Keyakinan untuk Kaya

Swandono-150x150Oleh: Suwandono*

Adakah orang yang tidak ingin “kaya”? atau adakah orang yang menginginkan hidupnya “miskin”? Saya yakin jika jawaban kita akan sama : bahwa semua orang tentu ingin hidup kaya dan tidak ada orang yang mempunyai cita-cita hidupnya miskin.

Namun, seringkali kita bingung jika ditanya definisi dari “kaya” itu sendiri, karena “kaya” adalah hal yang sangat relatif. Ada sebagian orang yang merasa kaya ketika mempunyai uang lima belas juta rupiah, sebagian yang lain merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki uang tiga milyar rupiah.

Setelah beberapa kali melakukan diskusi dengan teman-teman pengusaha dan juga membaca beberapa buku, akhirnya saya memperoleh jawaban yang memuaskan tentang pengertian kaya. Orang yang disebut kaya adalah orang yang mempunyai passive income lebih besar dari biaya hidup dan biaya gaya hidup yang diinginkannya. Yang dimaksud dengan passive income adalah uang yang masuk tanpa kita harus bekerja.

Saya termenung cukup lama ketika mendapati kesimpulan tersebut, seiring dengan kesadaran bahwa saya masih jauh dari katagori kaya karena pada kenyataannya saya masih harus bekerja untuk dapat memenuhi biaya hidup. Passive income yang saya miliki masih jauh dari kata “cukup” untuk memenuhi biaya hidup, apalagi untuk pemenuhan “gaya hidup”. Lantas saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah saya termasuk golongan orang miskin? Saya jawab sendiri pertanyaan itu dengan kata “tidak”, karena saya tidak mengalami kesulitan untuk memberi uang belanja pada isteri, saya telah memiliki rumah, mobil, perusahaan yang tengah berjalan dan sedikit tabungan. Kemudian, saya mencoba membayangkan jika suatu ketika saya sakit keras dan tidak dapat bekerja, apa yang akan terjadi? Pelan tapi pasti  usaha yang saya miliki akan menurun grafiknya, tabungan yang tidak seberapa nilainya itu pun akan habis, ujung-ujungnya saya akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan kembali terjerat kemiskinan.

Apa yang saya rasakan dan renungkan itu, saya yakin juga akan menjadi renungan anda. Karena saya dan anda tentu ingin menjadi kaya. Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang saya peroleh dari proses diskusi dan menimba ilmu dari beberapa tokoh yang telah masuk dalam katagori kaya. Meskipun saya merasa kurang pantas mengupas masalah ini karena posisi saya yang masih belum kaya, namun saya merasa tidaklah salah jika mengajak anda bersama-sama merenung dengan harapan pada saatnya nanti saya dan anda dapat masuk dalam katagori kaya sesuai dengan definisi yang telah saya sebut.

Tentu banyak sekali cara untuk menjadi kaya, ada cara yang lambat dan ada pula cara yang cepat. Ada cara positif (bekerja cerdas dan keras, membangun bisnis, dll), ada pula cara yang negatif (merampok, korupsi, dll). Saya tidak akan mengupas lebih lanjut perihal cara atau teknis menjadi kaya, halaman ini tidak akan cukup untuk menampung tulisan-tulisan mengenai hal itu, dan jika saya memaksakan diri untuk membahas masalah itu maka saya seperti “orang buta yang bercerita tentang keindahan dunia”. Mengapa bisa demikian? Jawabannya sudah jelas: karena saya belum kaya.

Namun saya akan menceritakan pertemuan saya dengan seorang Lao ban/Tau ge (baca Lao Pan/Dau ke, bahasa mandarin/hokkien : orang kaya raya) yang kebetulan berkenan membagi sedikit ilmunya pada saya. Menurut sang Lao pan, modal utama untuk bisa menjadi kaya adalah KEYAKINAN. Sebelum kita mengambil keputusan untuk bekerja atau berbisnis, maka kita harus memiliki keyakinan dapat berhasil, keyakinan dapat menjadi kaya.

Dalam pertemuan itu, saya sempat didamprat habis-habisan oleh sang Lao pan karena saya berkata “tidak mungkin saya bisa menjadi kaya seperti anda”. Sang Lao pan tersebut menyebut saya akan dapat seperti dia jika saya mempunyai keyakinan kuat untuk menjadi kaya, sebaliknya saya tidak akan bisa menjadi kaya jika saya tidak mempunyai keyakinan itu.

Menurut sang Lao pan, yang dimaksud dengan keyakinan adalah sesuatu yang kita yakini dan hidup dalam batin kita, yang entah sadar atau tidak, menentukan sikap dan tindakan kita. Keyakinanlah yang akan menjadi landasan cara kita berpikir, berbicara dan bertindak di masa sekarang dan akan datang. Jika kita memiliki keyakinan kuat dapat berhasil, maka semua langkah kita akan berjalan ke arah keberhasilan, demikian juga sebaliknya.

Sang Lao pan yang beretnis Tionghoa itu menambahkan jika “keyakinan yang tepat dapat meningkatkan keberuntungan”. Penjabaran dari ungkapan itu adalah kalau kita mempunyai keyakinan yang kuat bahwa pasti berhasil, kita akan termotivasi untuk melakukan tindakan, sedang orang yang tidak yakin berhasil seringkali sudah menyerah sebelum bertindak apapun.

Ketika orang memiliki keyakinan pasti berhasil, dia akhirnya pasti berhasil, karena dia akan berjuang keras. Kalaupun mengalami kegagalan, dia akan berusaha lagi sampai akhirnya sungguh-sungguh berhasil. Sebaliknya, orang yang tidak yakin bahwa akhirnya dia pasti berhasil akan mudah menyerah sebelum dia berhasil. Sang Lau pan itu mengambil contoh orang yang merasa yakin bahwa dia berbakat dalam olah raga menembak, dia akan mencoba melakukan tindakan, yaitu menembak. Sebaliknya, orang yang merasa yakin bahwa dia tidak bisa menembak, tidak akan mencoba menembak sama sekali. Secara ilmiah, orang yang mau mencoba menembak tadi mungkin tembakannya dapat mengenai sasaran, mungkin juga luput, tapi orang yang tidak menembak sama sekali berarti sudah luput 100%. Demikian juga orang yang yakin, yang akhirnya menuai keberhasilan, dia akan mencoba terus sampai akhirnya tembakannya tepat mengenai sasaran. Dan akhirnya dia jadi ahli menembak sesuai dengan keyakinannya. Sedangkan orang yang tidak yakin bahwa akhirnya dia bisa berhasil mungkin akan mencoba satu-dua kali, kemudian menyerah, dan akhirnya benar-benar tidak berhasil. Sesuai dengan keyakinannya, dia tidak bisa atau tidak berbakat menembak.

Sang Lau Pan menyebut Tiger Wood sebagai contoh lain, apakah dia lahir begitu saja dengan bakatnya yang hebat, sehingga tanpa latihan langsung bisa menjadi pegolf nomor satu dunia? Ternyata Tiger Wood berlatih lebih lama dan lebih banyak dibanding pegolf manapun. Ketika pegolf lain masih tidur lelap, Tiger Wood sudah berada di lapangan dan memukul minimal 1.000 bola.

Saya mengambil kesimpulan dari contoh yang dipaparkan sang Lau pan tersebut, bahwa keyakinan seseorang akan meningkatkan keberuntungannya dalam hidup karena keyakinan tersebut akan membuat dia  bertindak lebih banyak, lebih tepat, lebih terukur, dibanding orang yang tidak yakin. Dengan demikian, potensi yang digunakan lebih besar, sehingga hasilnya akan lebih besar.

Sang Lau pan menambahkan jika kita harus mengubah keyakinan-keyakinan yang selama ini menghambat kita untuk menjadi kaya. Kemudian keyakinan yang salah itu diubah menjadi yang benar dan mendukung kita untuk menjadi kaya. Tentu banyak keyakinan salah yang sering kita miliki dan tidak kita sadari jika kita memilikinya, sebagai contoh: “orang mati tidak membawa uang, untuk apa susah-susah mencari banyak uang”, keyakinan semacam itu harus diubah menjadi “uang memang tidak dibawa mati, tapi uang yang banyak dan digunakan untuk pengobatan yang tepat bisa menyelamatkan dari kematian. Uang memang tidak dibawa mati, tapi saya mau meninggalkan warisan yang banyak”. Contoh lain, “uang bukan segalanya”, harus diubah menjadi “segalanya butuh uang”, “uang tidak bisa membeli cinta” harus diubah menjadi “cinta akan menjadi lebih indah jika kita memiliki banyak uang” dan lain sebagainya.

Dari uraian ini, semoga mulai hari ini saya dan anda mempunyai keyakinan bahwa kita bisa menjadi KAYA. Dengan keyakinan tersebut saya berharap langkah saya dan anda akan semakin mantab, terarah dan dapat mengundang keberuntungan. Semoga.

*Suwandono aalah seorang motivator dan penulis novel

One thought on “Keyakinan untuk Kaya

  1. Pak. kondisi sengkaling sejak tahun 2010 itu terjadi penuruan luar biasa dari tahun 2009 825.000 saat ini menjadi 640.000.
    dan perlu diketahui beberapa aset permainan yang ada disana itu bukan milik sengkaling tetapi milik rekanan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: