Hindari Pungli, Bupati Jember Kumpulkan Calon Penerima Program Rutilahu

JEMBER (titik0km.com) Program rehab rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi warga miskin di Kabupaten Jember, yang diambilkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 direalisasikan serentak dalam bentuk rekening, guna menghindari pungli, Jumat (28/7/2017) ratusan warga calon penerima sengaja dikumpulkan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, di Pendopo Wahya Wibawa Graha

Program rehab rutilahu dengan leading sektor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya ini berdasarkan petunjuk pelaksanaan dan teknisnya (juklak dan juknis) langsung dari pemerintah pusat.

Tahun 2017, Kabupaten Jember mengajukan 700 proposal ke pusat yang diambil dari bawah baik melalui Desa, hingga Kabupaten, namun baru 392 unit disetujui pemerintah pusat. Untuk memastikan program rehab rutilahu ini tidak simpang siur, maka para calon penerima dikumpulkan di pendopo Kabupaten Jember selain juga menekan tindakan praktik pungli oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

“Warga calon penerima program rutilahu sengaja dikumpulkan untuk menerima buku rekening secara langsung satu persatu, hal ini agar semua bantuan baik anggaran dari pusat maupun daerah yang disinergikan dengan kabupaten bisa lebih transparan,” ujar Faida.

Secara rinci, dari 392 unit atau penerima program rutilahu, ada 4 calon penerima dinyatakan batal, antara lain karena satu orang meninggal dunia, satu orang menjual tanahnya, satu orang tanahnya masih pengurusan waris, dan satu orang tidak mau melanjutkan.

Faida menambahkan, tujuan dikumpulkannya penerima program Rutilahu di Pendopo, semata-mata untuk mengecek dan tidak ada manipulasi data maupun pungutan liar, “Masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas, dan lengkap terkait anggaran dan program tersebut, seperti bantuan rehab rutilahu ini, Program dalam bentuk apa pun kita pastikan tidak ada pungli, tidak berkurang, dan diserahkan utuh kepada penerima atau masyarakat. Kali ini program ini diserahkan dalam bentuk rekening, yang hanya bisa ditukar dengan material,” ujar Faida.

Faida, menjelaskan mekanisme pencairan rekening tersebut. Bagi penerima akan memulai rehab rumah secara gotong royong dalam kelompok kelompok dengan mengambil bahan bangunan langsung dari toko terdekat. Kemudian kuitansi pengambilan barang itu, ditunjukkan ke Bank untuk dilakukan pengurangan.

“Dipilih toko – toko bangunan yang terdekat, harus memakai produk asli Jember, demi semangat kerakyatan dan kegotong – royongan,” ujar Faida.

Bantuan rehab ini dalam bentuk material yang diterima masyarakat senilai Rp 15 juta. Yang jelas katanya, program ini sebagai stimulant agar masyarakat dapat bergotong royong membangun rumahnya.

Dari 392 penerima itu setelah diverifikasi ada 4 yang dinyatakan batal. Ke depan kata Faida, APBD Jember juga di semester ini merealisasikan program 120 unit rumah layak huni bagi lanjut usia (lansia).

“Kita program program ke depan akan melibatkan TNI, terutama di Kodim 0824 Jember,” ujarnya.

Dalam verifikasi dan pengawasan, Bupati meminta calon penerima rehab rutilahu itu didatangkan ke Pendopo agar tidak terjadi salah nama, tidak salah orang dan tidak ada penerima fiktif.

“Selanjutnya, Dinas dan pelaksana teknis melakukan pendampingan dan mengirim fasilitator yang ditunjuk dan terlatih untuk survey bahan bangunan dan pengawalan teknisya,” tegas Faida.

Sekadar diketahui, pelaksanaan penyerahan buku rekening itu atas kerjasama BPD Jatim di Jember. Acara dihadiri Kepala Cabang BPD Jatim, Islah, Dandim 0824 Jember Letkol Inf Rudiyanto, para kepala desa, dan pejabat teras di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Pemkab Jember.(ali/mlj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: