Ketika Pasukan Airsoftgun Menyerbu Sawah Petani

Penghobi JAR 11 Airsofter Gun Sedang Perang Perangan JEMBER (titik0km.com) – Sekelompok pasukan bersenjata dan dilengkapi dengan perlengkapan tampak berseliweran di lahan sawah Desa Wonorejo Kecamatan Kencong. Mereka dibantu masyarakat setempat untuk melaksanakan sebuah uji coba dalam medan tempur yang bukan seperti biasa dengan sasaran yang luar biasa pula.

Ya, itulah sekilas kegiatan yang dilakukan oleh JAR 11 pada Selasa malam (21/05) beberapa waktu yang lalu. Sekelompok penghobi airsoftgun yang tergabung dalam Jember Airsoft Regime (JAR) 11 sedang melakukan kegiatan tembak menembak dengan airsoft gun mereka dan bekerja sama dengan PPL dan petani di desa Wonorejo Kencong. Lantas apa yang hubungan para penghobi airsoft gun dengan PPL dan petani?

Usut punya usut mereka sedang mengadakan aktivitas pemberantasan hama tikus dengan memanfaatkan unit mainan airsoftgun milik anggota JAR 11. Menurut Ervan, salah satu anggota JAR 11 dan PNS pada salah satu instansi di Pemkab Jember ini,  kegiatan memberantas tikus dengan menggunakan unit mainan adalah inovasi yang pertama di dunia. “Barangkali kegiatan ini adalah satu satunya di dunia, meski taraf ujicoba, upaya mengkolaborasikan hobi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sangat menyenangkan, seperti berburu sungguhan,” ujar Ervan.

Kegiatan ini sangat mutualis, saling membantu dimana, pihak petani terbantu dalam upaya menanggulangi hama tikus serta pihak airsofter seperti JAR 11 mendapatkan aspek kesenangan, rekreatif, dan sport yang memang dicari dalam komunitas airsofter JAR 11 ini. “Jadi selama ini kelompok penghobi airsoftgun dianggap sebagai kelompok hobi yang mahal yang ekslusif, dan tidak membumi. Kami berusaha merubah image dan cara pandang masyarakat bahwa keberadaan penghobi airsofter juga bisa bermanfaat di masyarakat,” papar Ervan.

Mengenai kegiatan yang dilakukan memang masih sebatas observasi awal dengan melibatkan 10 airsofter, sebutan untuk penghobi airsoftgun, juga mendapatkan dukungan dari PPL Pendamping Desa Wonorejo Kecamatan Kencong, Gunawan. “Ya yang diburu tikus, karena tikus itu memang hama yang bandel yang kami sangat terbantu kalo ada pihak yang membantu memberantas hama apa lagi caranya juga unik pake senjata mainan seperti yang dilakukan teman teman dari JAR 11,” kata Gunawan

Jalannya aktivitas juga sempat di observasi atau diamati secara langsung, dari penghobi air softer, PPL dan petani. Kesimpulannya unit airsoftgun harus dimodifikasi dengan ditambah senter khusus dan laser pointer agar lebih akurat mengenai sasaran, serta kecepatan peluru cukup dibatasi 400 FPS (feed per second)/ kaki per detik.

Menurut Ervan dan JAR 11, kecepatan 400 FPS jauh dibawah kecepatan peluru senapan angin yang biasa digunakan secara umum. Gambaran umum sebuah senapan angin kecepatannya bisa mencapai 700 FPS lebih, tergantung dari kondisi senapan. Dengan 400 FPS sudah cukup membunuh tikus tetapi aman tetap pada batas aman seandainya terkena manusia. “Kalau urusan keamanan saya yakin teman teman dari JAR 11 sudah banyak yang paham karena itu kecepatan yang digunakan hanya 400 FPS jadi masih sangat aman jika kena badan, dan perangkatnya keamanan lain seperti kacamata google juga harus digunakan,” ungkap Ervan.

Penghobi JAR 11 Airsofter GunSedangkan petani pemilik lahan juga sangat gembira dengan kegiatan yang masih dalam taraf uji coba ini. Salah seorang dari mereka, Waluyo, Warga Desa Wonorejo Kecamatan Kencong mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya uji coba memberantaas tikus dengan airsoftgun ini. “Lha ya namanya tikus itu mesti di gropyok, ya kami terbantu dan senang dengan kegiatan ini, mosok sampean pernah lihat tentara masuk sawah bawa senjata lagi. walaupun mainan ya senang juga kita dapat hiburan, tikusnya juga diburu,” kata Waluyo polos. Sungguh sebuah kegiatan yang menarik, apakah ini jadi tren baru di komunitas airsoftgun di daerah lain ? kita tunggu saja. (ias)

Bagikan :

2 thoughts on “Ketika Pasukan Airsoftgun Menyerbu Sawah Petani

  1. Luar biasa. Tiba2 ada inovasi bijaksana dari Jember. Andai tiap komunitas masyarakat (kelompok hobi, kelompok profesi) semua menyadari pentingya saling membantu, pasti tiap masalah jadi ringan

  2. sebagai salah satu anggota JAR’ XI saya bangga bisa membantu para petani untuk meringankan beban yang membuat mereka sampai kewalahan untuk mengatasi serangan hama tikus seperti sekarang ini…untuk selanjutnya kami akan memprogramkan kegiatan seperti ini lagi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *