Dari Sini Semua Berawal

Kadisperindag Bakal Terapkan Larangan Jual Beli Kios

Kadisperindag Bakal Terapkan Larangan Jual Beli Kios

Jember (titik0km.com) – Managemen pasar di Jember benar-benar akan ditata sedemikian rupa oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Pemkab Jember, jika saat ini masih bisa ditemui los-los pasar baik yang di pasar Induk seperti Pasar Tanjung maupun pasar-pasar daerah yang ada di Kecamatan, dalam kondisi kosong dan tertutup serta ada tulisan “di Jual”, maka mulai tahun depan setelah direvitalisasi kondisi los pasar seperti ini kemungkinan tidak akan ditemukan lagi.

Sebab Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM akan memberlakukan Surat Izin Menempati (SIM) untuk pedagang pasar dan akan di lakukan pengecekan dan kontrol dengan cara perpanjang SIM setiap tahun sekali.

“Memang kami akan memberlakukan SIM yaitu surat izin menempati kepada pedagang, hal ini untuk penataan pasar yang lebih baik, seperti yang kita lihat saat ini, banyak pedagang pasar yang tidak memiliki los dan berjualan di pinggir jalan yang ada di sekitar pasar, padahal di dalam banyak los-los kosong yang tidak ada penghuninnya, dan tidak sedikit pula yang ada tulisan di jual, padahal ini aset negara yang tidak bisa dengan bebas diperjual belikan, dan ini yang akan kami terapkan setelah pembangunan revitalisasi pasar selesai,” ujar Anas Makruf Kadisperindag Pemkab Jember.

Anas juga menceritakan ada temannya yang seorang polisi izin pada dirinya kalau mau berjualan di pasar Tanjung dengan membeli Los pasar seharga Rp. 90 juta, namun ia melarang untuk membelinya, “Kemarin ada teman saya yang seorang polisi bercerita mau beli los pasar dari pedagang seharga 90 juta, saya cegah, saya katakan kalau sampai membeli berarti sama dengan melakukan penggelapan pada aset negara, karena sejatinya pasar itu adalah aset negara, akhirnya ia membatalkan,” ujar Anas.

Menurut, terjadinya jual beli Los Pasar, dikarenakan kebiasaan dan kesalahan yang dilakukan pengelola pasar, dimana tidak pernah ada kontrol, disamping itu banyak oknum yang bermain dengan pedagang terkait jual beli los pasar.

“Kedepan peraturan kepada pedagang agar harus memiliki SIM akan kami terapkan, dan setiap setahun sekali akan dilakukan perpanjangan, kalau misal ada pedagang yang mau pindah atau berhenti berjualan sebelum masa pakainya habis, maka penggantinya harus sepengetahuan Disperindag atau pengelola pasar, istilahnya oper kontrak, bukan jual beli lagi,” pungkas Anas. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *