Kavling Pertokoan Jompo Dijual Belikan?

Jember, (titik0km.com) – Banyak hal ditemukan mengenai pertokoan Jompo yang ambrol pada Senin (2/3/2020) pagi, salah satunya adanya akad jual beli pertokoan yang merupakan aset milik Pemkab Jember, selain menghambat relokasi yang akan dilakukan oleh Pemkab Jember, hal ini juga dinilai ada penyimpangan, karena pertokoan yang dibangun pada tahun 1974, merupakan milik Aset Pemkab Jember.

“Pertama yang perlu kita tangani adalah bencana dulu, soal akad jual beli kita kesampingkan dulu, tapi kami nanti akan meminta Indag (Disperindag, red) dan Polisi untuk mendata dan melakukan pengusutan, karena sejatinya aset Pemkab tidak boleh di perjual belikan,” tegas Bupati.

Bupati juga menambahkan, bahwa adanya kepemilikan kavling pertokoan Jompo juga menjadi penyebab tidak bisanya melakukan relokasi secepat mungkin. “Saat kita lakukan pendataan untuk dilakukan relokasi, banyak dari penghuni kavling yang mengatakan sebagai pemilik, sehingga ada ganti rugi yang harus dikeluarkan Pemkab, ini yang akhirnya Pemkab tidak bisa melakukan relokasi langsung, namun dengan adanya bencana seperti sekarang ini, mau tidak mau harus direlokasi,” ujar Bupati usai menggelar Rakor dengan jajaran Forkopimda di Pendopo Pemkab Jember.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pertokoan Jompo Senin pagi ambrol, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, karena 10 kavling dari 31 Kavling pertokoan Jompo yang ambrol sudah dikosongkan beberapa bulan sebelumnya, sedangkan untuk kavling nomor 11 hingga nomor 31, akan dilakukan pembongkaran, setelah relokasi seluruhnya selesai. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: