Jatim Alami Kemarau Basah Petani Waspadai Ledakan Hama

SURABAYA (titik0km.com) – Terjadinya anomali cuaca kemarau basah yang masih berlangsung hingga penghujung Januari ini memunculkan kekhawatiran terjadinya dampak pada sektor pertanian. Pemerintah melalui Badan Litbang Kementerian Pertanian (Kementan) mengingatkan petani akan adanya potensi ledakan serangan hama atau organisme penggerak tanaman (OPT) padi

Seperti yang dikutip dari Kominfo Jatim (28/1), Menurut Haryono, Kepala Balitbang Kementan, anomali iklim tahun 2013 mirip seperti yang terjadi pada 2010 lalu. Kondisi itu tentunya berpotensi memicu resiko keberlangsungan tanaman pangan padi pada musim tanam tahun 2014. Adapun serangan OPT atau hama padi itu, kata dia, bisa berupa penggerek batang, wereng, tikus, blas, dan kresek. “Anomali cuaca bisa menyebabkan gangguan terhadap budidaya padi. Musim kemarau basah yang terjadi hampir sepanjang tahun itu memicu potensi banjir dan serangan hama atau OPT,” kata Haryono, pada hari Selasa (28/1).

Mengacu pada kondisi 2010, ujar dia, saat itu telah menurunkan produksi padi hingga 10%. Salah satu upaya yang dilakukan guna meminimalisasi hama yakni dengan memaksimalkan fungsi Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tanaman (BPPOPT). Melalui lembaga tersebut, kata Haryono, maka dapat membantu menyebarkan hasil observasi sekaligus rekomendasi teknis pengendalian hama penyakit melalui dinas pertanian di daerah melalui UPT (unit pelaksana teknis).

Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Udhoro Kasih Anggoro mengklaim, merujuk beberapa tahun lalu, perubahan iklim dan cuaca ekstrem tidak berpengaruh signifikan terhadap target produksi padi nasional. Meski begitu, menurut Udhoro, atas rekomendasi litbang pihaknya melakukan berbagai antisipasi menghadapi perubahan iklim khususnya serangan OPT padi. Beberapa upaya itu, kata Udhoro, di antaranya, menginstruksikan koordinasi kepada jajaran pemerintah daerah untuk mengamankan produksi .Selain itu,meningkatan pengendalian hama terpadu dan monitoring dari dampak luas yang terkena serangan.

Tahun ini, Kementan menargetkan produksi padi naik 8,04% menjadi 76,57 juta ton gabah kering giling (GKG);dari produksi tahun 2013 lalu sebesar 70,87 juta ton. Pencapaian target produksi padi sebesar itu juga erat kaitannya dengan target surplus padi sebesar 10 juta ton.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Jatim, Wibowo Eko Putro menyatakan telah melakukan upaya pengamanan dan pengawasan terhadap areal pertanian dengan pengamatan organisme pengganggu tanaman dan melakukan pengendalian dini dengan penerapan pengendalian hama. “Kami melibatkan kelompok tani, produser pestisida, petugas kabupaten dan UPTD proteksi,” jelasnya.

Sebelumnya Gubernur Jatim, Soekarwo menyatakan optimistis jika serangan wereng tidak akan terlalu mengganggu target produksi beras di Jatim. Saat ini masih tersedia stok beras yang sangat memadai, bahkan Jatim masih surplus dan bisa mensuplai beras untuk daerah lain. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: