F1 Printing Station Banjir Pesanan Surat Suara Contoh

JEMBER (titik0km.com) – Menjelang momentum pemilu atau pilkada memang merupakan saat yang ditunggu-tunggu industri percetakan. Tidak terkecuali pada pemilu 9 April mendatang.  Sejumlah percetakan di Jember mulai kebanjiran pesanan surat suara specimen, dari sejumlah caleg kontestan pemilu.

Surat suara tiruan tersebut dipesan para caleg, untuk melatih para calon pemilihnya, agar mampu mencoblos dirinya dengan sah, saat memasuki bilik suara nantinya. “Kami mulai menerima pesanan surat suara specimen, bergambar parpol dan nama caleg peserta Pemilu 2014,” ujar Agus Supriyadi, salah seorang pengusaha percetakan asal Jember, Agus Supriyadi yang juga owner F1 Printing Station itu, menjelaskan, surat suara tiruan yang dicetaknya itu, memliki ukuran dan standart seperti surat suara yang dikeluarkan KPU. Namun ditegaskannya, dalam surat suara tiruan tersebut, pihaknya sengaja memasang tulisan “SPECIMEN” agar tidak disalah gunakan pemesannya. “Kami sengaja tulis specimen agar tidak disangka memalsukan dokumen negara,” ujarnya.

Pria yang memiliki percetakan di sejumlah daerah Tapal Kuda itu mengungkapkan, harus mengklasifikasikan harga jual cetakannya tersebut, agar mampu berdaya saing dengan percetakan lainnya. Bahkan dengan barang yang sama, dia juga harus menerapkan harga yang berbeda. “Jika surat suara tiruan, khusus tertulis hanya nama caleg pemesan saja, kami bandrol Rp 850 per lembarnya. Namun jika semua nama ada pada surat suara itu, kami patok harga lebih murah, Rp 650 setiap lembarnya,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, kartu pintar sebesar kartu nama bergambar parpol dan nama caleg pun, juga diakui mengalami peningkatan produksi. Bahkan untuk mesiasati efisiensi harga bagi kantong pelanggannya, dia menjual paketan harga kartu pintar yang diakuinya dijual lebih murah. “Kartu pintar bergambar parpol dan caleg bolak-balik, hanya Rp 850 ribu dalam setiap pemesanan 10 ribu lembar,” jelasnya.

Pria yang juga dikenal sebagai motivator bisnis dan sering diundang ke berbagai kota itu mengakui bahwa, banyak para pelanggannya kini memesan surat suara tiruan dan kartu pintar itu, untuk memudahkan calon pemilihnya tersebut, ingat dengan nama caleg yang akan dipilihnya itu saat pelaksanaan Pileg berlangsung. “Biasanya kartu pintar itu dibawa calon pemilih, untuk mengingat nama caleg pilihannya saat kebilik suara,” ujarnya. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: