Dinkes Sebut 3 Pasien PDP Corona, 1 Negatif

Jember, (titik0km.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, dalam hal ini Dinas Kesehatan menyebutkan, bahwa saat ini di Kabupaten Jember terdapat 3 orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona yang dirawat di RSD dr. Soebandi.

Menurut Plt. Kadinkes Pemkab Jember Dyah Kusworini, ketiga pasien tersebut saat ini menjalani observasi oleh tim Medis RSD dr. Soebandi yang merupakan rumah sakit rujukan virus Corona.

“Ada 3 orang Pasien Dalam Pengawasan atau PDP yang masuk ke data kami, 1 pasien sudah dilakukan pemeriksaan dan diambil sampel darahnya, hasilnya negatif, sedangkan untuk yang dua orang karena baru masuk hari ini, jadi masih di observasi,” ujar Diyah saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Jember bersama sejumlah direktur Rumah Sakit yang ada di Jember.

Selain 3 warga yang PDP, Diyah juga menyebutkan ada 16 orang lainnya yang saat ini masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang sebelumnya masuk dalam Orang Dalam Resiko (ODR). “ODP adalah lanjutan dari ODR yang mengalami gejala Influenza seperti Demam, Batuk dan juga Bersin usai pulang dari Luar Negeri, mereka terdiri dari mahasiswa yang kuliah di LN dan beberapa wartawan yang dari LN, kami lakukan pemantauan selama yang bersangkutan memberikan laporan,” ujarnya.

Diyah juga titip kepada keluarga pasien ODP, agar ikut membantu mengawasi dengan koordinasi dan konsultasi dengan puskesmas-puskesma. “Kami juga menghimbau kepada mereka yang masuk dalam daftar ODP untuk mengisolasi diri dirumah masing-masing. Namun pihak Puskesmas akan tetap melakukan pemantauan,” ujarnya.

Sementara ketua PWI Jember Sigit Edi Maryanto, saat dikonfirmasi membenarkan jika ada rekan-rekan wartawan yang saat ini masuk dalam ODP usai melakukan kunjungan ke luar negeri, dan sudah sesuai protap dari Kemenkes bagi warga Indonesia yang pulang dari luar negeri diwajibkan melapor ke Dinkes setempat.

“Iya, memang itu sudah sesuai protap, kalau rekan-rekan jurnalis yang pulang dari luar negeri diwajibkan melapor ke Dinkes setempat, dan akan mendapatkan pendampingan dari Puskesmas selama 14 hari, dan ini sudah dilakukan, mudah-mudahan semua bisa dinyatakan negatif,” pungkas Sigit (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: