Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Inspirasi » Dilaunching Menteri Pariwisata, JFC ke 18 Bakal Diikuti 6000 Peserta

Dilaunching Menteri Pariwisata, JFC ke 18 Bakal Diikuti 6000 Peserta

Dilaunching Menteri Pariwisata, JFC ke 18 Bakal Diikuti 6000 Peserta

Jember (titik0km.com) – Event Jember Fashion Carnival (JFC) 2019 memasuki tahun 18 akan bakal digelar pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2019 mendatang, JFC pada tahun ini mengambil tema ‘Tribal Grandeur’ atau ‘Keagungan Suku-Suku Bangsa’ dan akan melibatkan 6000 peserta carnaval.

Hal ini disampaikan Presdent JFC Dynand Faris saat acara Launching JFC 2019 di  Gedung Sapta Pesona Balaiurang Kementerian Pariwisata pada Selasa (26/2/2019) lalu oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya dan juga Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Wakil Bupati Jember Muqit Arief menyampaikan, bahwa JFC sendiri merupakan aset daerah Kabupaten Jember yang saat ini telah menjadi milik Indonesia, yang merupakan juga aset wisata Nasional.

Bahkan, lanjut Kyai Muqit, saat perhelatan JFC diselenggarakan banyak dari wisatawan yang datang ke Jember tidak mendapatkan penginapan atau Hotel, sehingga harus terpaksa menyewa di rumah-rumah penduduk sebagai tempat hunian selama JFC berlangsung.

“Ini dampak langsung dari JFC, dimana banyak dari rumah warga yang dijadikan hotel sementara karena sulitnya mendapatkan penginapan selama JFC berlangsung”, jelas Wabup sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo Kamis (28/2/2019).

Sebagai Wakil Bupati Jember, dirinya merasa sangat bersyukur sekali Jember mempunyai JFC, dimana pada saat pagelaran JFC ini, perputaran ekonomi di Kabupaten Jember sangat tinggi.

Hal ini, lanjutnya, pada saat itu banyak penjahit yang kebanjiran order. Belum lagi, terjadinya lonjakan wisatawan yang memburu kuliner-kuliner khas Kabupaten Jember.

Wakil Bupati Jember juga mengatakan, pemanfaatan rumah-rumah warga sebagai tempat hunian dadakan bagi wisatawan selama ini juga belum mendapatkan campur tangan dari dinas pariwisata sehingga untuk tarifnya masih relatif menurut tarif si pemilik rumah.

Wabup Muqit mengungkapkan, dirinya selaku Wakil Bupati berharap di tahun 2019 agar Dinas pariwisata bisa turun tangan untuk memberikan pelatihan atau semacamnya agar tempat hunian tersebut bisa dikatakan layak bagi wisatawan.

“Kan ada standart-standartnya sebagai rumah hunian. Lha itu perlu dinas terkait untuk memberikan pelatihan atau semacamnya terkait kebersihannya, pelayanan pada wisatawan, termasuk tarifnya, sehingga benar bisa profesional dan tidak ala kadarnya,” ungkapnya.

Wabup Muqit berharap, JFC sebagai aset Wisata Nasional ini benar- benar mendapatkan perhatian dari segala pihak sebagai salah satu agenda wisata Nasional. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top