Istiqomah Kembangkan Koperasi Dekan FE UNEJ Dapat Penghargaan Dari SBY

Man Jadda wa jada yang berarti siapa yang bersungguh sungguh maka pasti akan berhasil rupanya diaplikasikan oleh Dr M Fathorrazi MSi dalam kehidupan akademisnyaJEMBER (titik0km.com) – Ungkapan terkenal dalam dunia pesantren Man Jadda wa jada yang berarti “siapa yang bersungguh sungguh maka pasti akan berhasil” rupanya diaplikasikan oleh Dr. M. Fathorrazi, MSi dalam kehidupan akademisnya, sehingga terbukti membuahkan hasil. Istiqomah mengembangkan koperasi membuat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jember ini mendapat anugerah Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia atas kontribusinya bagi dunia perkoperasian Indonesia.

“Alhamdulillah, Presiden SBY berkenan menyematkan Satya Lencana Pembangunan kepada saya pada saat Peringatan Hari Koperasi tanggal 12 Juli 2013 lalu di Mataram, Nusa Tenggara Barat,” ujar pria asli Bondowoso yang akrab disapa Pak Rozi ini. Uniknya, Pak Rozi adalah satu-satunya penerima Satya Lencana Pembangunan yang berlatar belakang akademisi dari Jawa Timur, sementara penerima lainnya didominasi walikota dan bupati seperti Walikota Surabaya, Bupati Malang, Bupati Jombang dan lainnya.

Penghargaan Satya Lencana Pembangunan di bidang koperasi ini bukan tanpa sebab, tengok saja buku-buku karya Pak Rozi di bidang koperasi, sebut saja buku Kapan dan Bilamana Berkoperasi, Ekonomi Koperasi, Manfaat Berkoperasi belum lagi karya tulis ilmiah lainnya. Belum lagi dengan keterlibatannya dalam berbagai organisasi koperasi seperti anggota Komisi Pengawas Koperasi Simpan Pinjam Jawa Timur, Sekertaris Asosiasi Dosen dan Peneliti Koperasi Indonesia. “Saya juga mendapatkan amanah sebagai Ketua Koperasi KAUJE dan Pengawas Koperasi Ekonomi Masyarakat Sejahtera Fakultas Ekonomi,” kata pria humoris yang S2 dan S3-nya mengambil bidang ilmu koperasi.

Salah satu sumbangsih Pak Rozy di bidang koperasi yang perlu dicatat adalah metode evaluasi diri bagi koperasi yang dinamakan RIHTA, singkatan dari Rozi, ICA, Hawkins and Turla Assesment. Metode evaluasi diri ini berupa software yang berisi serangkaian pertanyaan yang setelah dijawab akan menghasilkan peringkat tertentu. Tidak hanya berisi serangkaian pertanyaan saja, namun setiap pertanyaan juga dilengkapi rekomendasi atau solusi.

“Bagi koperasi yang ingin tahu sejauh mana perkembangan koperasinya, bisa menggunakan software ini, jadi mereka bisa tahu koperasi mereka sudah sampai di peringkat berapa, termasuk koperasi yang bagaimana, sudah bagus atau masih perlu perbaikan. Sementara untuk pelaksanaannya bisa di Dinas Koperasi,” kata Pak Rozi yang enggan temuannya dipatenkan karena menurutnya bertentangan dengan prinsip ekonomi syariah. Tidak hanya piawai membuat software pemeringkatan koperasi, Pak Rozy bahkan membuat syair lagu mengenai koperasi yang dipadu padankan dengan lagu qosidah modern.

Istiqomah Kembangkan Koperasi Dekan FE UNEJ Dr M Fathorrazi Msi Dapat Penghargaan Dari SBYKetertarikan Pak Rozi pada koperasi berawal dari pengalaman hidupnya yang tumbuh dalam keluarga kurang mampu. Sewaktu SMP dan SMA dirinya bahkan turut  menjajakan kue apem bikinan kakeknya. Tak heran jika banyak koleganya yang mengenalnya sebagai Dekan yang dulu penjual apem. “Pengalaman sewaktu kecil itulah yang memberikan pelajaran kepada saya bahwa dengan koperasi yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan, maka kesejahteraan bersama bisa dicapai,” tegas dosen yang juga memperoleh Bintang Bhakti Koperasi dari Menteri Koperasi dan UKM tahun 2009 lalu ini. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: