Fenomena Desain Gratis di Jember

desain gratisOleh : Adi Fajar Pramono*

Bukan sesuatu hal baru dalam industri desain grafis di indonesia khususnya lagi di Jember. Dengan memberikan desain gratis yang sering digunakan siapapun dari software grafis seperti coreldraw dan photoshop cukup mengaklamasikan dirinya sendiri sebagai Desainer. Pro kontra masalah desain gratis seolah-olah merebak luas di wilayah Jember. Bagaimanapun juga ada 2 kategori dasar desainer di jember. Satu bagian dari mereka berangkat dari desainer Otodidak dan satu lagi yang memang mengambil bagian Desainer lulusan sarjana Desain Komunikasi Visual. Hal ini yang membuat apresiasi terhadap desain dari masyarakat sekitar menjadi cukup rendah, lalu mau dibawa kemanakah skill mereka nanti?

Biaya Cetak dan Digital Printing

Desain Grafis di beberapa daerah tertentu masih belum dianggap sebagai sebuah profesi secara utuh yang layak untuk dihargai. Dengan hal ini bisa dilihat beberapa desainer yang bekerja secara freelance ataupun staff merasa tabu untuk meminta biaya desain yang akibatnya secara klise pemilik usaha cetakan/owner digital printing di jember mengalihkan biaya desain kedalam biaya cetak/digital printing. Dalam kondisi seperti ini membuat Klien / Konsumen / Pelanggan berfikir bahwa DESAIN itu GRATIS walaupun mereka tetap harus membayar untuk itu.

Prestise / Kebanggaan

Hal yang cukup membanggakan (prestise) bila sebuah karya Desain dihadapkan dan akan dilihat oleh banyak orang, misalnya hasil karya desainnya seperti brosur, poster, banner, baliho dll akan di pasang di jalan utama, di tempat keramaian, acara event organizer dll.. Biasanya kondisi ini wajar dan sering dirasakan oleh Desainer Pemula yang baru belajar menggunakan software grafis, atau mendapat order dari orang-orang kerabat terdekat (rekan, sahabat, teman, tetangga dll) dengan tanpa membayar desain alias DESAIN GRATIS.

Menarik Pelanggan

Pengaruh terbesar yang bisa merubah persepsi / opini masyarakat terhadap desain grafis adalah dibagian PERCETAKAN dan DIGITAL PRINTING khususnya di Jember. Embel embel kalimat “Desain Gratis” atau Gratis Desain atau “Desain bisa ditunggu” dan hal lain yang dibubuhkan oleh Digital Printing dan Percetakan. Bisa disamakan dengan asumsi bahwa Percetakan ataupun Digital Printing di Jember mengalihkan biaya tersebut kedalam biaya produksi, faktor ini juga menjadi alasan tertentu bagi owner/pengelola percetakan dan digital printing dalam kaitannya dengan biaya-biaya lainnya. Hal seperti ini semakin memperkuat pola pikir masyarakat bahwa desain grafis memang hanya pekerjan asal-asalan / pekerjaan biasa dan bisa dilakukan semua orang.

Faktor ini sanga berpotensi membangun persepsi masyarakat tentang Desain Grafis, dan tidak mengherankankan ketika aspresiasi masyarakat terhadap desain sangat rendah dan secara alami mutu desain sendiri akan turun dengan sendirinya.

Hanya sedikit seseorang yang mau melakukan penelitian, brainstroming memikirkan hal-hal kreatif, berfikir konsep dan sebagainya jika tidak dihargai sepeserpun alias gratis. Sama halnya dengan desain gratis, para desainer khususnya di jember selalu bekerja asal-asalan seadanya tanpa proses, asal tempel gambar, tumpang tindih teks tanpa memikirkan setiap elemen dalam sebuah desain sehingga menghasilkan desain yang bagus. Faktor ini juga dipengaruhi oleh deadline pekerjaan yang numpuk dan harus selesai mengutamakan layanan pelanggan.

Desain VS Setting

Didunia percetakan dikenal istilah Desain dan Setting, DESAIN bisa diuraikan sebagai proses menciptakaan ide-ide kreatif yang ditujukan untuk pencapaian pesan yang efektif misalnya mendesain brosur, desain undangan, poster, cover, kalender. SETTING bisa dibuat tanpa konsep berdasarkan pertimbangan estetika, jika sudah cukup bagus di mata klien / pelanggan berarti pekerjaan selesai.

Melihat pengertian desain dan setting, dapat diartikan bahwa selama ini yang ditawarkan sebagai layanan gratis sama sekali bukan “DESAIN” tetapi SETTING. Penggunaan ‘desain’ akan membuat apresiasi masyarakat terhadap desain begitu rendah. Melihat kenyataan seperti ini saya pribadi sebagai praktisi desain grafis dan owner sebuah percetakan di jember sangat prihatin, jika melihat mereka yang dari lulusan jurusan grafis yang belajar tipografi, simantic, nirmana dsb harus rela menerima ketika desain grafis hanya dianggap sebagai profesi GRATISAN, namun akan beragam pendapat jika diarahkan ke desainer otodidak.

Keuntungan Kerugian

Dalam kondisi seperti ini desainer dan klien / pelanggan keduanya merasa diuntungkan. Bagi desainer diuntungkan oleh faktor prestise, Bagi pelanggan/klien diuntungkan karena tidak perlu membayar biaya desain.

Kalau dijelaskan secara luas keduanya mengalami kerugian karena Desainer secara langsung akan menurunkan derajat profesionalitasnya sebagai desainer yang mencerminkan standarisasi bagi dirinya sendiri sebagai desainer Gratisan, hal yang gratis adalah low quality dan ini akan berimbas pada karir desainer itu sendiri.
“Good Design is Good Business” jelas sebuah kerugian bagi klien / pelanggan. Memang desain adalah bukan satu-satunya faktor dalam memajukan sebuah usaha, tetapi beberapa perusahaan berkembang besar akan membuktikan sangat susah bersaing ketika mereka tidak mempunyai desain dan brand yang bagus. Didunia print desain secara sederhana bisa dikatakan bahwa klien hanya akan membuang uang ketika mencetak berbagai media periklanan seperti banner, baliho, brosur, pamflet atau poster dengan desain yang jelek dan buruk, karena tidak mendapatkan imbas/timbal balik yang maksimal kepada perusahaan itu sendiri.

Harapan yang pasti mudah-mudahan artikel ini akan bermanfaat bagi siapapun yang sedang bergelut di bidang Desain Grafis. Bagi saya pribadi pengalaman, kematangan, ide kreatif, problem solving dan wawasan jiwa desain grafis tidak hanya cukup berhenti dalam hitungan satu, tiga, lima atau bertahun-tahun lamanya karena segalanya akan tetap dilakukan untuk kemajuan desain grafis di indonesia khususnya wilayah kota Jember tercinta dimasa mendatang.

Saya sangat menghargai anda siapapun, jika ingin berbagi berkomentar ataupun share tentang hal desain grafis. Desain Gratis bukan berarti Desainnya Gratis lho…

Majulah desain grafis Jember, jadilah diri sendiri! Jangan lupa artikel saya segera tentang “Talenta Logo Desainer Berprestasi Internasional dari Kota Jember

*Adi Fajar Pramono owner Adiguna

adiguna

3 thoughts on “Fenomena Desain Gratis di Jember

  1. Asalmkm..wr..wr..
    Salam persahabatan
    Nama saya YUSROIL…komentar saya : sangat di sayangkan sekali..khususnya di jember..
    saya sebagai desain grafis yang di dapat dari outodidak
    merasa prihatin…adapaun slogan desain Gratis..lalu outner memasukannya kedalam biaya produksi..ini adalah pembohongan publik klien, berbohong dalam setiap hari kerjanya dan sehingga jauh dari keberkahan..mungkin bagi yang tau akan seni bahwa desain adala emosional jiwa seni yang sangat luar biasa yang memerlukan pemikiran-pemikiran dalam mengaplifikasi setiap ide yang tertuang sehingga dalam setiap tatanan grafik mengandung makna yang berdamapak baik bagi klien…sekian dan wasalam..

  2. Gila tuh..Digital Printingnya Merendahkan Profesi desain Grafis, Belajar Mahal mahal juga gak di hargain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: