Hendak Survey Lahan Silo, Staf Dinas ESDM Propinsi Jatim ‘Disandera’ Warga

Jember (titik0km.com) – Segala upaya yang menyangkut tentang pertambangan di Kecamatan Silo Jember semakin sensitiv, terbaru Rabu (5/12/2018) pagi 7 orang terdiri 3 orang dari Dinas ESDM Propinsi Jatim, 3 Warga Negara Asing dan 1 penerjemah diamankan warga Desa Pace Silo Jember, beruntung ratusan warga yang mengepung rumah tempat dimana 7 orang berada bisa dikendalikan, sehingga situasi bisa dikendalikan.

“Kami memang sudah mendengar sejak selasa sore kalau akan ada orang dari luar daerah yang akan masuk ke Silo, informasinya akan mengukur lahan tambang emas yang ada di Silo, karena kami sepakat menolak adanya pertambangan emas di Silo, sejak pukul 9 tadi malam kami terus berjaga-jaga dan melakukan sweeping terhadap kendaraan luar yang masuk ke Desa Pace Silo,” ujar Taufiq salah satu warga yang ikut mengamankan 7 ‘tamu tak diundang’ yang memasuki desa Pace.

Menurut Taufiq, terdeteksinya orang luar Silo yang masuk ke desa Pace ia ketahui saat rabu pagi sekitar 5 kendaraan, dimana 3 mobil plat L, 1 Mobil plat B dan sisanya mobil plat Jember terlihat beriringan menuju Desa Pace, saat itulah dirinya bersama dengan beberapa warga memberhentikan mobil dan menanyakan maksud dan tujuannya datang ke Silo.

“Saat kami tanya, yang menjawab hanya sopirnya, ngakunya mau melakukan penelitian pohon sengon di dusun Baban Barat, akhirnya kami menghubungi pak kades dan pak kasun untuk melakukan kroscek, saat kami menunggu pak kasun, massa terus berdatangan hingga jumlahnya mencapai ratusan, akhirnya saya menghubungi Kapolres untuk datang ke Pace, karena saya takut massa tidak bisa dikendalikan,” tambah Taufiq.

Taufiq bersyukur Kapolres segera datang dan berhasil menenangkan massa, sehingga 7 orang luar Silo yang sempat ‘tersandera’ bisa di evakuasi, “Beruntung Kapolres segera datang, sehingga penumpang mobil yang sebelumnya enggan turun bisa di evakuasi, saat itulah kami baru tahu kalau di dalamnya ada orang asingnya,” tambah Taufiq.

Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo menyayangkan pihak Dinas ESDM Propinsi yang datang ke Silo tanpa melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, pihaknya berharap, agar kasus ini bisa diambil hikmahnya.

“Mereka memang dari Dinas ESDM Propinsi, kita belum tahu tujuan mereka ke Silo, karena mereka baru datang sudah dikepung warga, yang kami sesalkan adalah kedatangannya yang tidak koordinasi dengan pihak kepolisian baik Polres maupun Polsek, bahkan kepada kepala desa setempat juga tidak ada koordinasi, mudah-mudahan kejadian ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua,” ujar Kapolres.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ke 7 orang tersebut akhirnya dievakuasi dan dibawa ke Mapolres Jember dengan mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.

Sementara Darmanto pegawai dari Dinas ESDM Propinsi Jatim saat diwawancarai di Mapolres mengatakan bahwa dirinya bersama dengan tim memang datang ke Silo untuk melakukan survey memastikan wilayah yang masuk dalam IUP (Ijin Usaha Penambangan).

“Kedatangan kami ke Silo memang untuk melakukan Survey dan memastikan lokasi yang masuk dalam IUP, tidak semua yang akan kami survey, paling hanya satu sampai dua titik saja, tapi sudah dihadang warga,” ujar Darmanto. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: