Kades Perintis Sesalkan Ambulans Desa “Balik Kucing”

JEMBER (titik0km.com) – Ambulans desa dinilai sangat bermanfaat untuk masyarakat Jember. Mereka yang sakit perlu dirawat ke rumah sakit, kini diantar gratis tanpa harus bayar.

Kepala Desa (Kades) Mlokorejo Puger, Mahfud, mengaku telah merasakan manfaatnya. “Desa saya sudah terima ambulans desa. Kami terimakasih Ibu Bupati,” katanya, saat serap aspirasi Malam Jumat Manis di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (25/1/2018) malam.

Soal ada aksi pengembalian mobil ambulans, Mahfud, menegaskan itu hanya sikap segelintir oknum kades. “Kami kok mau mengembalikan. Lawong ambulans desa sangat bermanfaat untuk rakyat,” pungkas.

Sebelumnya kata Mahfud, para kades di Jember harus pakai mobil pribadinya hanya untuk mengantar warga yang sakit.

“Sekarang kan sudah enak, mobil sudah diberi bupati, kok masih mau dikembalikan,” sesalnya.

Kades Tanggul Kulon Arifin Wahyuono, mengaku sampai saat ini mobil ambulans jatah desanya belum diterima. Karena masih menunggu kelengkapan surat kendaraan dan alat kesehatan. “Ya saya bersabar. Toh pasti dapat, jika sudah gilirannya,” tuturnya.

Kata Arifin, dia malah menyindir pihak yang tak sabar. “Ini mobil ambulans, bukan mobil tahu bulat,” sindirnya.

Pun demikian Kades Kramat Sukoharjo, Tanggul, Dwi Siswanto. Desanya yang belum menerima ambulans saja bersabar. “Begini saja, jika ada mobil ambulans desa yang dikembalikan, kasihkan desa kami saja,” pintanya.

Dwi menolak khufur nikmat. Terlebih dia sadar, mobil ambulans desa bukan mobil konsenan (baca : dinas) kades. “Jangan salah kaprah. Mobil ambulans desa bukan untuk kades, tapi untuk masyarakat desa. Jika sampai dikembalikan, yang rugi masyarakatnya,” jelasnya. (myn/al/mul)

Bagikan :

Harusnya, Demo Tidak Menggunakan Nama Kiyai

JEMBER (titik0km.com) –   Rencana aksi menuntut Bupati Jember mundur, mulai mendapat respon penolakan sejumlah ormas asli Jember. Seperti Ormas Perintis, yang menilai rencana aksi 212 versi Jember, kental muatan politis.

Ketua Ormas Perintis Jember, Gembong Konsul Alam, menilai ada kelompok oposisi bupati, memanfaatkan momen aksi dahsyat 212 Bela Islam seperti saat melawan Ahok di Jakarta. “Tapi ini Jember bung. Bukan Jakarte,” sindirnya.

Soal Ahok di Jakarta, tentu sangat berbeda dengan Bupati Faida di Jember. “Coba cek, adakah kebijakan bupati yang merugikan umat Islam?. Tidak ada,” tegasnya.

Gembong pun malah memuji, sikap bupati yang menaikkan tunjangan guru ngaji di kampung-kampung yang jadi 3 kali lipat. “Apalagi sekarang di mana-mana sering ada sholawatan. Ini prestasi. Bukan malah dikritisi,” ujarnya.

Belum lagi soal rencana Bupati Faida, membangun bandara untuk embarkasi haji dan umroh di Jember. “Rencana itu bukan wacana. Tapi nyata. Angkasa Pura II sudah bersedia. Bahkan Presiden Joko Widodo setuju, atas gagasan bupati yang perpihak pada umat Islam,” bebernya.

Gembong merasa heran, di Jember bisa dipastikan, baru Bupati Faida yang menerapkan bisa sekolah di mana pun, bagi pelajar yang hafal al quran. “Masak ini masih mau di demo, atas nama kiyai dan santri?. Saya kok heran,” sesalnya.

Ketua II Ormas Perintis Jember, Cak Omen, menilai memang seksi demo pakai nama kiyai dan santri. Namun itu tidak baik, karena ada nama agama yang dikedepankan. “Kalau menilai kinerja 2 tahun Bupati Faida, saya kok puas banget,” akunya.

Kata Cak Omen, 2 tahun bisa merealisasikan 16 janji kerja, dia nilai keseriusan membangun Jember sudah sangat tampak. “Kalau saran saya, sabar dulu lah. Tunggu tiga tahun lagi, cari calon yang layak, lawan Faida di Pilkada berikutnya. Itu lebih terhormat,” pintanya.

Kades Tanggul Kulon yang juga koordinator kades di Ormas Perintis Jember, Arifin Wahyuono berharap tak ada kegaduhan politik di Jember. Apalagi, mempolitisir sikap dan kebijakan bupati yang sudah pro rakyat.

Kata Arifin, dia menilai rencana aksi 212 lebih tinggi hasrat politiknya, ketimbang untuk kepentingan rakyat Jember. “Kenapa?, karena saya nilai, pembangunan era Bupati Faida sudah merata,” katanya.

Seperti yang dicontohkan di desanya. Bukan hanya pengaspalan, pavingnisasi pun juga merata di desa-desa. “Sekarang pembangunan merata, karena bupatinya tak mau minta jatah (tidak korupsi),” tegasnya.

Arifin, menyindir penggagas aksi 212 versi Jember, dengan kata-kata : “Nikmat apa lagi yang kau dustakan?,” katanya.

Karenanya, dia meminta supaya masyarakat Jember tak mudah terpengaruh, gerakan dengan embel-embel 212, seolah-olah gerakan bela Islam yang pernah ramai di Jakarta. “Karena memang benar, pemimpin jujur tak mau korupsi, jadi sasaran tembak banyak orang. Tapi rakyat, pasti mendukung pemimpin jujur,” pungkasnya (*)

Bagikan :

Selamatkan Anak Bangsa, Bupati Jember Terbitkan Status KLB Difteri

Jember (titik0km) – Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB) wabah difteri menyusul wabah difteri menyerang Jawa Timur paska ditetapkannya status KLB Jawa Timur oleh Gubernur.
Melalui keputusan nomor 188.48/170/I1.12/2018 menyatakan sejak 8 Januari 2018 berlaku status KLB di Jember dan segera dilakukan ORI (outbreak response imunization) atau imunisasi massal ke seluruh wilayah dengan usia sasaran 1 – 19 tahun melibatkan seluruh Posyandu, Puskesmas, Faskes, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, Universitas dan Pondok Pesantren.
“Status KLB ini untuk memproteksi daerah Jember secara epidemologi dan menyelamatkan generasi dari kasus difteri,” tegas Bupati Faida, peraih Satya Lencana Presiden ini.
Menurutnya, imunisasi adalah hak setiap anak. Pemberian imunisasi adalah bagian dari pemenuhan hak anak. Untuk mengantisipasi terjadinya epidemologi difteri ke Jember, maka diterbitkan status KLB.
“Upaya pencegahan (profilaksis) bagi carier dan suspect difteri harus dilakukan secara “gropoyokan” melibatkan seluruh fasilitas kesehatan baik (FKTP), dan fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL),” tuturnya lagi.
Seluruh fasilitas kesehatan harus melakukan penyelidikan / surveilance kepada setiap kasus difteri, memonitoring, mengevaluasi setiap bulan seesuai mekanisme pencatatan dan melaporkan ke Bupati.
“Ketetapan ini menindaklanjuti kasus difteri di Jawa Timur secara umum karena harus dilakukan proteksi di daerah seperti amanah UU dan instruksi dari Gubernur Jawa Timur agar tidak meluas dan epidemik hingga tidak ditemukan lagi kasus difteri,” ujar Faida.
Sebagai gambaran seperti laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, yang mengutip data dari majalah Tempo.co, per November 2017 ditemukannya kasus difteri mewabah itu mayoritas karena tidak adanya imunisasi.
“Ini kenyataannya bahwa sebagian besar tidak diimunisasi”, ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jember dr Siti Nurul, mengutip pernyatan Muhammad Subuh, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.
Data Tempo.co secara faktuil Provinsi Jawa Timur terdapat angka tertinggi difteri dengan 371 kasus dan angka kematian 11 kasus. Dalam angka perbandingan imunisasi se Indonesia sebanyak 1 % telah diimmunisasi lengkap, 33 % imunisasi tidak lengkap, dan 66 % tidak imunisasi. (Al1/MJL)

Bagikan :

Pemerintah Bantu Uang Muka Beli Rumah Di Istana Tegal Besar

Jember (titik0km. Com) – PT Kinansyah Adi Jaya Land developer ternama di Jember, tak lepas dari upaya kreatif dan terobosan memanjakan calon konsumen warga Jember.
Kali ini tanpa downpayment masyarakat bisa memiliki rumah atau hunian karena program ini khusus dilaunching Kinansyah group. “Pemerintah daerah sedang membangun 2.002 unit rumah. Tahun 2018 ini dilaksanakan, ” ujar H Abdussalam, bos Kinansyah.
Tawaran hunian dikemas desain moderen, minimalis, futuristik dan berwawasan lingkungan. Beberapa hunian itu Kaliurang, Istana Kaliwates dan Istana Tegalbesar.
Kinansyah tidak pernah mendesain hunian kompleks perumahan dengan meninggalkan fasilitas umum sarana ibadah musalla dan masjid.
“Kita sesuaikan dengan karakter dan lingkungan hunian nanti. Sesuai kebutuhan masyarakat itu adalah fasum tempat ibadah, ” tegas Abdussalam.
Kesempatan langka ini disosialisasikan kepada masyarakat untuk menunjang program pemerintah daerah berupa perumahan rakyat dengan biaya sangat ringan. “Untuk jelasnya masyarakat silakan datang ke Kantor Kinansyah di Kaliurang Sumbersari, ” pungkas Salam. (MJL/SKN)

Bagikan :

Reuni Pendukung Faida Muqiet, Bupati Minta Relawan Bersatu Demi Jember

Jember (titik0km) – Bupati Jember Faida bertemu dengan ratusan relawan pendukungnya di lingkungan Alorsi (Arek Lor Kantor Polisi)  Tanggul, Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul. Pertemuan itu bebarengan dengan acara puncak Gebyar Seni Budaya Pendhalungan di Alun-alun Kecamatan Tanggul.

Dihadapan pendukungnya,  Bupati dr.  Hj.  Faida MMR dihadapan pendukungnya menyampaikan agar para relawan teguh pendirian dan tidak bercerai berai,  serta memiliki niat yang tulus untuk memajukan Jember.

“Saya meminta kepada relawan agar tetap teguh dan tidak bercerai berai,  serta fokus untuk mendukung program pemerintah kabupaten Jember, saat ini bukan lagi bukan mendukung Faida Muqiet,  tapi mendukung progran Pemkab untuk kemajuan Jember,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut,  bupati juga menyampaikan realisasi 16 program kerja dari 22 program kerja pemkab yang telah dijalankan.

“Sampai akhir tahun ini, sudah ada 16 dari 22 program kerja bupati dan wakil bupati yang sudah terealisasi untuk masyarakat Jember. Tahun depan akan kita tuntaskan 22 program kerja insyaallah terealisasi semua,” ujar Bupati Faida.

Dia juga menyampaikan, 16 program kerja yang sudah terelisasi itu diantaranya, pendidikan gratis, beasiswa mahasiswa, ambulan desa, bantuan untuk UMKM, revitalisasi pasar tradisional, insentif guru ngaji, memberikan dukungan industri wisata dan kreatif, memberikan asuransi kesehatan gratis, meningkatkan akses pondok pesantren, pengembangan seni budaya, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di kota sampai pelosok desa serta lainnya.

Selain itu untuk persiapan bandara embarkasi haji di Bandara Notohadinegoro Jember juga terus dimatangkan dengan koordinasi suntikan pendanaan APBN senilai Rp 380 miliar.

“Tahun depan program kerja kita akan semakin dikerucutkan menjadi 5 bidang utama yang akan diprioritaskan, antara lain, Jember maju Iptek dan Imtaq, Jember Mandiri, Jember Sehat, Jember Kuat dan Bersih, dan Jember Kota Wisata Berbudaya.

Relawan yang hadir dalam acara itu yakni RPJ dan Banteng Soduk.

Setelah memberikan semangat para ratusan relawan dan warga setempat di Kampung Perjuangan Alorsi atau utara Kantor Polsek Tanggul, Bupati Faida diarak menggunakan reog, jaran kencak, sakera serta seniman dan budayawan, menuju Alun-alun Kecamatan Tanggul. Pada kesempatan itu, berbagai pertunjukan seni budaya pendhalungan akan dipertontonkan dan produk usaha lokal setempat juga dipamerkan ke khalayak. (*)

Bagikan :

Ikut Fun Bike Dapat Voucher Rumah Dari Kinansyah Group

JEMBER (titik0km.com) – Developer ternama di Jember, PT Kinansyah Adi Jaya Land (Kinansyah Group) selaku pihak developer ternama di Jember benar-benar menunjukkan keseriusannya bersinergi dengan berbagai pihak. Termasuk mendukung penuh berbagai event yang digelar, salah satunya event Jawa Pos Radar Jember Fun Bike 2017 yang digelar hari Minggu depan tanggal 10 Desember 2017 dengan start gedung Balai Serba Guna Kaliwates Jember.
“Kita support berbagai event yang digelar untuk menyemarakkan Jember. Pada event Fun Bike Radar Jember setiap peserta yang ikut, kita kasih potongan harga atau voucher senilai Rp 1,5 juta untuk setiap pembelian rumah di PT Kinansyah Adi Jaya Land,” ujar Abdussalam Alamsyah, Direktur Umum PT Kinansyah Adi Jaya Land.
Dijelaskan, ada berbagi resep keuntungan membeli rumah baru di developer. Menurut Manager PT Kinansyah Ady Jaya Land (Kinansyah Group) Ayak Al Riyad Silahuddin, salah satu keuntungan membeli rumah baru di developer, pembeli bisa mengetahui kondisi awal rumah dengan kualitas material yang bisa disesuaikan.
“Bahkan bisa melakukan desain khusus sebelum rumah mulai dibangun. Selain itu,juga dapat memperkirakan perencanaan renovasi tahap berikutnya pada rumah tersebut,” ujarnya.
Masih menurut Ayak, keuntungan lainnya adalah pilihan pembayaran yang lebih fleksibel. “Umumnya jual beli rumah adalah cash keras. Tetapi untuk rumah baru di pengembang, umumnya memberikan pilihan fasilitas pembayaran,” paparnya. Antara lain, cash bertahap dengan jangka waktu tertentu (in house) serta pembiayaan melalui KPR bank dengan waktu yang relatif panjang. Hal ini, kata Ayak, memudahkan pembeli untuk mengatur kondisi keuangan.
Tidak hanya itu saja, pembeli mendapatkan legalitas yang jelas. “Dokumen legalitas rumah mencakup sertipikat tanah, IMB dan PBB pastinya menjadi prioritas developer,” tegasnya. Hal ini memberikan ketenangan bagi pembeli terhadap kepastian hukum atas kepemilikan aset rumah.
Keuntungan lainnya adalah menyangkut fasilitas umum. “Developer yang berpengalaman selalu mengutamakan kenyamanan penghuni rumah,” ujarnya. Tentu ketersediaan fasilitas seperti jalan, saluran, taman, sarana ibadah, area komersial, sarana olahraga, serta fasilitas lain menjadi prioritas.
“Hal ini sangat penting bagi penghuni rumah untuk beraktifitas sehari-hari,” jlentrehnya.
Ayakmmenambahkan, jika membeli rumah di developer dipastikan harga akan naik. “Selain sebagai hunian, rumah juga menjadi salah satu perangkat investasi. Sebagai developer, tentu setiap kurun waktu tertentu akan melakukan koreksi harga,” ujarnya. Baik karena naiknya harga bangunan maupun penyesuaian harga dari kebijakan developer.
Hal ini, kata Ayak, mampu mendongkrak nilai rumah yang dibeli di waktu sebelumnya. :Kecenderungan kenaikan biasanya dimulai dari awal launching, pembangunan tahap pertama, fasilitas pendukung terbentuk, rumah mulai dihuni pembeli hingga terbentuk masyarakat yang majemuk,” ujarnya. Semua ini, lanjut dia, adalah faktor-faktor penyebab kenaikan harga di suatu perumahan.
Maka darinitulah, PT. Kinansyah Adi Jaya Land (Kinansyah Group) saat ini menghadirkan banyak pilihan rumah baru dengan kawasan yang nyaman dan strategis.
Mana saja lokasinya? Ada lima lokasi yang ditawarkan dengan keuntungan tersebut. Selain ada perumahan Istana Tegal Besar, New Tegal Besar Cluster, Kaliurang Green Garden, Istana Kaliwates Residence, Istana Wirolegi bisa menjadi pilihan untuk memiliki rumah baru.
“Untuk nformasi lebih lanjut, bisa hubungi kantor pemasaran kami di Jalan Kaliurang No. 7, Jember. Atau bisa menghubungi nomor telepon 0331-326 136/ 082245634344. Atau kunjungi stand pameran kami di Roxy Square Jember,” tegasnya. (MJL/SKN)

Bagikan :

Glamour Dinner 2018

Aston Jember Hotel & Conference Center menggelar acara Tahun Baru 2018 dengan tema Glamour. Acara ini akan dimeriahkan dengan live music, dance, parody show, fashion show, magician,dj performance, all you can eat food dan tentunya door prize yg sangat menarik. Untuk mengikuti acara ini cukup membayar Rp 150.000,- nett/ orang.

Bagikan :

Bupati Faida Lindungi Ratusan Juru Parkir Dengan BPJS Ketenagakerjaan

JEMBER (titik0km.com) – Pembinaan terus dilakukan Dinas Perhubungan Pemkab Jember di bawah komando Kepala Dishub Jember Isman Sutomo.
“Setiap minggu keempat, UPT Parkir Dishub Jember, selalu memberi pembinaan para jukir resmi dishub. Mereka dilatih untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat,” ujar Isman Sutomo.
Beberapa yang dilatih, kata dia, seperti sikap (SOP pelayanan), kepribadian (berpakaian dan tutur kata), serta pengetahuan mengatur lalu lintas.
Hal senada diungkapkan Plt UPT Parkir, Drs.Heru Pujianto.SH.,MH. Menurut dia, supaya lebih optimal untuk pembinaan, UPT Parkir bersinergi dengan pihak Satlantas Polres Jember.
“Pihak Satlantas memberi pemahaman tentang pengaturan parkir sesuai aturan lalu lintas,” tegasnya.
Dikatakan, jumlah jukir resmi dishub ada 317 orang yang tersebar di pusat kota Jember dan beberapa kecamatan. “Mereka digaji oleh pemerintah. Bahkan, bupati Faida juga memberi jaminan sosial dengan mendaftarkan mereka sebagai peserta BPJS, ujarnya.
Hal tersebut, kata Heru, sekaligus untuk merealisasikan 22 janji kerja bupati dan wakil bupati Jember. (MJL/SHB)

Bagikan :

Sinergi DISHUB Dengan Dinas PU Bina Marga Dan SDA Selamatkan Nyawa Pengendara Di Kabupaten Jember

JEMBER (titik0km.com) – Kecelakaan di jalan raya lebih sering karena human error atau pengendaranya. Banyak sebab pengendara bisa salah, antara lain jalan berlubang, jalan tikungan tajam tanpa rambu, jalan tanpa penerang, dan jalan tidak ada markanya.
Untuk menjadikan Kabupaten Jember sebagai kota bumi selawat (aman), dan nyaman bagi warganya sesuai janji kerja Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR – Wabup KH. Muqit Arief, maka Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Jember, merehab dan memperbaiki marka jalan.
Pekerjaan mengecat jalan atau memberi marka jalan ini dilakukan terutama di daerah atau Jalan Raya jalur utama antara lain di Jalan Silo – Banyuwangi, sepanjang 900 meter marka harus dipertebal.
Kegunaan marka, jika hujan dan malam hari pengendara dapat mengontrol laju kendaraan mengikuti marka, sebaliknya jika tidak ada maka laju kendaraan tak terarah dan bisa terjadi benturan antar kendaraan.
“Pekerjaan membetulkan marka jalan raya itu dalam rangka meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Tentu saja sinerginya kita dengan Dinas PU Bina Marga dan SDA Kabupaten Jember,” ujar Gatot Triyono,
Sejumlah marka jalan raya di Kabupaten Jember yang rusak diperbaiki. Diberi pelapisan baru, dan penebalan. Sehingga marka jalan nampak baik dan teratur. Dengan marka jalan (rambu) itu pengendara tidak sembarangan menyalip, tidak sembarangan berhenti di jalan, tidak sembarangan (ceroboh) dalam berkendara.
Pekerjaan pengecatan atau pemberian marka jalan di sepanjang jalan 1.050 meter di Kecamatan Wuluhan, juga dilakukan. Menyusul titik – titik lain yang perlu dipertebal, diperjelas dan diberi marka jalan. (MJL/SHB)

Bagikan :