Kabupaten Malang Alami Surplus Jagung 65 Ribu Ton

MALANG (titik0km.com) – Panen raya jagung di kabupaten Malang kali ini cukup menggembirakan semua pihak. Pasalnya kegiatan panen raya jagung di Desa Gunung Rejo Kecamatan Singosari yang dihadiri Bupati Malang, H. Rendra di bersama Danrem Malang mendapat sambutan para petani jagung.

Pada panen raya simbolis pada Jumat (28/2) tersebut, Bupati Malang melakukan pemetikkan jagung secara simbolik dengan dilanjutkan dengan menimbang bobot jagung. Di kecamatan Singosari sendiri lahan yang digunakan untuk menanam jagung hampir sekitar 100 hektar, Bung Rendra, panggilan akrab orang nomor satu di Kabupaten Malang tersebut menyarankan agar budidaya jagung semakin di perluas, ”Jika tanam tebu hanya 1 kali panen setahun, kalau jagung bisa 2 kali setahun,” ungkapnya, seperti yang dikutip dari Humas Pemkab Malang pada laman malangkab.go.id pada (1/3) oleh Titik Nol Kilometer.

Dalam acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog langsung dengan para penanam dan distributor benih jagung yang ditanam pada 2 lokasi desa di kawasan Singosari, ”Sampai saat ini, kami pastikan kualitas jagung Singosari sebanding produk international,” terang Jamhur salah satu petani yang memberi penjelasan pada peserta panen raya jagung tersebut.

Dalam kesempatan lain di tempat yang sama, beberapa petani yang berdialog dengan Bupati Malang juga menyampaikan, jika menanam jagung membutuhkan modal yang lebih kecil dan petani memiliki penghasilan cukup besar pada tiap panen jagung. Untuk modal hanya berkisar 20 % dari hasi 100% panen yang terjual.

Selama ini produksi jagung di Kabupaten Malang mengalami Surplus hingga 65 ribu ton dan dipastikan bisa melayani kebutuhan jagung di luar daerah. Dalam rangka melakukan pengembangan pertanian di bidang tanaman jagung, Bung Rendra juga mengajak semua pihak, tidak hanya petani tetapi juga pihak TNI untuk bisa mengembangkan swasembada jagung.

Adapun benih jagung yang ditanam di Singosari bernama “Pertiwi”, dan sudah ditanam sebanyak 30 ton di seluruh kawasan Kabupaten Malang. Benih jagung ini mempunyai potensi hasil panen mencapai 17,73 ton/hektar serta berukuran jumbo dengan jumlah 16 hingga 18 baris.

Dalam mengakhiri acara tersebut Bupati Malang memerintahkan pihak Kecamatan singosari, agar para petani jagung tersebut tidak mengalami kelangkaan pupuk, “Sehingga peningkatan ketahanan pangan semakin maju khususnya pertanian jagung,” pungkas Bung Rendra menutup acara. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: