Discipline Breakdown Setia Usung Musik Grunge

JEMBER (titik0km.com) – Bicara soal aliran musik memang sangat banyak, namun sebuah aliran musik yang muncul pada akhir dekade 90’an ini masih mendapatkan tempat di penggemarnya. Aliran musik setelah era grunge yang biasa dikenal dengan post grunge memberikan warna pada blantikan industri musik itu sendiri. Dia merupakan sebuah turunan atau jika bisa dikatakan adalah terjemahan lain dari musik grunge, memiliki karakter khas grunge tapi dengan beberapa perbedaan yang mencolok diantaranya tema-tema lirik yang lebih cerah ketimbang grunge yang cenderung kelam, dan pemilihan warna suara-suara distorsi yang jauh lebih mudah dicerna untuk selera radio dan industri musik yang langsung mengapresiasinya.

Menurut Andre Zombro, personil sekaligus pemain bass band Discipline Breakdown, musik grunge yang populer pada era tahun 1990 memang menanjak secara tajam dengan menggeser aliran hair metal dan glam metal yang berjaya di era tersebut, “Pada era 90’an awal memang dikejutkan dengan munculnya Nirvana juga Pearl Jam serta Sound Garden yang langsung mendapatkan tempat di fansnya, setelah itu baru era post grunge, dengan ciri manis dan lebih warna yang lebih ceria dari pada pendahulunya,” jelas Andre Zombro

Lebih jauh lagi Andre Zombro yang didampingi oleh Iwan Tele Telo dan Fariz, pemain gitar dan pemain drum Discipline Breakdown menjelaskan bahwa grup band mereka sangat terinspirasi dan terpengaruh oleh musik yang mencuatkan pamor Collective Soul, Silverchair bahkan Alanis Morissette, “Kami sendiri sering membawakan lagu dari Foo Fighter, Pearl Jam, Incubus dan Collective Soul, jadi Discipline Breakdown memang mencoba mengenal musik grunge dan post grunge itu sendiri kepada penikmat musik terutama di Jember sendiri,” papar Andre Zombro.

Iwan Tele Telo sendiri mengungkapkan bahwa ketika mereka bermain musik bukan untuk memenuhi tuntutan sehari-hari, “Terus terang kami bermain musik adalah karena kecintaan kami di band ini terhadap musik, juga pada karena kami sangat menyukai musik yang banyak dibilang musik alternatif ini, walaupun kadang agak salah kaprah penggunaan istilahnya, tapi pada intinya saat kami manggung lagu yang kami bawakan kebanyakan dari aliran grunge dan post grunge,” kata Iwan yang juga penyuka Fender Telecaster ini.

Nama band Discipline Breakdown sendiri diambil dari salah satu judul lagu milik Collective Soul ini memang masih belum sering terdengar di kancah musik Kota Jember sendiri, “Musik bukan pekerjaan utama, karena semua personil sudah bekerja di perusahaan swasta, tapi karena memang dasar hobi kita bermain musik akhirnya kita masih sering bikin janji untuk latihan bareng, dan kami mencoba menawarkan satu warna musik yang pernah menjadi tren di blantikan musik,” kata Fariz, tukang gebuk drum Discipline Breakdown ini.

“Memang banyak jenis aliran musik setelah era post grunge seperti era Boy Band, Hip Hop ataupun Nu Metal yang mengikis keberadaan aliran grunge, tetapi entah kami sangat menyukai musik itu, mungkin karena passion di grup kita, ya Grunge dan Post Grunge itu, dan kami juga selalu berupaya memperhatikan kualitas ruang dengar penikmat musik dengan membawakan lagu dari aliran grunge atau post grunge itu sendiri,” pungkas Andre Zombro. (asd)

Discipline Breakdown dari Jember setia usung genre musik alternative

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: