Dirjen Dikmen Kemdiknas Pantau Pelaksanaan UNAS 2014 dari Jember

JEMBER (titik0km.com) – Hari pertama UNAS untuk pelajar pada tingkat SMA/SMK/MAN yang di laksanakan secara nasional, di tinjau secara langsung oleh Direktur Jendral Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Dirjen Dikmen Kemdiknas), Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. pada hari Senin (14/4). Didampingi oleh Bupati Kabupaten Jember MZA Djalal, Rektor Unej Moh Hasan, Kapolres Jember AKBP Awang Joko Rumitro serta Kadispendik Kabupaten Jember, Drs. Bambang Hariono, MM, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember Drs. H Rosyadi BR, M.Pd.I, rombongan meninjau beberapa sekolah di Jember.

Menurut Achmad Jazadie, kunjungan kerja kali ini adalah dalam upaya melakukan pemantauan pelaksanaan UNAS 2014 pada hari pertama di Jember, ” Secara nasional pelaksanaan UNAS pada hari pertama lancar, belum ada laporan tentang masalah dalam pelaksanaan UNAS 2014 sampai saat ini, saya sendiri memang sengaja memantau dari Jember untuk unas kali ini,” ujar Achmad Jazadie kepada reporter Titik Nol Kilometer.

Jember memang punya prestasi tersendiri untuk angka partisipasi kasar pendidikan sekolah menengah atas (APK SMA atau yang sederajat), angka APK SMA Kabupaten Jember melonjak cukup tinggi dari hanya 19rb-an menjadi 21rb lebih peserta didik, “Cukup tinggi APK di Jember, saat ini total 21.049 pelajar mengikuti UNAS 2014, baik dari SMA, SMK dan MAN,” ujar Dirjen Dikmen Kemdiknas yang juga alumnus ITS tersebut.

Pada kesempatan meninjau selain meninjau proses pelaksanaan UNAS 2014 di MAN 1 Jember, SMK 1 Jember serta SMA Negeri 1 Jember, Dirjen Dikmen Kemdiknas beserta rombongan juga meninjau pelaksanaan UNAS 2014 bagi pelajar yang berkebutuhan khusus. Tercatat sebanyak 8 siswa, yang terdiri dari 3 siswa tuna netra dan 5 siswa tuna rungu yang melaksanakan ujian di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA) Dispendik Kabupaten Jember di jalan Branjangan 1 Bintoro Patrang Jember.

Pada SMA Inklusi tersebut Achmad Jazadie beserta MZA Djalal sempat meninjau secara langsung proses pelaksanaan siswa dengan kebutuhan khusus seperti tunanetra dan tunarungu. Kepala Sekolah SMALB A Wahyono dan Kepala Sekolah SMALB B Aridha Choirunisa berkesempatan menjelaskan secara langsung proses pelaksanaan UNAS 2014 untuk siswa berkebutuhan khusus

“Pada prinsipnya semua siswa yang berkebutuhan khusus biaya pendidikan ditanggung oleh negara, jadi memang ini kebijakan pemerintah untuk membebaskan siswa berkebutuhan khusus agar mereka bisa menamatkan sekolah sampai SMA di sekolah luar biasa ini,” ujar Wahyono.

Wahyono juga memperkirakan bahwa masih banyak pelajar usia sekolah dengan kebutuhan khusus terpaksa putus sekolah akibat masalah biaya dan kurang tersedianya fasilitas sekolah berkebutuhan khusus atau inklusi, “Warga Masyarakat jangan ragu untuk mendaftarkan putra-putrinya yang berkebutuhan khusus atau difabel pada sekolah luar biasa, selain fasilitas pendidikan sudah dipenuhi untuk belajar, kami juga memiliki asrama untuk pelajar yang memang kebetulan berdomisili jauh dari lokasi sekolah luar biasa ini, bahkan ada yang dari luar Jember juga memilih sekolah disini, seperti Banyuwangi misalnya,” lanjutnya.

Wahyono juga menjelaskan bahwa pendaftaran siswa berkebutuhan khusus bisa langsung mendaftar ke sekolah luar biasa dengan membawa data diri, agar mereka juga bisa mengenyam pendidikan yang setara sampai dengan tingkat menengah atas. (ias)

Achmad Jazadie Dirjen Dikmen Kemdiknas Pantau Pelaksanaan UNAS 2014 dari Jember Dirjen Dikmen Kemdiknas Pantau Pelaksanaan UNAS 2014 dari Jember Suasana UNAS pada SLB dan TPA di Jember dan dipantau Dirjen Dikmen Kemdiknas sekaligus juga memantau Pelaksanaan UNAS 2014 dari Jember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: