Kesiapan Lembaga Kursus dan Pelatihan Jelang ASEAN Economic Countries 2015

JEMBER (titik0km.com) – Lembaga kursus dan pelatihan merupakan satuan pendidikan nonformal sistem pendidikan nasional. Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri untuk menciptakan output yang kompeten dibidangnya.

Menurut Novi Haryati, Owner LKP Oxford yang terletak di jl. Belitung Jember, dalam hal ini kursus dan lembaga pelatihan diupayakan mampu bersaing untuk menghadapi era perdagangan bebas dan kerjasama ekonomi negara – negara ASEAN atau ASEAN Economic Countries tahun 2015 mendatang. “Indonesia sebagai negara berkembang harus siap menghadapi bebasnya arus barang, jasa, investasi, modal dan tenanga kerja baik yang terampil maupun yang profesional. Oleh karena itu, dalam rangka menyiapkan sumberdaya manusia yang terampil dan profesional Indonesia telah menyiapkan Kerangka Nasional Indonesia atau KKNI, juga dikenal dengan Indonesia Qualification Framework atau IQF,” papar Novi Haryati.

KKNI sendiri ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI No. 8 Tahun 2013. KKNI merupakan kerangka perpanjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan bidangnya. Dalam hal ini pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor dunia usaha serta dunia industri.

Sehubungan dengan hal itu, menurut Novi Haryati, akan diadakan kegiatan “PENDAMPINGAN PENGUATAN REPUTASI dan DAYA SAING LKP TAHAP II” oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada tanggal 11 s/d 13 November 2013, bertempat di Goodway Hotel and Resort Jl. Dalem Tarukan No. 7, Taman Mumbul, Nusa Nua, Bali. “Kursus dan pelatihan memiliki peranan penting yang strategis untuk memberikan kontribusi terhadap penyiapan sumberdaya manusia Indonesia yang kompeten dan profesional dibidangnya serta memiliki daya saing untuk berkompetensi dengan sumberdaya asing termasuk ASEAN. Salah satunya melalui pendampingan pembinaan terhadap Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang dilakukan dengan mensosialisasikan mengenai KKNI dan penyiapan prosedur serta proses pembelajaran berbasis KKNI yang akan banyak dibahas dalam acara ini,” jelas Novi Haryati.

“LKP OXFORD sebagai tempat pelatihan dan kursus yang menyediakan jasa khususnya di bidang Bahasa Inggris, Komputer dan Bahasa Asing juga akan menjadi salah satu peserta dari dan diharapkan agar lebih mempersiapkan diri dan mampu untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekan pada penguasaan kompetensi dan kepribadian yang profesional untuk menciptakan output atau lulusan yang kompeten di bidangnya” pungkas Novi. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: