.

“Akses ini akan diperbaiki. Untuk harga, petani tidak perlu dibeli dengan semurah murahnya. Cukup harga yang wajar, biar semua happy dan mengendalikan inflasi,” terangnya.

Seorang pedagang bumbu di Pasar Kreongan, Indriati, mengaku sebelumnya pasar sepi pembeli. Namun, dengan kondisi yang baru ini mulai ramai pengunjung.

“Dulu sepi, Dik. Sekarang alhamdulillah sudah ramai. Dulu jemek (becek, red), sekarang bagus sekali dan cantik,” ujar perempuan yang dikenal sebagai Bu Slamet asal Gebang ini.

Sementara itu, Kholil yang mengaku telah berjualan ikan laut selama 10 tahun menyebut pasar hasil revitaliasi ini sebagai pasar modern.

“Sekarang pasarnya sudah modern. Sudah bagus. Enak sekarang sudah,” tuturnya, seraya memuji bupati karena memiliki program yang sangat bagus. (*)

Bagikan :

Sempat Tertunda, Citilink Akhirnya Mendaratkan Pesawatnya di Jember

Jember, (titik0km.com) – Penerbangan Surabaya-Jember-Surabaya, sejak Maret lalu hanya dilayani oleh satu maskapai saja, yakni Wings Air, hal ini menyusul dihentikannya operasional Gadura Indonesia Explore karena aturan regulasi, yakni naiknya level atau kelas penerbangan Garuda Indonesia yang tidak diperkenankan menggunakan pesawat baling baling seperti jenis ATR 72-600 yang selama ini digunakan untuk melayani jalur Jember Surabaya.

Sebagai penggantinya, pihak Citilink sebagai anak perusahaan dari Garuda Indonesia siap mengisi route tersebut, dan mulai hari ini, Minggu (28/4/2019) Citilink akan mendaratkan pesawatnya di Jember, hal ini seiring dengan turunnya surat Dirjen Perhubungan Udara no  AU/012/41/6/DRJU-DAU-2019, yang mengizinkan maskapai Citilink untuk mengisi kekosongan slot penerbangan milik Garuda Indonesia.

“Ini bagus, penerbangan dari Jember ke Surabaya kembali ada dua maskapai setelah sebulan lamanya hanya ada satu penerbangan, yakni maskapai Wings Air, kita tahu, bahwa potensi penerbangan Jember-Surabaya atau sebaliknya itu besar sekali dan sangat dibutuhkan masyarakat, belum lagi kalau ada event-event, oleh karenanya saya sangat mengapresiasi atas turunnya izin Citilink untuk mengisi jalur penerbangan Jember-Surabaya,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Bupati meyakini, bahwa turunnya izin penerbangan Jember-Surabaya untuk Citilink ini, merupakan berkah bagi masyarakat Jember, terutama menjelang arus mudik lebaran nanti, oleh karenanya, Bupati menghimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan ini dengan baik.

“Pesawat Citilink mengambil route penerbangan Jember-Surabaya ini waktunya sudah tepat, karena ada moment mudik lebaran kemudia n disusul event Jember Fashion Carnival yang akan digelar setelah lebaran, oleh karenanya kami menghimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Bupati Jember.

Sementara Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ihsan Rosan, kepada wartawan mengatakan bahwa penerbangan Garuda dengan rute Jember Surabaya dialihkan menggunakan Citilink, karena rute tersebut dinilai masih bagus untuk moda transportasi udara, “Penerbangan Garuda rute Surabaya-Jember-Surabaya dialihkan dengan menggunakan maskapai Citilink karena rute tersebut dinilai masih bagus untuk moda transportasi udara,” kata Ikhsan Rosan.

Sesuai surat dari Dirjen Perhubungan, tarif penerbangan Jember Surabaya untuk maskapai Citilink akan mengacu peraturan tersebut, dimana tarif batas atas untuk route penerbangan Jember Surabaya adalah 512 ribu dan tarif batas bawah 179 ribu, sementara jadwal penerbangan sesuai slot penerbangan, jadwal penerbangan Citilink dari Surabaya menuju Jember adalah pukul 11.45 – 12.45 WIB dan dari Jember menuju Surabaya adalah pukul 13.15 – 14.15. (*)

Bagikan :

Pastikan Pengerjaan Infrastruktur Tepat Sasaran, Bupati Lakukan Kunjungan Kerja di Desa

Jember (titik0km.com) – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah pelosok di wilayah utara.

Kunjungan kerja, Rabu 10 April 2019, ini untuk memastikan rencana pengerjaan infrastruktur di daerah pelosok tersebut bisa segera dilaksanakan.

Salah satu infrastruktur yang akan dibangun adalah jalan aspal. Sedikitnya ada 18 titik sasaran jalan yang akan dibangun.

Untuk mencapai daerah pelosok ini, rombongan harus melewati akses jalan yang terbatas. Namun demikian, rombongan berhasil melewati jalan yang berliku, menanjak, dan menurun.

Rombongan mobil pun harus melewati jalan yang berlumpur lantaran hujan. Tak jarang mobil yang ditumpangi tersangkut dalam lumpur.

Begitu sampai di tempat tujuan, bupati dan rombongan disambut antusias oleh warga. Mereka berebut jabata tangan. Tak lupa, foto bersama.

Kesempatan bertemu warganya itu dimanfaatkan bupati untuk bercengkrama. Utamanya terkait dengan kebutuhan masyarakat.

“Katanya ibu-ibu minta diaspal. Jadi saya mau memastikan, kalau benar, jadi mau diaspal,” tutur bupati kepada ibu-ibu Dusun Perbal, Dusun Gluduk, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang.

Kebutuhan masyarakat lainnya akan dipenuhi secara bertahap. Seperti kebutuhan akses jalan aspal dan penerangan jalan umum.

Bupati juga menyampaikan kepada warga bahwa, jalan menuju masjid, sekolah, atau pesantren akan mendapatkan prioritas pembangunan. Baik akses jalan aspal maupun penerangan jalan.

Sementara itu, kepada pejabat yang mendampinginya, bupati meminta untuk mencatat kebutuhan masyarakat yang telah disampaikan melalui perbincangan.

Tim survei jalan juga diperintah bupati untuk mencatat dan segera merencanakan untuk pembangunan. “Pembangunan jalan ini memang keinginan masyarakat,” bupati.

Selain itu, Bupati juga memerintahkan untuk memberi tanda tempat-tempat yang akan dilakukan pembangunan jalan.

Dalam kunjungan kerja itu, bupati juga tidak segan mendatangi rumah-rumah warga dan mengajak bincang-bincang penghuninya.

Selain itu, orang pertama di Jember ini menemui Ketua RT maupun RW setempat untuk menggali kebutuhan masyarakat.

Di kesempatan lainnya, bupati mendatangi kerumunan warga dan langsung mengajak mereka bicara. Membicarakan kebutuhan mereka dan menyarankan agar kebutuhan tersebut disampaikan ke RT atau RW agar dituangkan dalam proposal untuk disampaikan ke bupati.

Agar pembangunan yang direncanakan segera terrealisasi dan berjalan lancar, bupati meminta doa kepada warga yang ditemuinya. (*)

Bagikan :

Kongeres Air Minum di Jember Berhasil Tercatat di Muri

Jember (titik0km.com) – Target PDAM Jember, dalam memecahkan rekor MURI pada peringatan Hari Air Sedunia yang di kemas dengan acara Kongres Air Minum pada Selasa (2/4/2019) berhasil dilampaui, rekor MURI yang dicapai oleh PDAM Jember adalah sebagai PDAM Pertama di Indonesia yang memasang saluran air PAM secara gratis dan terbanyak.

“Ini memang target kami untuk memecahkan rekor MURI, sebagai PDAM pertama di Indonesia yang melakukan pemasangan secara gratis dan terbanyak, dan Alhamdulillah tercapai,” ujar Direktur Utama PDAM Jember Ir. H. Adi Setiawan SH. MH PIA.

Dalam acara kongres yang digelar di Gedung Olah Raga Pemuda Kaliwates (GOR PKPSO) ini, dihadiri oleh ribuan calon penerima manfaat PDAM yang mendapat Subsidi, dalam kesempatan tersebut, Adi menjelaskan, bahwa PDAM Jember pada tahun 2018 telah melakukan penyambungan baru sebanyak 1000 pelanggan, dan pada tahun 2019 ada 3000 penyambungan baru, sehingga total sambungan baru PDAM Jember mencapai 4000.

“Penyambungan baru ini gratis, karena sudah dianggarkan dari APBD dan APBN, tahun kemarin kita sambungkan 1000 pelanggan dengan anggaran 2 Milyar dari APBD, maka pada tahun ini ada 3000 pelanggan dimana yang 1000 menggunakan APBD dan sisanya menggunakan APBN,” tmabah Adi.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dilokasi yang sama mengatakan, bahwa penyambungan air PDAM secara gratis merupakan komitmen pemerintah Kabupaten Jember, untuk teraksesnya air bersih kepada masyarakat, dan penyambungan gratis ini harus tepat sasaran, karena penerimanya melalui uji publik dan diumumkan di media cetak.

“Penerima manfaat penyambungan gratis PDAM ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah, guru ngaji, kader Posyandu, Takmir Masjid dan anak Yatim, serta kami juga memperioritaskan keluarga yang didalamnya ada Hafidz Hafidzah minimal hafal 1 juz, mereka juga harus mendapatkan akses air bersih,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan, bahwa memang belum semua kecamatan di Jember yang mendapatkan akses layanan air bersih, dari 31 kecamatan yang ada di Jember, baru 11 kecamatan yang teraliri PDAM, “Saat ini baru ada 11 kecamatan yang teraliri air PDAM, namun targer kami, secara bertahap PDAM Jember bisa menjangkau ke seluruh kecamatan yang ada di Jember,” pungkas Bupati. (*)

Bagikan :

Bupati Jember Mulai Sosialisasikan SPSE Versi 4.3 Kepada Rekanan

Jember (titik0km.com) – Pemberlakuan Sistem Pengadaan Secara elektronik (SPSE) Versi 4.3, yang diterapkan di seluruh pemerintah daerah di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Jember Selasa (5/3/2019) malam mulai melakukan sosialisasi kepada pada penyedia barang dan jasa di Hotel Meotel Jember.

Pada acara tersebut, Bupati menyatakan, bahwa SPSE Versi 4.3 merupakan wujud komitmen bersama anatara pemerintah pusat hingga daerah, hal ini untuk menciptakan transparansi dan keadilan informasi, serta menjami proses pengadaan barang dan jasa secara cepat.

“Sekarang jamannya persaingan sehat, bila persaingan sehat, maka pengusaha yang berkeringat yang bisa maju, jadi dengan sistem SPSE versi 4.3 ini, sudah tidak ada lagi bagi penyedia barang dan jasa untuk memasukkan nominal dana sebagai suap agar memperoleh tender,” jlentreh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR di hadapan 170 an penyedia barang dan jasa yang hadir pada malam tersebut.

Bupati juga menyampaikan, bahwa pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan sistem yang baru, sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Jember, yang dikenal dengan 3 B nya, yakni Benar tujuannya, baik hukumnya dan betul caranya.

“SPSE Versi 4.3 ini sudah pas dan sejalan dengan semangat kita, semangat 3 B, baik tujuannya, benar hukumnya dan betul caranya, dan untuk pengadaan tender pada tahun ini yang mengacu pada SPSE versi 4.3, Jember sudah sangat siap untuk menerapkannya,” ujar Bupati.

Hal yang sama juga disampaikan oleh R. Henggar S. SH, MM Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi Jatim, “Kami ini melakukan road map untuk melakukan pembinaan kepada seluruh pengusaha, penyedia badan usaha maupun asosiasi. Mereka ini perlu penguatan, kemampuan mereka belum sepenuhnya berkompetensi secara penuh karena komptesi sekarang menggunakan total IT. Jadi LKPP merilis versi terbaru yaitu 4.3 dimana keunggulan-keunggulannya itu sangat banyak salah satunya adalah tendser cepat. “

Lebih lanjut, Tender cepat ini tidak lagi meng-up loud SIUP atau bentuk-bentuk performa dari perusahaan tapi sekali melakukan memenuhi pemenuhan terhadap hal-hal tersebut di dalam SIKAP, SIKAP menilai bahwa sebuah perusahaan itu telah mampu, lulus dengan lulusnya itu dalam tender tidak perlu lagi meng up lod hal-hal sepele seperti kelengkapan-kelengkapannya yang lain. Cukup hanya harga, inilah kelebihannya dari SPSE Versi 4.3, hanya cukup harga nanti di up loud ke LPSE .

“Besok kami berikan pemahaman, edukasi, enpowering yang sekaligus peningkatan kompetensi, kemampuan agar mampu lulus ke SIKAP. SIKAP itu tidak bisa hanya mendaftar tapi harus di cukupi semua kelengkapannya, termasuk pengalaman menang tender dan sebagainya. Harus memenangkan tender, itu salah satu peran utama dari teman-teman agar memenuhi syarat dan ketentuan SIKAP. Kalau Tender biasa, tender yang cukup lama memakan waktu 14-40 hari bahkan lebih. Intinya kita mengikuti jaman, ini perlu diantisipasi karena peraturan pemerintah memang begitu, kami di Provinsi, kami harus mengedukasi di wilayah kami. Kami juga menggugah LPSE Kabupaten/Kota untuk meneruskan, mereka juga sudah 4.3 juga, kami hanya menstimuler terus sampai kapanpun. Ada versi baru kami menstimuler teman-teman di daerah. Tahun 2019 ini seluruhnya wajib pakai 4.3 kalau di tahun 2018 masih ada 3.6, 4.2, ada 4.3.”. Pungkasnya. (*)

Bagikan :

Ajak Adu Kreatif, Bupati : “Inkindo Itu Punya Kemampuan, Makanya Kita Gandeng”

Jember (titik0km.com) – Forum Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) wilayah Jawa Timur, Selasa (26/2/2019) menggelar pertamuan di Hotel Royal Jember, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR yang diundang pada forum yang dihadiri oleh 70 anggotanya dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Dalam Kesempatan tersebut, Bupati Faida tidak hanya mengapresiasi pertemuan Inkindo yang menghasilkan komitmen untuk membantu daerah khususnya Jember dalam meningkatkan pembangunan, namun lebih dari itu, Bupati juga ‘menantang’ Inkindo untuk lebih kreatif.

“Inkindo sejatinya tidak hanya ahli dalam urusan proyek saja, akan tetapi saya yakin Inkindo bisa lebih dari itu, jadi tidak hanya pada fisik proyek yang seperti itu itu saja, tapi harus disertai sentuhan seni, oleh karena itu, ini tantangan bagi Inkindo untuk bisa memajukan sebuah daerah dengan karya seni,” ujar Bupati.

Bupati juga berharap, sinergitas antara Pemkab Jember dengan Inkindo juga terbangun lebih baik, karena sejatinya konsultan perencana itu mempunyai kesempatan sangat besar untuk mempercepat pembangunan dan merubah keadaan menjadi lebih baik.

“Inkindo ini memiliki kemampuan, oleh karenanya kita gandeng Inkindo dan komitmen bersama seluruh anggotanya untuk membantu pemerintah kabupaten Jember dalam bersinergi, namun bukan berarti menutup kesempatan kepada yang lainnya, tapi komitmen ini untuk sama-sama memberi masukan, supaya visi misi pemerintah ini bisa terwujud, dengan cara-cara yang berkah tanpa ada suap menyuap, dan kompetisi seperti ini sangat diperlukan,” ujar Bupati.

Sementara ketua DPP Inkindo Jawa Timur Adi Prawito yang mendapat ‘tantangan’ dari Bupati dalam kompetisi dan kreatifitas, karena menurut Adi, kemampuan Inkindo tidak hanya pada konsultan proyek saja akan banyak potensi lain yang dimilikinya.

“Apa yang disampaikan oleh bupati Jember sangat luar biasa bagi kami, dan kami siap menerima tantangan bupati, karena kami adalah organisasi yang memiliki olah pikiri dan SDM yang mumpuni, tidak hanya pada kontruksi, dan saat ini kami sudah mulai menuju kepada gagasan yang disampaikan bupati Jember, dan kami siap untuk memajukan Jawa Timur secara keseluruhan,” ujar Adi Prawito.

Selain itu, Adi juga mengapresiasi pandangan Bupati Jember terkait tidak ada fee antara Pemerintah dengan penyedia jasa, menurutnya dengan tidak ada fee, Inkindo akan lebih leluasa dalam menjalankan kontruksi yang kreatif.

“Pandangan dan gagasan Bupati Jember ini baru untuk kami, ketika tidak ada fee yang harus di keluarkan, kami yakin bisa lebih profesional dan hasilnya bisa optimal,” pungkas Adi. (*)

Bagikan :

Bupati Jember Resmikan Jembatan Kayangan Tempurejo

Jember (titik0km.com) – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., meresmikan Jembatan Kayangan di Dusun Curahrejo, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo.

Jembatan untuk akses warga perdesaan yang diresmikan Senin 28 Januari 2019 ini bernilai lebih dari Rp. 5 miliar, dengan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Jember tahun 2018.

Bupati dalam pidatonya menyampaikan, Jembatan Kayangan ini adalah keinginan dan kebutuhan masyarakat.

Selama ini, perjalanan antar-dua dusun terhambat sungai yang cukup lebar.  Jika hujan deras, banjir membuat anak-anak sekolah terpaksa tidak masuk sekolah.

Dalam kesempatan itu, Bupati ingin anak-anak berjanji agar jembatan yang baru ini menjadi semangat untuk rajin sekolah, tidak bolos sekolah supaya mendapatkan nilai yang baik.

“Mudah-mudahan jembatan ini bisa memperlancar kebutuhan masyarakat. Untuk akses ke sekolah, kegiatan berniaga, bertani, dan membuat kemajuan yang luar biasa, serta bermanfaat maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Plt.Camat Tempurejo Drs. Sutarman,M.Si. mengungkapkan, masyarakat sangat bangga dan berbahagia karena sekarang sudah memiliki jembatan yang diberi nama “Kayangan.”

“Jembatan ini mempermudah akses jalan bagi masyarakat agar tidak kesulitan lagi pada musim hujan ,dan anak-anak bisa sekolah seperti biasanya,” ungkap Sutarman.

Panitia penyelenggara peremian jembatan Untung melaporkan, jembatan baru ini memiliki panjang 40 meter dan lebar 6 meter.

“Kali ini semua tidak hanya bermimpi tetapi kenyataannya bisa terbukti. Terima kasih Bupati Jember,” tuturnya

 

Bagikan :

Datangi Kementerian PUPR, Bupati Sampaikan Terima Kasih Trase Tol Probowagi Via Jember

Jember (titik0km.com) – Bupati Jember, dr HJ Faida,MMR menyampaikan rasa terimakasih sekaligus apresiasi masyarakat soal rencana pembangunan jalan tol trans Jawa melewati Jember, Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Rabu (9/1/2018) sore.

Menurut Bupati Faida, kedatangannya kali ini adalah untuk menyampaikan terimakasih dan apresiasi masyarakat Jember kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian PUPR mengenai penambahan jalur tol trans Jawa yang memasukkan Jember sebagai salah satu ruas jalan.

“Kami mewakili masyarakat Jember sangat berterimakasih dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian PUPR, karena memang jalan tol yang melewati Jember ini akan sangat membantu percepatan pembangunan. Kita tahu ada Bandara Embarkasi Haji di Jember yang nantinya akan mengakomodasi 6 Kabupaten yang ada di sekitarnya,” ungkap Bupati Faida.

Selain itu, lanjut Bupati Faida, potensi pemanfaatan Bandara Embarkasi yang nantinya juga akan sangat bermanfaat untuk perjalanan umroh, juga merupakan hal yang seharusnya bisa disinergikan dengan pembangunan infrastruktur yang lain, seperti jalan tol.

“Jika kita estimasi, tidak kurang dari 8 ribu lebih jamaah haji setiap tahunnya, dan hamper 3 ribu jamaah berasal dari Jember. Belum lagi kalau umroh, jumlahnya bisa mencapai 30 ribu lebih setiap tahunnya dari akumulasi jumlah Jemaah dari Jember dan kabupaten sekitar,” tambahnya.

Di sisi lain, potensi perkembangan industri dan pariwisata, juga cukup memungkinkan untuk ditunjang oleh penambahan infrastruktur. “Potensi wisata kita tinggi, potensi industri, perkebunan, pertanian dan potensi yang lain juga cukup besar. Maka dengan adanya jalan tol yang langsung mengakses Jember, perkembangannya akan sangat cepat, terutama untuk network maping pemasarannya, dan sekali lagi kita sampaikan terimakasih untuk rencana pembangunan ruas tol ini,” jelasnya.

Sementara rombongan Bupati disambut hangat oleh Kepala Badan Pelaksana Jalan Tol Kementerian PUPR, Herry TZ. Berdiskusi langsung dengan cukup hangat di ruangannya, ia menjelaskan bahwa pembangunan ruas tol trans Jawa ini adalah misi yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, dengan harapan agar terjadi percepatan pertumbuhan perekonomian.

“Secara teknis, sebelum dibangunnya ruas jalur tol di seluruh Indonesia, khususnya di era Presiden Jokowi, ada survey yang mendalam soal dampak dan potensi. Seperti halnya Jember, kita juga harus mencari alternatif agar ruas jalan ini memudahkan masyarakat, bukan malah menyulitkan. Kita nanti akan maping mulai Situbondo, dengan jarak kurang lebih 50 km, dan mudah-mudahan ini bisa cepat selesai penelitiannya,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya juga akan mempelajari soal potensi-potensi yang dimiliki Jember dan daerah sekitar, terutama karena Jember bakal memiliki embarkasi haji.

Hal senada juga disampaikan Sekjen Kementerian PUPR, Prof. R. Dr. Ir. Anita Firmanti, MT yang turut menemui rombongan Bupati dan Wakil Bupati Jember. “Kajian soal ruas jalan tol memang diarahkan untuk percepatan pembangunan di daerah, sehingga agenda ruas jalan tol Jember ini akan segera kita bahas secara menyeluruh bersama Bapak Menteri, dan apalagi potensinya memang cukup tinggi,” ujarnya. (*)

Bagikan :

Kadisperindag Bakal Terapkan Larangan Jual Beli Kios

Jember (titik0km.com) – Managemen pasar di Jember benar-benar akan ditata sedemikian rupa oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Pemkab Jember, jika saat ini masih bisa ditemui los-los pasar baik yang di pasar Induk seperti Pasar Tanjung maupun pasar-pasar daerah yang ada di Kecamatan, dalam kondisi kosong dan tertutup serta ada tulisan “di Jual”, maka mulai tahun depan setelah direvitalisasi kondisi los pasar seperti ini kemungkinan tidak akan ditemukan lagi.

Sebab Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM akan memberlakukan Surat Izin Menempati (SIM) untuk pedagang pasar dan akan di lakukan pengecekan dan kontrol dengan cara perpanjang SIM setiap tahun sekali.

“Memang kami akan memberlakukan SIM yaitu surat izin menempati kepada pedagang, hal ini untuk penataan pasar yang lebih baik, seperti yang kita lihat saat ini, banyak pedagang pasar yang tidak memiliki los dan berjualan di pinggir jalan yang ada di sekitar pasar, padahal di dalam banyak los-los kosong yang tidak ada penghuninnya, dan tidak sedikit pula yang ada tulisan di jual, padahal ini aset negara yang tidak bisa dengan bebas diperjual belikan, dan ini yang akan kami terapkan setelah pembangunan revitalisasi pasar selesai,” ujar Anas Makruf Kadisperindag Pemkab Jember.

Anas juga menceritakan ada temannya yang seorang polisi izin pada dirinya kalau mau berjualan di pasar Tanjung dengan membeli Los pasar seharga Rp. 90 juta, namun ia melarang untuk membelinya, “Kemarin ada teman saya yang seorang polisi bercerita mau beli los pasar dari pedagang seharga 90 juta, saya cegah, saya katakan kalau sampai membeli berarti sama dengan melakukan penggelapan pada aset negara, karena sejatinya pasar itu adalah aset negara, akhirnya ia membatalkan,” ujar Anas.

Menurut, terjadinya jual beli Los Pasar, dikarenakan kebiasaan dan kesalahan yang dilakukan pengelola pasar, dimana tidak pernah ada kontrol, disamping itu banyak oknum yang bermain dengan pedagang terkait jual beli los pasar.

“Kedepan peraturan kepada pedagang agar harus memiliki SIM akan kami terapkan, dan setiap setahun sekali akan dilakukan perpanjangan, kalau misal ada pedagang yang mau pindah atau berhenti berjualan sebelum masa pakainya habis, maka penggantinya harus sepengetahuan Disperindag atau pengelola pasar, istilahnya oper kontrak, bukan jual beli lagi,” pungkas Anas. (*)

Bagikan :