Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Entrepreneur » Kadispemasdes : “Desa Jangan Ketergantungan DD, Tapi Harus Bisa Optimalkan BUMDes”

Kadispemasdes : “Desa Jangan Ketergantungan DD, Tapi Harus Bisa Optimalkan BUMDes”

Kadispemasdes : “Desa Jangan Ketergantungan DD, Tapi Harus Bisa Optimalkan BUMDes”

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes) Ir. Eko Heru Sunarso mengingatkan agar kepala desa tidak bergantung pada anggaran Dana Desa (DD), sebab menurutnya DD tidak selamanya akan diterima oleh pemerintah Desa, “Saya ingatkan Kades untuk tidak selalu bergantung pada Dana Desa, sebab Dana Desa dari Pemerintah Pusat tidak selalu ada,” ujar Heru.

Heru menyatakan, kepala desa harus jeli dan bisa memanfaatkan dana desa sebaik mungkin, bila perlu optimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada dengan mengembangkan usaha-usahanya, dan tidak fokus pada pembangunan fisik saja.

“Tujuan Dana Desa itu bukan untuk proyek infrastruktur saja, akan tetapi tujuan dikucurkannya dana desa adalah untuk menjadikan desa bisa mandiri, dimana dari sangat tertinggal menjadi tertinggal, dari tertinggal menjadi berkembang, nah caranya untuk menuju desa Mandiri ya mengembangkan BUMDes-BUMDes itu,” ujar Heru.

Apakah Dana Desa bisa di gunakan untuk modal di BUMDes? Heru menegaskan, bahwa penyertaan modal pada BUMDes dari Dana Desa boleh, “Dana desa bisa digunakan untuk Penyertaan modal BUMDes secara Stimulan, jangan untuk BUMDes, untuk pembinaan karang taruna saja bisa kok, asal semuanya sesuai dengan Musdes yang disepakati oleh stakeholder dan pemangku kebijakan desa,” tambah Heru.

Menurut Heru, jika BUMDes bisa berkembang, maka desa bisa membenahi infrastruktur tanpa tergantung pada anggaran Dana Desa saja, tapi bisa dari sumber lainnya, “Kami akan mendorong desa-desa mengembangkan BUMDes nya, desa bisa membuka usahanya dengan memanfaatkan potensi desa yang ada,” ujarnya.

Agar penyertaan dana stimulan ke BUMDes tidak terpengaruh dengan Pilkades, Dispemasdes mulai tahun 2019 akan melakukan pembinaan kepada pengurus, seperti pembinaan managemen, meningkatkan kapasitas SDM, makanya ada pendamping desa, pendamping kabupaten, pendamping BUMDes, dan Pendamping ahli.

“Nanti BUMDes harus ada pengurusnya, dan pengurus BUMDes inilah yang akan di tingkatkan kapasitas SDM nya dan dibina, karena BUMDes ini untuk jangka panjang, apalagi saat ini pendamping desa di Jember terbaik Nasional, ini bisa di jadikan rujukan dan study banding bagi pendamping-pendamping desa lainnya yang ada di Jember,” pungkas Heru

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top