Ikatan Istri Karyawan Pensiunan Batara Agendakan Papsmear

Anggota IIKPA SOSIALIASIJEMBER (titik0km.com) – Tim Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Bina Sehat Jember memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi wanita dalam acara sosialisasi kesehatan pada pertemuan rutin yang diselenggarakan IIKPA (Ikatan Istri Karyawan Pensiunan Batara) yang digelar di gedung pertemuan Bank BTN Cabang Jember Rabu (23/1/ 2013). Direncanakan, IIKPA akan mengadakan pamsmear dalam waktu dekat ini.

Dalam kegiatan sosialiasi tersebut, dr. Maria Ulfah, narasumber dari RS Bina Sehat Jember memfokuskan topik penyuluhan kesehatan reproduksi wanita pada materi Kanker Servix.

Topik ini dipilih karena Kanker servix  merupakan kanker terbanyak kedua pada wanita setelah kanker payudara yang berpotensi mematikan. Kanker servix saat ini melanda bukan saja masyarakat lansia, tetapi juga pada usia muda (kurang dari 40 tahun). “Kebanyakan masyarakat kurang menyadari gejala kanker servix. Penderita kanker servix hampir selalu datang pada stadium lanjut,” jelasnya.

Dalam paparannya, Ulfah menyampaikan kanker servix dapat dicegah melalui dua cara. Yakni pencegahan primer dan pencegahan sekunder. Pencegahan primer meliputi menjaga kebersihan organ reproduksi, menghindari kontak dengan bahan-bahan yang memicu kanker dan tidak berganti-ganti pasangan.

“Sedangkan pencegahan sekunder diantaranya dapat dilakukan melalui program deteksi dini dengan melakukan pap smear dan vaksinasi anti HPV dengan efektivitas 80 -90 persen,” ujarnya.

Program deteksi dini melalui papsmear, lanjut Ulfah, merupakan tes screening untuk mendeteksi perubahan abnormal dalam servix dengan tujuan mendiagosa kanker servix. “Saat ini, RS Bina Sehat sudah memiliki alat kolposkopi yang berfungsi untuk mendiagnosa kanker leher rahim yang dilengkapi dengan monitor dan kamera,” ungkapnya. Papsmear di RS Bina Sehat dilakukan oleh dokter spesialis patologi anatomi.

Ulfah menambahkan, tujuan vaksinasi anti HPV (Human Papilloma Virus) adalah untuk memberikan kekebalan sistem imun terhadap virus HPV sebelum terjadinya infeksi. Kelompok umur wanita yang dapat divaksinasi untuk anak-anak adalah pada usia 11-12 tahun dan 13-15 tahun. Pada dewasa di usia 16-25 tahun dan 26-55 tahun.

Vaksinasi, kata dia, dilakukan dalam 1 program yang terdiri dari 3 kali penyuntikan, yaitu pada bulan ke-0, bulan ke-1 dan bulan ke-6. “Efektivitas vaksin kanker servix yaitu antara 80-90% berhasil melindungi wanita dari kanker servix, vaksin ini dikalkulasi memberikan pertahanan selama 5-6 tahun,” tambahnya.

Peserta sosialisasi yang keseluruhan adalah wanita ini tampak antusias menyimak penyuluhan kesehatan yang disampaikan tim PKRS RSBS. Saat dibuka sesi tanya jawab sebagian besar peserta menanyakan berbagai hal tentang kanker servix dan masalah seputar kewanitaan. “Kegiatan semacam ini memang rutin kita lakukan agar ibu-ibu dapat menambah pengetahuan terutama tentang kesehatan,” ujar Henny, istri pimpinan BTN Cabang Jember yang sekaligus menjabat sebagai ketua IIKPA ini.

Lebih lanjut, Henny menyampaikan, kegiatan medical chek up merupakan agenda rutin IIKPA dan untuk kegiatan papsmear sendiri terakhir dilaksanakan 2 tahun lalu.

“Memahami pentingnya deteksi dini kanker servik melalui papsmear maka dalam waktu dekat kami akan segera mengagendakan Medical Chek up papsmear bagi anggota IKKPA bekerjasama dengan RS Bina Sehat,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, dr. Maria ulfah menyampaikan usaha mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini dapat memberi manfaat bagi kaum wanita untuk lebih menjaga kesehatan reproduksinya. “Apabila masyarakat membutuhkan informasi tentang layanan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit dapat menghubungi Nomor Handphone 0816599591 atau dapat melalui bagian Informasi RS Bina Sehat di Jl. Jayanegara No. 7 Jember atau telepon (0331) 0331-6008777,” ujarnya. (fid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: