Pasar Murah Pemkab Jember Digelar di 31 Kecamatan

Jember (titik0km.com) – Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang biasa terjadi pada bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pasar murah. Pasar murah ini digelar di 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. Berbagai pihak digandeng Pemkab Jember untuk menyediakan bahan kebutuhan masyarakat.

Kasi Produk Lokal pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dini Dwi Anggraini menjelaskan kenaikan harga kebutuhan biasa terjadi di bulan Ramadhan.  “Sebelum harga naik, kami memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan barang kebutuhan yang murah. Lebih murah dari harga pasar,” kata Dini di kantornya.

Ia menjelaskan, pasar  murah ini menyediakan beberapa kebutuhan masyarakat, bahkan untuk lebaran nanti. Selain sembako, pasar murah juga menyediakan kue dan baju untuk lebaran. Bahkan menyediakan penukaran uang baru.

“Kebutuhan pokok yang disediakan diantaranya minyak, gula, beras, tepung. Tadi juga jual bawang. Tapi tidak di semua tempat digelarnya pasar murah,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari ini harga bawang putih dan bawang merah melonjak. Bahkan bawang putih tembus pernah Rp. 60 ribu per kg. Tapi sekarang sudah turun tiga puluh ribu rupiah, ujarnya.

Untuk minyak kemasan botol 900 ml dijual 9.000. Gula PG Semboro 11.000, padahal di pasar atau di grosir sudah Rp. 11.500. Dari Bulog disediakan paket Rp. 40 ribu dapat gula 2 Kg, minyak 1 Lt, dan tepung 1 Kg.

Pasar murah ini digelar mulai tanggal 10 hingga tanggal 28 Mei mendatang. Dalam sehari digelar dua pasar murah di dua kecamatan.

“Antusiasme masyarakat di tiap daerah tidak sama. Seperti di Kecamatan Wuluhan yang sampai kehabisan stok. Sementara di daerah lain masih menyisakan barang,” ujarnya.

Disperindag mengundang lebih 30 penyedia komoditas. Namun, tidak semua mengikuti pasar murah yang digelar di 31 kecamatan, karena keterbatasan tenaga.

Seperti PG Semboro yang mengikuti semua pasar murah. Sedangkan Bulog tidak bisa mengikuti semua gelar pasar murah itu. Setiap hari sekitar 15 penyedia yang ikut, Dini.

Bagi penyedia komoditas yang ingin bergabung, Dini mempersilakan. Terutama untuk menggelar pasar murah di daerah pinggiran. “Kalau di daerah perkotaan sudah penuh,” jelasnya.

Terkait dengan kekurangan stok, Disperindag telah menyediakan stok untuk mengantisipasi kekurangan. Seperti minyak, yang mendatangakan minyak dari distributor dan menjualnya dengan harga distributor.

“Kami berharap masyarakat tahu ada pasar murah, sehingga berbondong-bondong membeli, dan barang kami habis,” harapnya. (*)

Bagikan :

Bupati Ajak Guru SMK-SMA Manfaatkan Program DTS Keminfo

Jember (titik0km.com) – Program beasiswa Digital Tallent Scholarship (DTS) yang dicanangkan Kementerian Informasi dan Komunikasi (Keminfo) benar-benar tidak disia-siakan Pemkab Jember, selain memberikan fasilitas pendaftaran bagi warga yang ingin mengikuti program ini, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR juga mengajak ratusan guru SMK dan SMA yang ada di Jember.

“Program beasiswa Digital Tallent ini merupakan program Keminfo, dengan tujuan ingin menciptakan SDM yang teruji dan bisa bersaing dalam menghadapi era 4.0, dimana di era ini, ibaratnya kompetisi siapa yang cepat, maka dia akan menang, bukan lagi siapa yang kuat dan siapa yang hebat lagi,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat menggelar buka puasa bersama dengan ratusan guru SMK/SMA di Pendopo Pemkab Jember Rabu (15/5/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menghadirkan staf Kominfo untuk memberikan pengarahan kepada guru-guru SMK dan SMA, agar guru-guru bisa memahami apa yang harus disiapkan dalam mengikuti program DTS dan apa yang akan di dapat setelah mengikuti program DTS.

“Hari ini untuk guru-guru SMK jurusan TIK dan SMA, kami datangkan staf dari Keminfo untuk memberikan penjelasan mengenai program DTS, mumpung Keminfo menggratiskan program ini, kalau kita belajar tanpa beasiswa, biayanya mahal, bisa mencapai 15 juta, oleh karenanya saya ajak warga Jember untuk menangkap peluang ini, dan Jember tidak dibatasi pesertanya, tapi target kami ada 1500 warga Jember yang daftar,” beber Bupati.

Bupati juga mengatakan, bahwa sistem pembelajaran Digital Tallent Scholarship ini nanti ada dua metode, yaitu online dan offline, untuk offline pelaksanaanya digelar di Jakarta dan Jogjakarta, “Nanti ada dua sistem, yaitu offline dan online, untuk offline nanti dilaksanakan di Jakarta dan Jogja, untuk warga Jember yang yang mengikuti sistem offline, nanti kita koordinir dan berangkat bersama-sama,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi antusiasme guru yang mengikuti kegiatan hari ini, dari 500 guru yang diundang, ternyata guru yang hadir melebih undangan, “Dari yang hadir hari ini saja, sudah terlihat jika antusias guru, udangan 500 guru tapi yang hadir lebih dari itu, tidak hanya guru TIK tapi ada beberapa guru umum yang juga ingin belajar Digital Tallent, dan ini juga kita beri kesempatan,” pungkas Bupati Jember. (*)

Bagikan :

Luar Biasa, Potensi Zakat ASN Jember Bisa Tembus 24 M

Jember, (titik0km.com) – Potensi terhimpunnya zakat di Jember cukup besar dalam satu tahun, jika dikoordinir dengan baik, zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jember yang jumlahnya ribuan bisa mencapai 24 Milyar lebih, hal ini disampaikan H. Misbahus Salam ketua Baznas Kabupaten Jember saat peluncuran Aplikasi Zakat Online di depan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Wakil Bupati Jember Drs. KH. Muqiet Arif serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember Jumat (8/6/2018) malam di Pendopo Wahya Wibawagraha.

“Jika dikoordinir dengan baik, potensi zakat di Jember dari ASN saja cukup besar, dalam satu tahun bisa mencapai 24 Milyar lebih, hal ini berdasarkan hasil dari penelitian yang kami lakukan dengan melibatkan lembaga penelitian Universitas Jember dan IAIN Jember, jika ini benar-benar dikelola dengan benar dan transparan, saya yakin bisa mengangkat ekonomi masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Jember,” ujar H. Misbahus Salam.

Misbahus Salam menambahkan, saat ini jumlah Muzakki (wajib zakat) yang baru bisa dihimpun oleh Baznas Kabupaten Jember jumlahnya masih ratusan dari golongan pengusaha, namun meski jumlahnya ratusan, jumlah dana zakat yang terhimpun mencapai 500 juta atau 0,5 Milyar, “Saat ini dari unsur pengusaha yang wajib zakat saja yang jumlahnya bisa dihitung, dana yang terhimpun sudah mencapai setengah milyar, dan ini sudah kami salurkan ke beberapa Mustahiq, diantaranya di Mumbulsari, Ledokombo, Sumberjambe, Sukowono, Bangsalsari dan beberapa daerah di kabupaten Jember,” ujar H. Misbahus Salam.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat dimintai pendapat mengenai potensi zakat dari ASN yang cukup besar mengatakan bahwa, zakat itu merupakan kewajiban bagi muslim, kalau memang potensi yang terhimpun dari ASN cukup besar, Pemkab akan membentuk unit-unit penyaluran zakat (upz) di setiap kecamatan, sehingga memudahkan dalam mengkoordinir.

“Dengan potensi yang cukup besar, kami akan membentuk upz-upz di setiap kecamatan, dan tentunya dana sebesar itu bisa kami berharap bisa mengangkat perekonomian masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Jember,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Faida menjelaskan, kenapa perlu di bentuk unit-unit penyaluran zakat, karena zakat sudah ditentukan dalam agama, selain wajib, jumlahnya juga sudah ditentukan dan tidak bisa ditawar lagi, “Zakat itu kan wajib bagi yang beragama islam, jadi yang namanya wajib ya harus, gak boleh tidak, begitu juga dengan jumlah yang harus dibayar, yaitu 2,5 persen dari pendapatan, dan jumlah ini juga tidak bisa ditawar, kalau ada ASN yang berpenghasilan 1 juta per bulan, maka yang harus dikeluarkan zakatnya tiap bulan 25 ribu, nah nanti upz-upz yang dibentuk di tiap kecamatan ini yang akan menghimpun sebelum di serahkan ke baznas,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi peluncuran Simba sebuah alpikasi zakat online yang menurutnya lebih teratur dan transparan, sebab selain bisa diakses oleh seluruh masyarakat, Muzakki atau wajib zakat juga bisa menetukan siapa penerima yang di inginkan dari zakat yang dibayarkan, dan baznas yang akan mendistribusikannya sesuai keinginan Muzakki.

“Aplikasi Simba sangat bagus, disitu sangat transparan, berapa penghasilan kita dan berapa kewajiban zakat kita juga bisa dilihat, selain itu, kita sebagai wajib zakat juga bisa menetukan sendiri kepada siapa zakat yang kita bayar untuk disalurkan, jadi sangat simpel dan mengikuti kemajuan tehnology,” pungkas Faida. (*)

Bagikan :

SIMBA Aplikasi Zakat Online BAZNAS Jember

Jember (titik0km.com) – Sebagai lembaga legalitas yang menangani penghitungan zakat serta pendistribusian infaq dan shodaqoh. Badan Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember, Jumat (8/6/2018) malam, melakukan sosialisasi serta penghitungan zakat maal kepada seluruh pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Jember di aula Pendopo Wahyawibawa Graha.

Sosialisasi dan penghitungan zakat maal yang dihadiri oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, dan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqiet Arief, serta Ketua BAZNAS Jember, H. Misbahul Salam, merupakan kali pertama yang digelar dalam rangka pengumpulan zakat maal bagi seluruh pejabat yang ada.

Dalam penjelasannya, Ketua BAZNAS Jember, H. Misbahul Salam, mengatakan bahwa kekuatan zakat merupakan kekuatan ekonomi yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk membangun kehidupan ekonomi masyarakat secara bergotong royong. Jember sendiri, lanjutnya, merupakan Kabupaten yang masih memiliki kantonf kemiskinan tinggi diantara Kabupaten-Kabupaten yang ada di Jawa Timur.

Untuk itu, lebih lanjut Misbahul Salam, mengatakan perlu adanya dorongan motivasi bagi para masyarakat Jember yang hidupnya beruntung agar memberikan zakat maal ataupun infaq dan shodaqohnya kepada masyarakat miskin yang ada didalam kantong-kantong kemiskinan melalui BAZNAS Jember.

“Kami siap membantu menghitungkan zakat maal sekaligus mendistribusikan kepada masyarakat miskin bersama-sama dengan pemilik zakatnya atau Muzakki. Silahkan, mau diberikan kemana, dikecamatan mana. Kami siap membantu sesuai data yang telah ada”, jelas Misbahul Salam.

Untuk itu sebagai contoh, ungkapnya, tepat di bulan ramadhan ini, pihak BAZNAS Jember bersama Bupati Jember dan Wakil Bupati Jember, sengaja mengumpulkan para pejabat OPD untuk membayarkan zakatnya melalui BAZNAS. Tak hanya itu saja, diungkapkan oleh Misbahul Salam, bahwa dalam pembayaran Zakat lewat BAZNAS Jember ini juga bisa melalui sistem IT sehingga bisa diketahui langsung berapa yang harus dibayarkan, kapan zakat itu dibayarkan, bisa diketahui langsung oleh para Muzaki (Pembayar Zakat) melalui Short Message Service (SMS). “Jadi jangan kuatir, Dijamin transparan karena langsung mendapat jawaban lewat SMS”, katanya.

Para Muzaki sendiri juga bisa melakukan pembayaran zakat maal, infaq dan shodaqohnya melalui SMS Banking atau e-banking. Karena, BAZNAS sendiri telah memiliki aplikasi SIMBA yang secara teknologi akan sangat membantu para muzaki yang ingin membayarkan zakat maalnya ataupun yang ingin berinfaq dan bershpdaqoh. “Insyaallah, akan lebih aman, transparan dan cepat, bagi para pejabat, pengusaha yang mempunyai kesibukan tinggi”, jelasnya.

Dirinya berharap hal-hal positif ini juga bisa diimplementasikan kepada seluruh ASN yang ada diwilayah kerja Pemkab Jember, baik sebagai contoh maupun sebagai sebuah kekuatan sinergisitas ekonomi gotong royong untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. (*)

Bagikan :

Pemkab Jember Akhiri Pasar Murah Ramadhan 2018 di Kecamatan Kaliwates

Jember (titik0km.com) Program Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengantisipasi kenaikan harga sembako dengan pasar murah ramadhan hasil sinergi OPD Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM bersama dengan Dispendukcapil di 30 kecamatan, Kamis (7/6/2018) berakhir di Kecamatan Kaliwates Jember.

“Ini merupakan kegiatan pasar murah hari terakhir, setelah Disperindag dan Dispendukcapil melakukan safari pasar murah ramadhan di seluruh kecamatan di Jember, kegiatan safara pasar murah ramadhan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sembako dengan harga murah saja, akan tetapi juga disertai layanan penodop express, dimana di sini Pemkab hadir ditengah masyarakat untuk memberikan layanan Adminduk,” ujar kepala Dispendukcapil Sri Wahyuniati.

Selain memberikan KTP el milik ribuan warga, dalam kegiatan ini Dispenduk juga melakukan program pendopo express dengan mengantarkan KTP el, Akte dan KK milik warga lansia ke masing-masing rumah dengan didampingi camat setempat.

“Hari ini karena kegiatan di Kecamatan Kaliwates, kami bersama dengan pak lurah, dan pak camat menghantarkan langsung KTP el dan Adminduk lainnya kepada warga yang sudah lansia dan tidak bisa hadir ke kantor kecamatan, dan kegiatan menghantarkan langsung KTP el ke rumah-rumah warga ini yang dinamakan program pendopo express,” jelas Sri Wahyuniati.

Dari pantauan media ini, beberapa warga lansia yang sedang bersenda bersama kaget saat didatangi kepala Dispendukcapil, Camat dan Lurah, namun setelah diberi tahu tujuannya menemui mereka, mereka akhirnya memahami dan senang karena adminduk yang dimilikinya diantar kerumah.

“Kami kaget kok ada rombongan datang ke sini, eh gak taunya ngantar KTP,” ujar Nenek Rukmini wanita kelahiran tahun 1921.

Selain Nenek Rukmini, ada juga Muhammad Feriyanto penyandang difabilitas yang baru lulus dari SD dan mempunyai keinginan untuk melanjutkan sekolah di SMP 6 ini merasa senang memiliki Akte Kelahiran sebagai persyaratan untuk mendaftar sekolah.

“Senang bisa melanjutkan sekolah setelah memiliki Akte, soalnya kemarin sempat baca brosur penerimaan pendaftaran siswa baru dan akte menjadi persyaratannya,” ujar Fery.

Sementara Camat Kaliwates Gatot Triyono, yang mendampingi Kadispenduk dalam mengantarkan adminduk kepada warga merasa terenyuh dan tertegun, melihat kegigihan Muhammad Feriyanto dalam mimpinya meraih pendidikan, kepada pekerja sosial (peksos) yang ada di wilayahnya, Gatot meminta agar pekerja sosial terus melakukan pendampingan kepada Fery terutama pada saat mendaftar sekolah.

“Dia memiliki semangat yang tinggi, saya minta kepada peksos  untuk mendampingi dan anak ini agar bisa terus melanjutkan cita-citanya,”pungkas Gatot. (*)

Bagikan :

Sidak Mall Jelang Lebaran, Wabup Jember Temukan Makanan Tak Layak Konsumsi

Jember (titik0km.com) – Semakin dekatnya dengan hari raya Idul fitri yang juga semakin maraknya peredaran makanan, baik makanan ringan berupa kue, maupun makanan untuk keperluan hari raya seperti kornet, susu kaleng, dan lainnya.
Dengan semakin tingginya konsumsi mamin masyarakat saat Ramadhan hingga Idul Fitri ini, diperlukan pengawasan lebih lanjut agar makanan yang dibeli dan dikonsumsi oleh masyarakat benar-benar sehat dan aman.
Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqiet Arief, yang didampingi oleh Kepala Dinkes, Kepala Disperindag, Kepala Diskop dan UMKM, Satpol PP, Polres Jember, melakukan Sidak di sejumlah tempat perbelanjaan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Jember, yaitu Roxy Shopping Mall dan Lippo Plaza Mall.
Dalam sidak kali ini, menurut Wakil Bupati Jembe, Drs. KH. Abdul Muqiet Arief, bahwa dari kedua tempat yang didatangi tersebut, tidak ditemukan baik makanan maupun minuman yang mengalami kadarluarsa. Akan tetapi, lanjut Wabup Kyai Muqiet, banyak produk-produk kaleng, mulai dari susu sampai dengan minuman, yang keadaan kalengnya penyok.
“Kaleng-kaleng yang penyok ini sudah langsung kita tanyakan kepada pihak supervisor dan manajer dari pihak setempat untuk segera di return kembali”, jelas Wabup KH Muqiet. Menurut Kyai Muqiet, saat menanyakan penyebab penyoknya kaleng-kaleng makanan tersebut, bahwa banyak disebabkan karena jatuh dan salah taruh saat keluar gudang untuk masuk ke supermarket. Namun, ungkapnya lagi, bahwa pihak manajemen akan siap untuk meretur lagi semua produk yang mengalami kerusakan pada kemasannya.
Tak hanya itu saja, berdasarkan pemantauan dari tim yang ikut serta dalam sidak tersebut, bahwa Wakil Bupati Jember bersama tim sidak Mamin ini juga memantau tempat display untuk makanan Non Halal seperti produk kornet babi. Saat itu, Tim Sidak Mamin yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Jember ini meminta agar ada pemberitahuan jenis produk sehingga ada pembeda antara produk Halal dan Non Halal bagi masyarakat awam.
“Jangan sampai masyarakat yang sudah membayar, terus kecewa hanya gara-gara salah ambil. Makanya saya berharap ada pembeda antara produk makanan yang halal atau yang Non Halal. Kalo perlu tulis besar-besar “DAGING BABI”. Gitu..Biar pembeli tau”, pungkasnya.
Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqiet Arief, berharap bahwa ramadhan benar-benar bisa dinikmati dan dirasakan bagi semua masyarakat tanpa terkecuali. (*)

Bagikan :

Gelar Halal Bihalal dengan Anggota, Dandim Jember Pimpin Apel Perdana Bulan Juli

JEMBER (titik0km.com) – Upacara Bendera Minggu Pertama Bulan Juli 2017 yang dilaksanakan pada Senin 3/07/2017 pagi di halaman Makodim 0824 Jember serasa berbeda dari bulan-bulan sebelumnya, hal ini karena pada apel upacara perdana kali ini bersamaan dengan masuk hari pertama kerja sejumlah instansi setelah libur lebaran 2017.

Tidak hanya itu, Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. Rudianto yang didampingi Perngurus Persit Nyonya Mia Rudianto juga menggelar acara Halal Bihalal dengan jajarannya serta pelepasan anggota yang memasuki akan melaksanakan Masa Persiapan Pensiun (MPP), suasana penuh kekeluargaan terlihat pada kegiatan ini.

“Saya selaku komandan bersama dengan istri menyampaikan mohon maaf apabila selama memimpin ada hal-hal yang kurang mengenakkan atau kurang berkenan, baik yang disengaja maupun tidak, pada kesempatan yang masih disuasana idul fitri ini, mari kita saling memaafkan,” ujar Dandim dalam sambutannya.

Tidak hanya itu, Dandim juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras anggota selama ini terutama dalam menunjang tugas pokok satuan, “Kedepan mari kita tingkatkan tugas dan kerja kita agar menjadi lebih baik lagi,” pungkas Dandim. (aisy/mlj)

Bagikan :

Deradikalisasi di Sumut Dirut PT. Pelindo I Serahkan Bantuan Pada Ponpes

MEDAN (titik0km.com) – Berkembangnya aksi teror dan radikalisme di Indonesia turut menjadi perhatian BUMN di Sumut. Hal tersebut tercermin dari program PT. Pelindo I yang melakukan pembinaan terhadap Ponpes Al Hidayah pimpinan Khairul Ghazali. Ponpes Al Hidayah yang menjadi pusat rehabilitasi dan deradikalisasi tersebut membina anak-anak pelaku teror dan mantan narapidana kasus terorisme (Napiter) di Sumut.
Melalui program ‘BUMN Hadir Untuk Negeri’, Direktur PT Pelindo I, Bambang Eka memberikan bantuan langsung sebesar Rp100.000.000,- kepada pimpinan Ponpes Al Hidayah, Khairul Ghazali pada Senin, (5/6/2017), bertempat di Hotel JW Marriot Kota Medan. Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri jajaran direksi PT. Pelindo I diantaranya Direktur Bisnis Syahputra Sembiring, Direktur Keuangan Farid Lutfi, Senior Manajer Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Syaiful Anwar dan beberapa personil PT. Pelindo I.
“Atas nama Ponpes Al Hidayah, mengucapkan terima kasih atas bantuan Pelindo I. Kami berharap BUMN hadir secara langsung membantu negara dalam penanganan terorisme dan radikalisme” ucap Khairul Ghazali. Lebih lanjut pria yang pernah divonis 6 tahun penjara pada tahun 2010 atas kasus perampokan CIMB dan penyerangan Polsek Hamparan Perak di Sumut ini menjelaskan, saat ini Ponpes Al Hidayah membina sekitar 20 orang anak mantan Napiter, namun masih terdapat sekitar 50 orang anak Napiter yang belum dibina di Ponpes. Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai teror yang berkembang.
Ghazali menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan digunakan untuk mengembangkan beberapa program deradikalisasi di Ponpes. Bantuan juga diarahkan untuk pengembangan ternak. “Di samping untuk melengkapi beberapa fasilitas belajar mengajar yang masih minim, Ponpes akan membangun ternak, budidaya perikanan, dan pertanian. Hal tersebut untuk melatih santri agar memiliki ketrampilan ketika terjun langsung ke masyarakat,” ujar Ghazali.
Direktur PT. Pelindo I, Bambang Eka ketika menyerahkan bantuan memberikan harapan besar kepada Ponpes Al Hidayah agar mampu membina anak-anak mantan Napiter menjadi generasi penerus yang membanggakan bagi Bangsa dan Negara Indonesia. “Saya sudah laporkan program bantuan ini kepada Menteri BUMN dan mendapat apresiasi. Diharapkan upaya Pelindo I yang berperan menekan perkembangan radikalisme di Sumut diikuti oleh BUMN lainnya di Indonesia. Sektor keamanan sangat penting untuk menjamin adanya percepatan pembangunan” ujar Bambang Eka dengan optimis. (MJL/REL)

Bagikan :

Bupati Jember Pastikan Insentif Guru Ngaji Bukan dari Dana Hibah Bansos

JEMBER (titik0km) – Bupati Jember dr Hj Faida MMR, menegaskan bahwa insentif guru ngaji bukanlah masuk anggaran bantuan sosial (bansos) atau hibah. Sebab menurut Bupati perempuan pertama di Jember ini, jika tetap menggunakan bansos atau hibah, maka dalam regulasi terbaru harus memenuhi syarat berupa pengajuan proposal, dan syaratnya tidak menerima berulang – ulang.

Padahal insentif guru ngaji akan diberikan secara kontinyu setiap tahun. Sehingga anggaran insentif guru ngaji ini dimasukkan dalam program di Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Jember, di Bidang PAUD dan Dikmas atau Pendidikan Masyarakat Guru ngaji termasuk dalam bidang Dikmas.

“Intensif guru ngaji ini bukan diambilkan dari dana hibah bansos, tapi dari APBD melalui Bidang PAUD dan Dikmas di Dinas Pendidikan, sehingga setiap tahun akan selalu dianggarkan, jika menggunakan hibah bansos, harus melalui berbagai persyaratan dan tidak boleh menerima berulang-ulang tiap tahunnya, tapi kalau menggunakan dana APBD bisa di anggarkan tiap tahun,” tegas Faida.

Menurut Bupati, pencairan anggaran insentif guru ngaji sebagai realisasi program 22 janji kerja Bupati pasangan Faida – Muqit, dengan nilai tiga kali lipat itu sekaligus sebagai upaya dan ikhtiar Pemerintah Kabupaten untuk memuliakan guru ngaji dan mengangkat derajat guru ngaji.

Bagi Faida, guru ngaji yang sudah ngalahi (berkenan, red) datang dalam acara silaturahim dan istighosah ini didoakan agar dicatat sebagai amal saleh, karena Bupati memang tidak mungkin datangi satu persatu ke ribuan guru ngaji.

“Ini ikhtiar upaya kami, Bupati dan Wakil Bupati, bersama Kiai Muqit kami mengucapkan terima kasih. Dan mohon kami juga didoakan agar tetap diberi kekuatan oleh Allah untuk memimpin dengan benar dan baik,” ujarnya lagi.

Dalam upaya memperhatikan nasib guru ngaji, sesuai 22 janji kerja Faida Muqit, pencairan insentif ini dicairkan dalam tiga tahap. Tahap I, saat ini sebelum ramadan, tahap II sebelum lebaran, dan tahap III setelah lebaran.

“Betapa bahagianya kami, Bupati dan Wabup, melihat wajah orang – orang yang wajahnya penuh syukur ini. Yang tidak pernah menuntut haknya, yang selama ini hanya berjuang kepada masyarakat. Menurut kami apa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember saat ini, belum imbang apa yang diikhtiarkan guru ngaji selama ini,” sergah Faida, dengan nada agak meninggi, dengan mata berkaca kaca tanda haru.

Untuk itu, perhatian Pemerintah Kabupaten terhadap guru ngaji sangat besar. Jika ada guru ngaji sehat, kesetehatannya selama ini untuk masyarakat. Jika ada guru ngaji yang sakit jangan ragu untuk dibawa ke rumah sakit dan puskesmas segera, tanpa ragu. Itu tanggungjawab Bupati. “Kalau ada pegawai Puskesmas tidak melayani guru ngaji , maka pejabatnya akan kita ganti,” ujar Faida lagi.

Sekadar diketahui, acara pencairan insentif guru ngaji itu dikemas silaturrahim, istighosah melibatkan guru ngaji di 6 Kecamatan dipimpin langsung KH Ahmad Muzakki Syah, pengasuh Ponpes Al-Qodiri.

Hadir pula dalam acara itu, Plt Sekda Pemkab Ir H Mirfano, Drs Bambang Hariono, Kepala Dinas Pendidikan, Ka Unit BRI Setyo Adi, dan sejumlah staf BRI Cabang, serta beberapa staf Bagian Humas Pemkab Jember.

Ke depan, validasi dan evaluasi data guru ngaji terus dilakukan oleh tim Dinas Pendidikan, melibatkan Kordes, RT dan RW setempat, sehingga terbentuk database guru ngaji yang kualified.

Saat ini, guru ngaji se Jember yang masuk data dan berhak menerima honor adalah kurang lebih 13.500 orang. Selanjutnya, kata Bupati, pendataan guru ngaji yang tercecer masyarakat terutama guru ngaji yang benar – benar berjuang di jalan Allah, hendaknya dibantu didaftarkan. “Daftarkan via SMS ke Bupati, bisa lewat Al Qodiri, dan Kades, atau lewat siapa saja asal sampai ke Bupati. Kan memang tidak ada seorang pun guru ngaji akan demo jika namanya tidak tercantum,” ujar Bupati disambut gelak tawa hadirin. (aisy/min/mlj)

Bagikan :