Hasil Lobi Bupati Kepada Presiden, Bisa ‘Daratkan’ Pesawat Boeing di Bandara Notohadinegoro

JEMBER (titik0km.com) – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), begitu mendarat di Bandara Noto Hadinegoro Jember, menumpang pesawat Kepresidenan RI keluaran Inggris Aerospace, tipe RJ 85 langsung menyatakan bahwa Bandara Notohadinegoro Jember segera dibangun dan dituntaskan pada tahun 2019.

Tiga kementerian dan beberapa Direktorat Jenderal terkait baik Perhubungan Udara, Pangkalan Udara Juanda, Menteri ATR/Pertanahan, Menteri BUMN, dan Menteri Perhubungan, diperintahkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Begitu mendengar itu, dr Hj Faida, Bupati Jember mengucap Alhamdulillah tanda syukur berkali–kali karena salah satu perjuangan rakyat Jember telah dikabulkan melalui perintah langsung Presiden RI, Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo, sempat membisikkan beberapa hal kepada Bupati Faida, di ruang tunggu VVIP Bandara Noto Hadinegoro, salah satunya adalah meminta Bupati mempersiapkan hal itu semua.

Artinya, dengan anggaran tersebut panjang Runway (landasan pacu) akan diperpanjang. Sekarang dari 1.950 meter ini akan dibangun hingga mencapai 2.600 meter berstandart Internasional dan bisa digunakan pesawat jenis Boeing.

Untuk gedung, dan terminal akan diperluas. Tidak hanya itu jalan menuju Bandara juga akan diperbaiki dengan rute yang lebih mudah. Diharapkan bahwa keinginan agar Bandara Jember menjadi sub embarkasi haji dan umroh bisa dilakukan tahun 2019. Hal itu setelah Presiden juga memerintahkan Kementerian Agama RI, untuk mempersiapkan.

Sebelumnya, pernyataan Presiden RI Jokowi, juga diperkuat lagi usai membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 1.725 siswa SD, dan SMP se Kabupaten Jember di SMPN 7 Jember.

 

Pengembangan Bandara Jember Selesai 2019

Presiden Jokowi menegaskan, bahwa pengembangan Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, segera diwujudkan. Hal itu dipastikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, saat diwawancarai wartawan, Minggu, 13 Agustus 2017.

“Bandara Jember sudah kita siapkan. Nanti kita mulai 2018. Diperpanjang runway, terminal diperbesar,” ujar Presiden kepada para jurnalis usai membagikan 1.725 Kartu Indonesia Pintar di SMP Negeri 7 Jember.

Perluasan bandara akan memakan waktu hingga tahun 2019. Selain perluasan, bandara juga akan menjadi bandara sub embarkasi haji dan umroh. “Selesai 2019. Butuh waktu dua tahun,” ungkapnya.

Terkait biaya, Kepala Negara menyatakan bahwa pemerintah pusat telah mempersiapkan anggaran tersebut. Sehingga perluasan bandara tersebut akan segera dilakukan secepatnya.

“Sudah kita sampaikan kemarin ke Ibu Bupati sudah. Anggarannya urusan pusat. Sudah tidak ada masalah sudah kita cek semua. Tinggal pelaksanaannya. Anggarannya kurang lebih Rp 300 – 450 miliar,” ucap Presiden.

Pengembangan Bandara Notohadinegoro diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas manusia dan barang serta meningkatkan arus investasi ke Kabupaten Jember dan sekitarnya.(hms/ali/mlj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: