Pemkab Jember Berharap Apkasi Bisa Bantu Benahi Pengelolaan APBD di Daerah

JAKARTA (titik0km.com)- Delegasi Pemkab Jember turut hadir dalam pertemuan Rapat Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) 2018 di Jakarta. Mewakili Bupati Jember Faida, Kepala Hukum Pemkab Jember Ratno Sembodo mengatakan, banyak hal strategis yang dibahas dalam pertemuan itu.

Beberapa diantaranya yakni soal pencegahan agar kepala daerah tidak menjadi tersangka dalam kasus hukum seperti yang baru-baru ini gencar di sampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi saat Pilkada, KPK melansir banyak sekali calon kepala daerah petahana justru jadi tersangka kasus hukum.

Selain itu juga dibahas soal Kementerian Desa yang menjalin kerjasama dengan penegak hukum seperti Kejaksaan dan Kepolisian dalam pengelolaan dana desa. “Kami berharap agar Apkasi mampu mendorong Kemendes bisa bekerjasama dengan auditor yang independen dan profesional untuk membenahi pengelolaan keuangan di kabupaten maupun di desa, itu justru yang sangat penting,” kata Kabag Hukum Pemkab Jember Ratno Sembodo.

Kedepan dalam hasil pertemuan Apkasi yang diikuti sekitar 50-an kepala daerah itu, Pengurus Apkasi akan menghadap Presiden Joko Widodo untuk membahas persoalan kekinian yang dihadapi kepala daerah. “Apkasi juga akan bertemu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, dan hasilnya akan dibahas dalam rapat kerja nasional yang akan mengundang Kejaksaan dan Kepolisian, acara itu digelar pada bulan Juli mendatang,” terangnya.

Selain membahas roda pemerintahan kabupaten, Apkasi juga menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam hal peningkatan kapasitas produksi dan budidaya tanaman unggul bidang pertanian dan perkebunan. IPB juga akan memfasilitasi kerjasama model agribisnis meliputi pembangunan agribisnis bidang hortikultura, membangun klinik tanaman, mengadakan sekolah peternakan rakyat dan kabupaten mandiri benih padi. “IPB dengan Pemkab juga kerjasama untuk membangun agrowisata, UMKM Pangan olahan, produksi kedelai, pembangunan tambak udang vaname di pesisir pantai dan lainnya,” tambah Ratno. (*)

Bagikan :

Bupati Jember Jadi Narasumber di Seminar Social City di Jakarta

Jember (titik0km.com) – Kinerja bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dalam menjalankan program pemerintahan Jember telah memberikan inspirasi tidak hanya di tingkat nasional, akan tetapi juga tingkat Internasional, Selasa (21/11/2017) Bupati yang mendapat sebutan Bunda Dhuafa ini menjadi narasumber istimewa di forum seminar Social City bertema Aspiration of an Urban Transformation in Asia yang digelar di Jakarta oleh lembaga Fredrich Eberto Stiftung dan pemerintah Indonesia.

Dalam pidatonya, Bupati Faida menceritakan bagaiman misinya dalam menciptakan kota dan desa sosial di Jember Jawa Timur Indonesia, diantaranya bagaimana menjadikan pendidikan gratis yang bertujuan agar tidak ada satupun siswa di Jember yang putus sekolah, tidak hanya itu, Bupati juga menyampaikan investasi besar untuk sekolah yang lebih besar dan lebih baik dengan menyediakan makanan sehat di kantin-kantin sekolah.

Begitu juga mengenai layanan kesehatan, Bupati menyampaikan tentang investasi besar-besaran di bidang layanan kesehatan kepada masyarakat agar lebih inklusi dan lebih baik, terutama terhadap asuransi dan layanan untuk masyarakat dengan menyediakan ambulan gratis untuk seluruh desa di Jember.

“Menyediakan ambulan untuk seluruh desa di Jember bukan hanya menyediakan layanan yang baik saja, tapi juga sarana untuk menegakkan hak masyarakat dalam memperoleh perawatan kesehatan,” ujar Faida.

Saat ini pemerintah kabupaten Jember juga sedang mengusahakan untuk penyediaan akses air bersih secara gratis bagi ribuan rumah tangga, “Kami juga mendukung perempuan dengan mengatur gaji pekerjaan untuk kaum wanita, serta melibatkan semua orang dalam upaya pembangunan untuk menciptakan kohesi sosial dan mempromosikan toleransi antar umat beragama,” kata Faida.

Usaha yang digagas dalam menjalankan roda pemerintahan kabupaten Jember ini diakui oleh Pemerintah Indonesia dengan diterimanya beberapa penghargaan atas usahanya yang sukses tersebut.

Atas presentasi tersebut, peserta seminar maupun Non Governent Organisation (NGO) dalam dan luar negeri mengaku sangat terkesan dengan pemaparan dr. Hj. Faida MMR, bahkan lembaga NGO memberikan apresiasi positif agar Bupati Faida terus bekerja dengan baik, karena pada dasarnya kota dan desa sosial adalah yang sangat mungkin (*)

Bagikan :

Soal Kota Sosial 15 Negara Dengarkan Bupati Jember Faida

JAKARTA (titik0km.com) – dr. Hj. Faida, MMR Bupati Kabupaten Jember menjadi salah satu narasumber istimewa dalam sebuah seminar bertema Social City bertema Aspiration of an Urban Transformation in Asia yang digelar oleh lembaga Fredrich Eberto Stiftung dan lembaga pemerintah Indonesia di Jakarta diikuti kurang lebih 15 negara.

Bupati Faida dalam pidatonya bercerita tentang misinya dalam menciptakan kota dan desa sosial di Kabupaten Jember Jawa Timur, Indonesia.

Sistem Administrasinya diimplementasikan antara lain, Sekolah gratis yang jangan sampai membiarkan seorangpun siswa putus sekolah sejak awal. Sementara itu juga ada investasi besar untuk sekolah yang lebih besar dan lebih baik berupa makanan berkualitas di kantin sekolah, Akses yang lebih inklusif dan lebih baik terhadap asuransi dan layanan kesehatan didirikan dengan berinvestasi secara besar-besaran di Pusat Perawatan Kesehatan Masyarakat dan menyediakan ambulans gratis di seluruh desa di Jember dan saat ini sudah terdistribusikan puluhan unit ambulan. “Jadi ini bukan hanya cara untuk menyediakan layanan kesehatan yang baik, ini adalah sarana untuk menegakkan hak masyarakat untuk mendapatkan perawatan kesehatan!,” ujar Bupati Faida.

Selain itu dia juga menyediakan koneksi gratis ke sistem penyediaan air bersih bagi ribuan rumah tangga untuk menjamin akses terhadap ketersediaan air bersih. “Kami juga mendukung perempuan dengan mengatur gaji pekerjaan terutama untuk wanita. Serta melibatkan semua orang dalam upaya pembangunan untuk menciptakan kohesi sosial dan mempromosikan toleransi antar umat beragama,” terangnya.

Usaha Bupati Faida telah diakui oleh pemerintah Indonesia dan dia menerima beberapa penghargaan atas usahanya yang sukses tersebut. Atas presentasi tersebut, peserta seminar maupun Non Government Organisation (NGO) dalam dan luar negeri mengaku sangat terkesan dengan pemaparan Dr. Hj. Faida. Bahkan lembaga NGO memberikan apresiasi positif agar Bupati Jember Faida terus bekerja dengan baik, karena pada dasarnya kota dan desa sosial adalah sesuatu yang sangat mungkin. (MJL)

Bagikan :

Usai Presentase Pariwisata Jember, Faida Kunjungi Museum Astra

JAKARTA (titik0km.com) – Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, didampingi Head of CSR Division, dan Manager PT Astra International Tbk, diajak keliling Museum Astra and Library, di gedung pusat Astra Jalan Gaya Motor, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017) usai paparan di ajang communication forum.

Faida, baru menyadari bahwa di gedung lobby Astra, ada museum Astra lengkap perjalanan dari masa ke masa jajaran pendiri dan komisaris. Di museum yang canggih dengan katalog secara digital itu dilengkapi dengan beberapa monumen produk Astra, tbk, semisal mobil kijang kotak tahun 1957 serta produksi sepeda motor pertama merek Honda yang diproduksi tahun 1971.

Ditemani salah seorang manajer di Astra, Wiwik, Bupati Faida, dan head of manajer Yuliawan head of corporate communication Astra, mendapatkan penjelasan bagaimana sejarah Astra dari berdiri hingga sekarang.

Perusahaan yang didirikan sejak tahun 1957, diakui memiliki tekad kuat berupa catur dharma, yang isinya nomor satu adalah berbuat dan berbagi untuk negeri dan bangsa.

Dari semula Astra sejak didirikan memang untuk menciptakan karya demi membangun bangsa Indonesia. “Tidak ada perusahaan yang dalam tujuannya pertama itu hanya untuk berbuat bagi bangsa Indonesia,” ujar Yuliawarman, diamini Wiwik.

Rombongan Bupati kemudian berfoto di depan prasasti pembangunan gedung baru Astra, dan monumen Catur Dharma, serta sempat menikmati layanan katalog informasi digital sejarah Astra di layar sentuh.

Di sana tertulis prasasti pembangunan Museum Astra oleh salah seorang Presdir tahun 2008 yakni Michael Dharmawan Ruslim. Faida, juga terkagum kagum, sambil sesekali meminta Astra untuk lebih bisa berbuat bagi Kabupaten Jember.

Jika dari 63 Kota yang telah dibentuk KBA, dari 26 Provinsi yang ada sebagai KBA untuk destinasi desa wisata, maka ke depan Jember diharapkan menjadi second city setelah Surabaya ditetapkan jadi KBA. Sehingga tahun 2018 bisa giliran Jember menjadi KBA.

“Kami melihat Jember sebagai satu kota yang banyak potensi. Mirip dengan kampung berseri kami yang banyak potensi. Ini forum terbuka. Bupati Faida, ini sudah seperti Pak Ridwan Kamil, dan Ahok, telah kita undang di forum ini,” ujarnya.

Jika Jember punya JFC, maka Astra, ingin belajar dan mendengar paparan dari Bupati Jember dr Faida, meski masih baru, bagaimana melihat JFC dan potensi ke depannya.

“Sehingga fokus CSR Astra ke depan di 4 hal, antara lain Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan. Dulu ke social protection saja. Sejak Nawa Cita, bukan di mana Astra berada, diubah menjadi membangun dari pinggir dan keliling Indonesia. Maka sejak itu didesain kelompok kelompok di Desa. Kita telah jalin MoU dengan UGM, dan LSM seta LIPI, ke depan dengan Pemerintah Daerah setempat,” ujarnya.

Ada beberapa daerah yang berpotensi menjadi KBA sehingga akan dikolaborasikan. “Pada prinsipnya bagaimana memelihara potensi karena lebih susah dibanding membangun. Tantangan Bupati Faida itu adalah memelihara. Kita dapat wacana dari beliau yakni kata kuncinya konsistensi. Artinya memulai program sosial sebelum jadi Bupati, lalu membranding, koordinasi, dan konsistensi,” ujar Riza Deliansa, head of CSR Division Astra, menimpali

Bagikan :

Presiden Jokowi : Bupati Masa Kini Jangan Hanya Rutinas, Monoton dan Linear

JAKARTA (titik0km.com) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan Kepala Daerah atau Bupati dan Walikota saat ini seharusnya tidak melakukan kinerja berkutat pada rutinitas, cenderung monoton dan linear dalam roda pemerintahan. Namun pemerintah daerah diminta untuk fokus dalam membangkitkan potensi masing-masing daerah untuk menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Expo 2017 di Hall Utama Jakarta Convention Center (JCC).

Tidak hanya mendorong soal kinerja pemerintah daerah, Presiden Joko Widodo juga membeber kondisi perkembangan zaman dan teknologi saat ini. “Saat ini, pemerintah daerah harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, dunia ini sangat cepat sekali bergerak. Coba lihat di internet, browsing di-google, kita sekarang bisa bertanya apa saja bisa ke situs tersebut, juga minta menunjukkan restoran padang misalkan, tanya hotel, maka akan dijawab jelas disana,” tutur Presiden Joko Widodo.

Dia juga menyampaikan, jika pemerintah daerah tidak antisipasi, maka kita bisa ditinggal. “Bicara transportasi dan hiperloop, kini sudah lewat kendaraan dan trowongan khusus. Belum lagi perkembangan ruang angkasa, bicara mobil masa depan seperti tesla, jadi kita sekarang persiapkan diri betul-betul dengan perubahan yang cepat seperti sekarang ini. Perkembangan yang pesat ini akan datang ke negara kita. Kalo kita tidak antisipasi, maka kita akan hanya jadi pasar dan tidak dapat apa apa,” ujarnya. Menurutnya, saat ini tugas pemerintah yakni segera menyiapkan sumberdaya manusia untuk menyesuaikan dengan perubahan teknologi dan perkembangan zaman. “Kalo tidak, kita hanya akan dijadikan pasar Saja, dan tidak dapat untung apa. Soal perikanan, kita hanya bicara cangkrang trowl. Tapi sekarang dunia sudah mulai offshore aqualculture. Liat saja negara lain yang sudah mulai itu, tiru saja, baru kemudian dimodifikasi sambil jalan.

Jadikan partner sambil kita belajar, jangan pakai cara konvensional,” katanya.

–Efisien dan Produktif Saja Tidak Cukup–

Dia juga menyampaikan, jika dahulu kabupaten dan kota untuk bisa bersaing hanya cukup dengan dua efisien dan produktif. “Tapi sekarang, itu tidak cukup, butuh lebih dari itu. Sekarang harus punya tiga hal, inovasi dalam segala hal,

kreatifitas yang terus menerus, dan entreperenursip. Tiga hal itu kewajiban daerah untuk disiapkan, agar kita bisa bersaing. Tiap kali saya bertemu presiden

di luar negeri, kami selau membahas perubahan yang sangat cepat itu,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo juga menerangkan, pada generasi mendatang atau lima tahun lagi, sebutlah Generasi Y akan mendrive masuk pasar dan bisa memegang dan mengendalikan perubahan. “Landscap ekonomi politik pasti akan berubah, maka diperkirakan Generasi Y ini akan mampu menguasai pasar. Gen ini tidak akan baca koran, tidak akan liat televisi, tapi akan liat lewat smartphone,” terangnya.

Dia juga menambahkan, perubahan itu memerlukam antisipasi dan persiapan yang begitu cepat. “Daerah perlu siapkan ini, tidak akan bisa dibendung, ini pasti akan datang. Soal perizinan cepat itu sudah harus di semua daerah, jangan sampai berbulan-bulan, kita harus bicara jam dan hari. Kalau tidak, maka kita akan ditinggal,” terangnya.

Yang memprihatinkan kata Presiden Joko Widodo yakni dirinya masih mendengar, ada daerah masih ada perizinan yang lama. “Ini bupati ngerti apa tidak, izin itu ya hitungan hari, kalo lebih seminggu, ya akan ditinggal kalo lama. Cepat sekali perubahan ini,” ujarnya. Disela-sela pidato, Presiden Joko Widodo juga

berkelakar agar kondisi tidak terlalu tegang.

“Ini kok diem, diemnya apa kok, saya tidak tahu apa mikir menyiapkan perubahan atau gimana ?,” sindirnya disambut gelak tawa hadirin. Dia berharap bupati-bupati ketika pulang dari Expo Apkasi 2017 nanti juga akan menyiapkan perubahan yang lebih baik dan bisa melakukann loncatan bersama dan bersaing dengan negara lain. “Sumberdaya manusia kita tidak kalah, harus bisa bersaing. Daerah harus membangkitkan masing-masing. Harus fokus, penggunaan anggaran harus fokus apa yang menjadi potensi daerah, jangan dibagi rata ditiap dinas, kuno banget itu,” katanya. Diakhir pidato, Presiden Joko Widodo menitipkan kondisi saat ini yakni soal panggung politik nasional yang masih didominasi jiwa-jiawa yang kosong dan kering. “Kita butuh jiwa yang mulia, moralitas yang baik, akan budi yang baik. Itu untuk mengantarkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” tandasnya.

–Apkasi Expo 2017, Untuk Menumbuhkembangkan Entrepreneur Daerah Hadapi

Persaingan Global

Sementara Mardani H Maming Ketua Umum menyampaikan, Apkasi Expo 2017 merupakan Even Pameran Tahunan Apkasi yang telah berlangsung selama 13 kali. “Kegiatan ini menjadi pengganti Apkasi International Trade and Investment Summit (AITIS)/Indonesia Investment Week dan merupakan upaya Apkasi dalam rangka ikut mensukseskan program pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah melalui perdagangan, pariwisata dan investasi,” kata Mardani yang juga Bupati Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain pameran dan business matching, even tahunan ini juga akan menggelar Semiloka peningkatan kapasitas terkait dengan peningkatan perdagangan dan investasi. Even ini dihadiri lebih dari 10.000 pengunjung potensial setiap tahunnya yang berasal dari kalangan pelaku usaha dan investor dalam dan luar negeri. Apkasi Otonomi Expo 2017 yang diikuti ratusan pemerintah kabupaten ini dapat menjadi sarana strategis bagi para peserta untuk mendapatkan akses perdagangan dan investasi yang lebih luas. Sedangkan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR menyampaikan, pidato Presiden Joko Widodo sangat bagus sekali dalam mendorong optimisme pemerintah daerah dalam membangun dan mengembangkan potensi daerah. “Kita ikut maramaikan even Apkasi Expo 2017 dengan mendisplay produk unggulan lokal Jember seperti kopi Kahyangan dan lainnya, cokelat, rokok BIN, batik, kerajinan tangan, makanan camilan khas, air mineral Hazora serta produk unggulan Jember lainnya. Booth kita di Expo tadi ramai sekali pengunjungnya, ada talent dari JFC juga ikut di acara ini dan menarik pengunjung,” kata Bupati Faida. Dalam even nasional ini, Bupati Faida juga mengerahkan dua Direktur BUMD untuk ikut serta antara lain Haryanto Direktur PDP Kahyangan dan Adi Setiawan Direkur PDAM, Plt Sekda Mirfano, Kadisperindag M Maruf, Kadispariwisata Arief Cahyono, Kabag Hukum Ratno serta pejabat lainnya yang turut dalam melancarkan transaksi perdagangan potensi daerah. Dalam kesempatan itu, booth Pemkab Jember memang lokasinya yang strategis berdekatan dengan panggung utama, menjadikan banyak pengunjung seperti salah seorang Duta Besar Peru, konsulat Swedia, serta investor dari berbagai daerah untuk berbincang tentang potensi daerah dari Jember yang bisa diperdagangkan dan menarik kepariwisataan secara nasional.

Selain itu booth Pemkab Jembe juga mengerahkan tiga barista kopi andalan yang ternyata dalam even itu juga mampu menarik para pengunjung untuk menikmati sajian racikan kopi khas Jember dari berbagai macam merk. Uniknya, dalam suasana menikmati kopi, para pengunjung dengan leluasa membuka obrolan santai soal potensi perdagangan, pariwisata dan investasi. Expo yang bener-bener keren.

Laporan Laporan dari Apkasi Expo 2017, Jakarta Convention Center.

Oleh : PJ Moko, Freelance Journalist.

Bagikan :

Aston Anyer Beach Resort dari Archipelago International

JAKARTA (titik0km.com) – Luar biasa, keluarga Aston dari Archipelago International genap menjadi 100 hotel, Salah satunya direncanakan akan dibuka pada akhir tahun 2014 ini. Archipelago International akan menandai Aston Anyer Beach Resort sebagai tonggak sejarah yang sangat luar biasa sebagai perintis grup manajemen hotel terdepan. Siap untuk menyambut tamu pertamanya pada bulan Desember, pembukaan Aston Anyer Beach Resort akan menjadi hotel Aston yang ke-100 bagi Archipelago pada rilis yang disampaikan pada Jumat (26/9) kepada redaksi.

Menurut Mr. John Flood – President & CEO of Archipelago International, untuk merayakan tonggak sejarah ini, hotel Aston ke-100 terletak di tepi pantai yang sangat indah. Anyer adalah salah satu tujuan liburan di daerah Jawa paling paling populer bagi warga Jakarta dan warga Jawa Barat, adalah sebuah kota pantai bagian barat yang indah di wilayah Banten, dan terkenal dengan pemandangan menakjubkan seperti matahari terbenam di balik Gunung Rakata. Dengan beragam kegiatan rekreasi pantai yang dapat dilakukan seperti jet ski, parasailing, mengendarai speed boat dan olahraga air lainnya, wilayah ini sekaligus populer bagi keluarga, pasangan dan teman-teman.

“Setelah dilakukannya acara topping off pada bulan Juli tahun ini, kami sangat senang dapat memperkenalkan Aston Anyer Beach Resort yang akan menjadi hotel ke-100 dari koleksi hotel Aston yang kami miliki. Anyer merupakan lokasi yang sangat bagus untuk merayakan momentum ini, dengan besarnya pemasukan pariwisata dari berbagai macam wisatawan, serta pemandangan yang indah dan pantai pribadi yang menakjubkan. Kami sangat yakin bahwa peristiwa bersejarah ini akan menjadi salah satu pencapaian terbaik kami yang akan dilanjutkan dengan prestasi lainnya di masa yang akan datang,” ujar Mr. John Flood – President & CEO of Archipelago International.

Menawarkan perpaduan yang sangat sempurna antara kenyamanan dan pemandangan yang eksotis, Aston Anyer Beach Resort terletak di pusat wilayah pantai Anyer, hanya 90 menit berkendara dari ibukota Indonesia. Hotel ini akan memiliki 101 kamar dan suites,  serta siap melayani berbagai macam pelancong, serta akan dilengkapi dengan restoran yang nyaman, fasilitas rekreasi, termasuk kolam renang outdoor untuk dewasa dan anak – anak, pantai pribadi, meja billiard dan meja ping pong, tempat api unggun dan spa. Tersedia juga pusat konferensi yang moderen untuk tamu bisnis, berupa 3 ruang pertemuan yang terletak pada lantai teratas sehingga dapat menikmati pemandangan indahnya laut lepas. Dilengkapi dengan teras diluar ruangan, area yang terbuka ini sangat cocok untuk menikmati kopi atau menikmati cocktail yang menyegarkan dengan suasana matahari terbenam. (asd)

Bagikan :

Favehotel Zainul Arifin Jakarta Pusat Siap Layani Pebisnis dan Pelancong

JAKARTA (titik0km.com) – Melanjutkan pengembangan suksesnya bran favehotel di Ibukota Indonesia, Archipelago International kembali akan membuka favehotel terbaru di Jakarta Pusat segera pada tahun ini.

Jakarta merupakan rumah bagi lebih dari 10 juta orang dan merupakan kota metropolitan yang sangat besar serta termasuk salah satu kota terbesar di dunia. Jakarta merupakan kota yang sangat kontras antara tradisional dan moderen, yang sakral dan duniawi. Populasinya terdiri dari semua kelompok etnis yang ada di kepulauan Indonesia, hidup di bawah semboyan nasional : Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti “Berbeda-beda tapi tetap satu”.

Menurut Norbert Vas, Wakil Presiden Penjualan & Pemasaran Archipelago International, Jakarta merupakan Ibukota yang memiliki beranekaragam penduduk, dengan penduduk lokal serta wisatawan yang datang dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi budaya yang ada, melakukan kegiatan bisnis di pusat keuangan serta menikmati beraneka ragam kuliner, pusat perbelanjaan serta hiburan yang ada. “Favehotel Zainul Arifin dapat memenuhi kebutuhan dari berbagai macam wisatawan seperti ini, dengan lokasi berada di pusat kota, staf yang ramah serta fasilitas premium. Kami sangat senang dapat menambahkan favehotel baru ini ke dalam portofolio Archipelago International di Ibukota,” ucap Norbert Vas.

Baik itu bisnis ataupun liburan, daerah Zainul Arifin di Jakarta Pusat menawarkan akses ke daerah utara dan pusat bisnis di daerah pusat, daerah pecinan, serta dekat dengan kantor – kantor pemerintahan di sekitar Istana Kepresidenan. Bandara Internasional Soekarno Hatta hanya berjarak 35 – 45 menit perjalanan dengan berkendaraan.

Dengan lokasi yang strategis ini, favehotel Zainul Arifin merupakan pilihan utama untuk pelancong baik itu untuk jangka pendek maupun jangka panjang, pengusaha ataupun keluarga. Hotel bujet dengan 84 kamar super bersih dan kontemporer ini memiliki tempat tidur dengan kasur berkualitas terbaik, bantal tambahan, yang dipadu dengan perlengkapan tidur yang nyaman untuk memberikan kenyamanan ketika menginap.

Akses WiFi kecepatan tinggi di seluruh area hotel membuat para tamu selalu terhubung sementara TV LED menawarkan pilihan hiburan yang menyenangkan. Kafe eklektik hotel menawarkan sarapan yang sederhana tetapi memiliki beberapa pilihan menu, serta banyak pilihan makanan ringan dan sehat yang dapat dipesan sepanjang hari. Hotel ini juga memiliki fasilitas lainnya seperti ruang pertemuan diperuntukan untuk para pelancong bisnis.

Dengan tagline “Fun, Fresh dan Friendly”, favehotel Zainul Arifin berkomitmen untuk memastikan tamu dapat tinggal dengan nyaman. Staf yang ramah dan sopan akan langsung membantu para tamu selama mereka menginap, dan bahkan mereka akan menawarkan bantuan kepada para tamu dengan berbagi informasi dan menikmati beragam tempat menarik di sekitarnya seperti Museum Nasional dan Monumen Nasional. (asd)

Bagikan :

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara

Oleh : Mike Reyssent*

Terdakwa kasus penyuapan terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Muktar, terkait kasus sengketa Pilkada Banten, Ratu Atut Chosiyah divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp 200 Juta, subsider 5 bulan kurungan, oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Menyatakan terdakwa Atut Chosiyah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primer,” kata Ketua Majelis Hakim Matheus Samiadji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (1/9/2014).

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan tim jaksa KPK. Dalam persidangan sebelumnya, tim jaksa KPK menuntut Atut 10 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan penjara (kompas.com)

.Menurut majelis hakim, hal yang meringankan hukuman Atut di antaranya berlaku sopan dalam persidangan, tidak pernah dihukum, dan Atut adalah seorang ibu yang juga memiliki cucu.

“Hal yang memberatkan, tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi,” kata Matheus

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan tim jaksa KPK. Dalam persidangan sebelumnya, tim jaksa KPK menuntut Atut 10 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan penjara.

*****
1409579004421246971

dikutip dari kompas.com

Dalam tulisan ini, saya bukan ingin mengintervensi Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta tersebut, karena apalah artinya diri saya ini. jika dibandingkan oleh Para Hakim Yang Mulia tersebut.

Karena, setelah membaca berita di Kompas.com itu, ada hal yang menggelitik dipikiran saya dan menimbulkan banyak pertanyaan terkait tentang tulisan yang tercetak tebal di atas.

Apakah “hanya” karena Ratu Atut Chosiyah berlaku sopan dan seorang ibu yang juga mempunyai cucu lalu Majelis Hakim Tipikor Jakarta mengurangi hukuman sebesar 0% dari tuntutan jaksa KPK? Padahal dalam putusan tersebut, masih ada hal yang memberatkan terdakwa, yaitu terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi?

Jadi, secara hitung hitungan saya yang bodoh dan memang kurang mengerti hukum, ini bisa diartikan pengurangan hukuman karena ada 2 hal yang meringankan tersebut, bisa mencapai angka70% sampai dengan 80%, daripada yang dituntut oleh jaksa KPK tersebut?

Jika tuntutan jaksa KPK 10 tahun, dikurangi sampai 70%, berarti Ratu Atut Chosiyah akan mendapat hukuman selama 3 tahun, lalu ditambah dengan hal yang memberatkan terdakwa sebesar 1/3 dari hukuman yang sudah dikurangi maka akan ketemu angka 4 tahun itu (saya tidak mengikut sertakan hitungan uang denda yang “benar benar sangat kecil” untuk ukuran Ratu Atut Chosiyah ini)

Jika keputusan Majelis Hakim Tipikor, mengurangi 80% jumlah tuntutan jaksa KPK yang menutut dengan 10 tahun, maka angka yang didapat adalah 2 tahun, karena ada hal yang memberatkan, lalu ditambah 100% jumlah hukuman dari angka yang sudah dikurangi tersebut, maka didapat angka 4 tahun.

Semua keputusan di pengadilan adalah hak mutlak dari Yang Mulia Majelis Hakim, tapi apakah dengan keputusan itu, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor juga sudah mendukung upaya pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi?

Apakah Yang Mulia Majelis Hakim sudah benar benar mencerminkan keadilan buat masyarakat?

Sangat banyak kasus sepele di negeri ini, yang tetap mendapat hukuman tanpa ada pertimbangan seperti itu.

Apakah Hakim Majelis Tipikor sudah ikut menimbang efek dari perbuatan pelaku?

Bisa dibayangkan, efek korupsi itu yang selalu menjadi momok bagi bangsa ini. Betapa sengsaranya kehidupan rakyat karena ulah para koruptor ini…

Jika hanya menghukum terdakwa dengan hukuman ringan, apakah akan membuat efek jera atau malah hanya akan membuat koruptor tidak lagi kuatir melakukan tindakan kejinya itu.

Seperti pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, faktor yang meringankan terdakwa karena berlaku sopan dan ibu yang juga mempunyai cucu.

Apakah faktor yang meringankan terdakwa itu, diberikan sudah berdasarkan pertimbangan yang matang dan diberikan kepada setiap terdakwa?

Faktor yang meringankan terdakwa dalam pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan TIpikor tersebut adalah faktor yang hampir dimiliki oleh semua terdakwa pada umumnya apalagi terdakwa koruptor yang notabene rata rata sudah mempunyai keluarga.

Lalu mengapa faktor yang meringankan terdakwa seperti itu tidak diberikan oleh semua hakim pengadilan kepada semua terdakwa? Lalu, apakah karena pertimbangan tersebut bisa mengurangi sedemikian besar jumlah hukuman yang dituntut oleh jaksa KPK?

Jika hal itu selalu diberikan kepada semua terdakwa, lalu buat apalagi jaksa membuat tuntutan basa basi dengan angka yang besar? Buat saja tuntutan dengan tulisan sudah dikurangi faktor yang meringankan, karena toh pasti akan diberikan bonus pengurangan hukuman oleh majelis hakim itu kan?

Apa pertimbangan para hakim untuk memberikan “bonus pengurangan hukuman” dengan alasan ada faktor yang meringankan terdakwa kepada seorang terdakwa?

Atau apakah “bonus pengurang hukuman” dengan alasan ada faktor yang meringankan ini yang sering menjadi alat tawar menawar putusan dalam pengadilan oleh para mafia pengadilan?

*****

Sekali lagi saya ingin menuliskan, sudah saatnya para penegak hukum melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu, tanpa memandang lagi siapa dia. Tegakan hukum seadil adilnya karena dengan adanya penegakan hukum yang baik, akan membangkitkan kepercayaan seluruh masyarakat kepada aparat hukum….

Revisi segera Undang Undang, sehingga tidak ada lagi pasal karet yang bisa membuat tawar menawar hukuman di pengadilan dan bisa menimbulkan merajalelanya mafia pengadilan….

Salam Damai…. (*)

Bagikan :

Segera Hadir Favehotel Cikarang

JAKARTA (titik0km.com) – Direncanakan akan dibuka pada akhir tahun ini, favehotel Jababeka Cikarang akan menjadi favehotel terbaru dari Archipelago International, sebuah hotel yang ditujukan untuk para wisatawan bisnis di Cikarang.

Menurut Nita Janita Ekaniana, Public Relations Manager Archipelago International, Cikarang merupakan pusat kota dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan daerah Jababeka-nya yang menjadi kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. favehotel Jababeka Cikarang terletak di lokasi yang strategis di pusat industri Cikarang sangat cocok untuk wisatawan yang melakukan kegiatan bisnis di sekitarnya, berjarak 30 menit dari kota industri dan ratusan pabrik. “Hotel ini juga hanya berjarak 5 menit dari Pintu Tol Cikarang, 45 menit dari pusat bisnis Jakarta serta 60 menit dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, hal ini membuat perjalanan bisnis menjadi lebih nyaman dan efisien,” ujar Nita Janita Ekania

favehotel Jababeka Cikarang akan menghadirkan 155 kamar yang modern dan fungsional serta menyatu dengan fasilitas penting bagi wisatawan bisnis, seperti standarisasi untuk kebersihan dan keamanan yang setara dengan hotel mewah, desain yang trendi kontemporer dan perlengkapan tidur yang sangat nyaman.

Setiap kamar didesain sesuai ciri khas favehotel yaitu dengan menawarkan fasilitas seperti TV LED 29” dengan saluran local dan internasional, kamar mandi yang dilengkapi dengan standing shower, tempat untuk stop kontak listrik, meja, lemari, dan sama seperti favehotel lainnya, WiFi gratis dengan kecepatan tinggi untuk memudahkan wisatawan agar tetap terhubung. Hotel ini juga menawarkan 6 ruang rapat yang dapat menampung sampai dengan 170 tamu untuk beragam acara, yang juga dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan yang menunjang kegiatan pertemuan tersebut. (asd)

Fave Jababeka - Exterior-01

Bagikan :