JFC 13 Jadi Tantangan Budaya Lokal Indonesia di Karnaval Modern

JEMBER (titik0km.com)  – Jember Fashion Carnaval atau yang biasa dikenal dengan JFC telah memasuki tahun ke 13. Kegiatan yang selalu digelar sesaat setelah perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus ini, kembali diigelar pada tanggal 20 s/d 24 Agustus 2014.

Menurut President JFC, Dynand Fariz, JFC yang telah 13 kali digelar ini, mengambil tema utama Triangle, Dynamic in Harmony menampilkan 10 defile yang di kemas  dengan tema Mahabharata, Borobudur, Tambora, Flying Kite, Phoenix, Wild Deer, Pine Forest, Stalagmite, Chemistry dan Apache, menjadi tren untuk fashion carnival di Indonesia, “JFC juga mendapatkan peringkat ke 4 karnaval terheboh di dunia,” ujar Dynand Fariz pada acara konfrensi pers yang digelar di Saphirre Ball Room Aston Jember Hotel & Conference Center pada Sabtu (23/8) malam.

Menampilkan beberapa materi tema utama JFC 13 di depan awak media, Dynand Fariz juga memberikan apresiasi dan dukungan yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk digelarnya Wonderful Archipleago Carnival Indonesia (WACI). Demikian juga dengan dukungan dari Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI) yang sementara ini beranggotakan 7 propinsi yang terdiri dari DKI Jakarta, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Kalimantan Timur. Dynand Fariz juga menjadi Ketua DPP AKARI mengharapkan dalam waktu dekat akan banyak propinsi yang menajdi anggota dari AKARI,

“Melalui even karnaval, akan banyak sektor ekonomi, baik formal maupun non formal yang juga terdongkrak, terbukti di Jember yang sebelumnya tidak dikenal oleh banyak orang saat ini menjadi sangat terkenal, bahkan diseluruh dunia karena JFC,” ujar Dynand Fariz yang juga mendapatkan penghargaan oleh lembaga Ashoka sebagai inovator untuk publik untuk mendorong generasi muda melalui kreatifitas yang digagas oleh para talent JFC itu sendiri.

JFC 13 kali ini juga digelar melalui serangkaian acara JFC International Event (JIE), yang meliputi JIE Exhibition pada 20 Agustus 2014, JFC Kids Carnival 21 Agustus 2014, JFC Artwear Carnival 22 Agustus 2014, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) 23 Agustus 2014, dan pagelaran puncak di JFC Grand Carnival 24 Agustus 2014.

Triangle yang menjadi tema utama JFC 13 mencerminkan keterkaitan 3 elemen kehidupan, manusia-alam-sang pencipta. Sedang sub tema Dynamic in Harmony mencerminkan penguatan pesan yang disuarakan masyarakat dunia mengenai perbedaan adalah esensi dari kehidupan, memberikan manusia kesempatan berpikir kreatif tanpa batas, dan menajdikan dunia begitu indah dalam warna-warninya. “Perbedaan adalah anugrah terbesar dari Sang Maha Kuasa,” papar Dynand Fariz pada show case JFC 13 di Aston Jember malam itu.

Satu yang baru dalam gelaran JFC 13 ini adalah AKARI yang mencoba memunculkan etalase modern carnival Indonesia dan mengangkat konsep local wisdom yang berbasis pada akar budaya masing-masing. (ias)

Defile Flying Kite-JFC 13 Jadi Tantangan Budaya Lokal Indonesia di Karnaval Modern 1 Defile Wild Deer-JFC 13 Jadi Tantangan Budaya Lokal Indonesia di Karnaval Modern Defile Phoenix-JFC 13 Jadi Tantangan Budaya Lokal Indonesia di Karnaval Modern Defile Borobudur-JFC 13 Jadi Tantangan Budaya Lokal Indonesia di Karnaval Modern 1 Defile Borobudur-JFC 13 Jadi Tantangan Budaya Lokal Indonesia di Karnaval Modern

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *