Erupsi Sinabung Kerugian Sektor Pertanian Capai 712,2 Milyar

KABANJAHE (titik0km.com)Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara masih sangat tinggi. Pada Rabu (15/1) dari dini hari hingga 12.00 WIB terjadi gempa letusan didominasi awan panas berkisar hingga 17 kali. Tremor yang terus menerus. Aktivitas letusan yang diikuti oleh awan panas dan tinggi letusan 2.500 – 4.500 m ke arah Tenggara Selatan. Gempa vulkanik dan gempa hybrid masih tinggi. Untuk luncuran abu vulkanik berkisar sejauh 1.000 – 4.500 m ke arah Selatan Barat Daya. Mewaspadai hujan yang menyebabkan banjir lahar dingin di sekitar gunung.  Aktivitas gunung saat ini masih tinggi status level IV (Awas).

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, jumlah pengungsi terus kian bertambah, sampai pada hari ini Rabu malam, pengungsi telah berjumlah 26.174 jiwa terdiri dari 8.161 KK tersebar di 39 titik pengungsian. Ada tambahan titik pengungsi baru yaitu di Maka Mehuli Jl. Samura sebanyak 122 jiwa dari 42 KK yang berasal dari Desa Gung Pinto. “Pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi terus dipenuhi. Logistik juga mencukupi untuk 2 s/d 5 hari ke depan. Kebutuhan mendesak bagi pengungsi mainan anak-anak, buku, seragam sekolah, air bersih, dan susu, saat ini juga masih terus dilakukan pendataan bagi anak-anak atau mahasiswa yang sekolah di luar Karo masih dilakukan oleh Dinas Pendidikan Karo,” ujar Sutopo.

Berdasarkan perhitungan Dinas Pertanian dan Perkebunan Karo, kerugian di sektor pertanian dan perkebunan sejak Gunug Sinabung erupsi hingga 6 Januari 2014 diperkirakan Rp 712,2 milyar dimana 10.406 ha lahan pertanian dan perkebunan puso. Luas lahan pertanian dan perkebunan ini meliputi tanaman pangan (1.837 ha), hortikultura (5.716 ha), tanaman buah (1.630 ha), biofarmaka (1,7 ha), dan perkebunan (2.856 ha). Dampak ini terdapat di 4 kec yaitu Naman Tean, Simpang Empat, Payung dan Tigandreket.

“Kerugian dan kerusakan dampak erupsi Sinabung nanti akan dihitung secara menyeluruh, terutama di sektor perumahan dan permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya dan lintas sektor,” pungkas Sutopo dalam pers rilis Rabu malam. (bnpb/ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: