Kabag Humas Pemkab Jember Prakarsai Forum Pemred

Ajak Wartawan Ikut Bangun Jember Yang Visioner

JEMBER (titik0km.com) -Puluhan pemimpin media massa menyampaikan uneg-unegnya guna membangun Jember, di Hotel Istana, Rabu (11/12) siang. Selain memuji keberhasilan Bupati MZA. Djalal, mereka juga mengkritik sejumlah kebijakan, termasuk sikap pejabat pemkab yang dianggap masih kurang reformis serta tidak terbuka terhadap media massa. “Ini penting untuk membangun Jember ke depan,” ujar Mohammad Efendi, ketua PWI Jember.

Menurut Efendi, ketika mengawali memimpin Jember, Djalal lantang menggaungkan isu pemberantasan korupsi di lingkungan kerjanya. Namun, kini gaung itu kian tak terdengar, seiring banyaknya pejabat pemkab yang terlibat dugaan korupsi. “Saya berharap gaung antikorupsi itu terus disuarakan,” imbuhnya.

Bukan itu saja, pencapaian prestasi yang pernah diraih Bupati Djalal pada periode pertama kepemimpinannya, kata Aga Suratno (direktur Radio KISS FM), juga kian menurun. Bahkan Aga juga menyoroti sejumlah data tingkat kemiskinan, buta aksara, dan indek pembangunan manusia (IPM) yang masih memprihatinkan.

Malah Aga menyarankan agar Bupati Djalal melakukan evaluasi bulanan terhadap para kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), agar diketahui tingkat kinerjanya. “Kalau perlu Pak Djalal mengganti pejabat yang gagal mencapai target, dengan pejabat yang lebih mampu,” tambah Sukoco, Pemred Memorandum Timur.

Pemimpin Redaksi Radar Jember, Winardi Nawa Putra, meminta Djalal juga menjaga dan menjamin iklim kondusif di Jember. Di antaranya, menjamin keamanan dan kenyamanan investor yang ingin membangun Jember. “Jangan hanya bisa mengeluarkan izin, tapi ketika didemo masyarakat, tak berbuat apa-apa,” kritik Winardi.

Kasus yang disampaikan Winardi itu, terkait dengan aksi penolakan penambangan pasir besi oleh warga Paseban, Kencong, dan pendirian Supermarkert, Giant di Talangsari baru-baru ini. Akibatnya, kata dia, banyak investor yang enggan masuk, bahkan mundur dari Jember. “Alasannya Jember tidak kondusif,” tandasnya.

Menurut Ya’kub, pemred Radio Kartika, akhirakhir ini Bupati Djalal terkesan “menikmati” berbagai gejolak di masyarakat. Termasuk banyaknya rumor konflik internal antarpejabat yang sedang berebut pengaruh di pemkab. “Pak Djalal saat ini lebih dikenal sebagai bupati ngetril, daripada turba mendengar suara rakyat,” tuturnya.

Gagasan Bupati Djalal untuk membuat Jember sebagai kota industri, juga disorot oleh Nur Elliyah Anggraeini, redaktur pemberitaan Radio Prosalina, Jember. Jika ingin Jember lebih berkembang, kata Ely, sebaiknya Djalal rela menjadi “sales” untuk menjual Jember. “Saya lihat Bupati Anas (Azwar Anas, red) kerap menjadi “sales” kemana-mana untuk memajukan Banyuwangi.

Menanggapi berbagai kritik “forum pemred” Jember kemarin, Kabag Humas, Sandi Suwardi Hasan itu, menyambut baik demi kemajuan Jember ke depan. Dia juga mengajak para jurnalis untuk melihat sisi keberhasilan Bupati Djalal yang telah dirasakan oleh masyarakat. “Plus minusnya juga perlu diangkat agar balance,” ujarnya.

Menurut Sandi, berbagai kebijakan pemkab, sebenarnya menjadi tanggungjawab bersama seluruh pejabat di bawah koordinasi Bupati Djalal. Bahkan, Bupati, kata Sandi, terkesan telah memberi mandat penuh kepada setiap pejabat yang diangkat sebagai pembantunya, untuk bisa melaksanakan program sesuai tupoksinya. “Jangan sedikit-sedikit menunggu perintah bupati,” imbuhnya.

Tentu saja, arek kelahiran Banyuwangi ini juga minta para wartawan ikut memberi pencerahan kepada masyarakat, yang tidak semuanya tahu tentang kebijakan pemerintah. Juga kepada masyarakat di luar Jember, khususnya investor, wartawan diminta untuk ikut “menjual” Jember. “Tidak hanya kelemahannya yang disuarakan, potensinya juga layak untuk dipromosikan,” tambah Sandi.

Pertemuan awak media dengan humas pemkab tersebut, rencananya akan dilanjutkan dalam bentuk forum rutin secara periodik. Bukan hanya dengan jajaran humas, Sandi juga ingin mengajar para kepala SKPD untuk berdiskusi tentang berbagai hal dengan para jurnalis. “Kalau bisa Pak Bupati juga akan kami undang diskusi sama-sama,” pungkas Sandi. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: