Diskop Bantu Perajin Tahu Tempe

Diskop bantu perajin tahun tempe jember mendapatkan bahan bakuJEMBER (titik0km.com)Dinas Koperasi UMKM Pemkab Jember me-launching kedelai  bersubsidi untuk perajin tahu tempe. Ini dilakukan Diskop untuk membantu memberikan alternatif solusi bagi permasalahan yang dihadapi perajin tahu tempe selama ini.

Caranya Diskop bekerja sama dengan Koperasi Agrosejahtera sebagai pelaksana program menyediakan kedelai impor Amerika kualitas super nomor 1 warna kuning sebesar 6 ton dengan bantuan harga subsidi sebesar 15 persen dari harga pasar.

Menurut Ir Mirfano, kepala Diskop UMKM Pemkab Jember, jangka waktu kontrak kerja sama ini berlaku selama 4 bulan terhitung mulai 30 April-31 Agustus 2013 dengan bantuan dana operasional sebesar Rp 24 juta.

Kerja sama ini di- launching di Dinas Koperasi UMKM di Jalan Karimata 115 yang dihadiri juga oleh Komisi B DPRD dan 40 undangan perajin tahu tempe di Jember Senin kemarin ( 8/7).

Setelah program ini diresmikan Kepala Dinas Koperasi UMKM,  para perajin bisa melakukan pembelian kedelai di tempat yang  teknisnya dikelola oleh Koperasi Agrosejahtera. Untuk selanjutnya, perajin bisa membeli kedelai di kantor Koperasi Agrosejahtera.

Ketua Koperasi Agrosejahtera Bambang Hadi Prapto dalam sambutannya berharap, kerja sama dengan perajin tahu tempe akan terus berlanjut. “Meskipun nantinya harga kedelai tidak lagi mendapat subsidi dari pemerintah, Koperasi Agrosejahtera akan menawarkan harga yang tetap bersaing”, ungkapnya.

Perajin yang hadir terlihat sangat antusias dengan adanya program ini. Meski demikian, mereka masih mengeluhkan dengan masih banyaknya perajin yang berskala kecil di bawah 10 Kg yang belum tercatat dan belum dikoordinir dalam program ini

Anang Murwanto, ketua Komisi B DPRD menilai, perajin tahu tempe merupakan pelaku ekonomi penguat industri mikro yang perlu mendapat perhatian. Untuk itu, Komisi B akan mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah untuk memperbesar alokasi program ini agar perajin yang belum mendapat perhatian  bisa tercover nantinya.

Menurut dia , program ini akan membantu kelompok perajin secara kolektivitas dalam hal pembinaan, penekanan ongkos pembelian dan upaya  kelangsungan usaha perajin tahu tempe.

Kepala Dinas Koperasi UMKN Jember IR Mirfano menambahkan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tidak adanya keterkaitan dalam arti ekonomi  antara petani dan perajin tempe (hulu dan hilir). Melalui program ini, kata Mirfano, diharapkan bisa membantu perajin tahu tempe agar mendapatkan harga bahan baku di bawah harga pasar dengan pola subsidi. “Program ini juga melibatkan koperasi untuk bisnis retail kedelai dan mulai merintis adanya keterkaitan bisnis antara perajin tahu tempe dan petani kedelai,” ujarnya. (tok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: