Geliat Komunitas Airsofter Di Jember

MZA Djalal coba permainan airsofter di Olahraga Bersama Pemda dan TNI Polri Sewilayah Kabupaten Jember di  Batalyon 509 Jember 05072013 JEMBER (titik0km.com) – Geliat komunitas airsofter Jember mulai banyak diminati oleh masyarakat Jember. Tak kurang satu sesi permainan airsofter digelar dalam acara Olahraga Bersama Pemkab Jember Bersama TNI-Polri yang digelar hari ini (05/07) di markas Batalyon Infanteri 509 Kostrad di Sukorejo Jember.

Acara yang dihadiri oleh jajaran Muspida Pemkab Jember serta jajaran TNI dan Kepolisian Kabupaten Jember ini terasa meriah dengan hadirnya komunitas airsofter Jember Airsofter War Jember Society (JAWS). Komunitas yang juga dibina oleh Batalyon Infanteri 509 Kostrad Jember ini memang dimaksudkan untuk lebih memasyarakatkan olahraga airsoftgun di Jember.

Menurut Redi Chandra, dari JAWS memang olahraga airsoftgun ini merupakan kegiatan olahraga yang lebih mengedepankan strategi dan kelincahan dalam bergerak, sehingga bisa menjadi salah satu cabang olahraga yang bisa dipertandingkan di bawah naungan KONI, “Selain model kompetisinya juga banyak seperti deatchmatch, 3on3, Close Quarter Battle (CQB) serta woodland, aturannya juga semakin baku dengan banyak model kompetisi yang digelar komunitas airsofter di Indonesia,” kata Redi.

Senada dengan Redi, Jeffrey yang juga dari komunitas airsofter Combat Jember binaan Secaba RINDAM V/Brawijaya ini, memang banyak komunitas airsofter yang menjadikan instistusi militer sebagai pembina, karena kemiripan permainan komunitas airsofter dengan teknik dan taktik ala militer masa kini, “Dikalangan airsofter sebetulnya yang lebih ditekankan selain having fun juga menjunjung tinggi kejujuran, karena airsofter model permainan berbeda dengan paintball, juga lebih banyak mengadopsi teknik militer seperti perang kota, dan keterampilan menembak tepat,” ungkap Jeffrey

Memang bermain airsfoter jika terkena tembakan tidak berbekas seperti di permainan paintball sehingga dalam permainan ini menjujung tinggi sportivitas seperti kejujuran jika terkena tembakan dari tim lawan, seperti yang diungkap Jeffrey.

Komunitas airsofter yang telah bernaung di bawah Federasi Airsofter Indonesia yang didirikan di Bandung tahun 2011 dan telah memiliki 13 pengurus daerah propinsi ini menargetkan untuk Airsofter bisa menjadi salah satu cabang olahraga dibawah KONI, “Sampai saat ini Pengda untuk Airsofter sendiri akan bertambah dengan hadirnya pengda baru di Nusa Tenggara Barat dan akan membuka pengda di propinsi agar bisa memenuhi aturan dari KONI yang membutuhkan 17 pengda untuk bisa masuk menjadi salah satu cabang olahraga di jajaran KONI,” papar Jeffrey.

Komunitas Jember Airsofter War Society JAWS berharap Airsofter bisa masuk dalam cabang olahraga di jajaran KONI“Agak berbeda dengan Perbakin, memang sama sama kegiatan menembak tetapi aturan di Perbakin tidak memasukan manusia sebagai target, sedangkan di airsofter ketika menggelar games bisa berkompetisi untuk mengalahkan sesama tim, itulah membedakan airsofter dan Perbakin,” pungkas  Jeffrey lagi. (ias)

Unit airsofter selalu diberi penanda stiker oranye di senjata yang juga merupakan standart internasional untuk unit airsofter

unit airsoft produksi JP riffle Amerika Serikat milik salah satu anggota komunitas airsofter bisa mencapai harga belasan juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: