Dinas Sosial Gandeng Rumah Sakit untuk Rawat Orang Terlantar

Tidak Ada Tanda Pengenal, BPJS Tidak Menanggung Biaya Perawatan Orang Terlantar

JEMBER (titik0km.com) – Gelandangan dan pengemis merupakan salah satu permasalahan yang cenderung muncul akibat berkembangnya kota. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Jember, Eko Heru Sunarso pada hari Jum’at (4/4) saat ditemui di kantornya.

Kota Jember yang semakin berkembang, menurut Eko Heru Sunarso, Kota Jember memang menjadi tempat tujuan untuk membuang orang gila dan menjadi tujuan gelandangan dari berbagai kota, “Kalau bisa dikatakan gelandangan dan pengemis itu hilang satu tumbuh sepuluh, karena banyak sekali orang terlantar yang datang dari luar kota,” papar Eko Heru Sunarso.

Dinsos Pemkab Jember sudah menyiapkan lingkungan pondok sosial (Liposos) yang menjadi rumah singgah sementara bagi orang terlantar yang terdeteksi oleh Dinsos Pemkab Jember, “Liposos sendiri memang disediakan untuk memberikan tempat tinggal sementara bagi orang terlantar dan termasuk juga orang dengan kelainan jiwa, namun untuk penanganan untuk orang gila yang terlantar memang masih belum maksimal karena di Dinsos sendiri masih belum ada tenaga ahli untuk penanganan kejiwaan,” ujar mantan camat Jelbug Jember tersebut.

Masalah orang terlantar justru muncul karena kebijakan baru pemerintah melalui JKN, dimana pelayanan kesehatan dilayani melalui BPJS tidak bisa melayani orang terlantar yang tidak memiliki tanda pengenal, sehingga dengan aturan BPJS yang baru berjalan sejak 1 Januari 2014 orang terlantar tidak lagi mendapatkan anggaran untuk perawatan saat sakit.

“Masalahnya saat ini dengan diberlakukannya BPJS secara nasional, malah orang terlantar yang sakit bingung mau dibawa kemana, karena masalah tanda pengenal, namanya juga orang terlantar, rumah saja mereka tidak tahu, apalagi KTP, oleh karena itu Dinsos telah berkoordinasi dengan beberapa puskemas dan rumah sakit untuk membantu menfasilitasi penanganan orang terlantar yang sakit,” lanjut Eko Heru Sunarso

Dijelaskan lebih lanjut bahwa penanganan orang terlantar yang sakit bisa dirawat di RS Bina Sehat Jember, dan Dinsos Pemkab Jember telah menjalin kerja sama penanganan pasien orang terlantar dengan rumah sakit di jalan Jayanegara Jember tersebut. “Dinsos juga berkoordinasi dengan RSD Soebandi untuk agar orang terlantar yang sakit juga bisa dirawat disana terutama yang mengalami gangguan jiwa, agar tidak menjadi bertambah parah, jadi dalam waktu dekat juga akan ditindaklanjuti seperti MoU seperti dengan RS Bina Sehat yang bersedia melakukan rawat jalan dan rawat inap kepada orang terlantar yang di RS Bina Sehat Jember dengan prosedur yang cepat, karena ini juga menyangkut nyawa orang,” jelas Eko Heru Sunarso.

Kepala Dinsos Pemkab Jember itu juga menjelaskan bahwa, rencananya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Jember yang dipimpin oleh dr. Hendro Sulistijono itu, juga akan bersinergi dengan Dinsos untuk penanganan kejiwaan orang terlantar secara berkala. “Bahkan untuk penderita HIV AIDS pun kita ada program, seperti bantuan asupan untuk bayi yang terinfeksi HIV dibantu susu oleh Dinsos, ini juga penting karena tahun 2013 kemarin tercatat 1.115 orang yang terdata terinfeksi HIV AIDS di Kabupaten Jember, ini juga perlu diwaspadai oleh semua pihak,” pungkas Eko Heru Sunarso. (ias)   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: