Konser ASAH Indonesia Tour 2012 – 2013, Bukan Konser Klasik Biasa

ASAH Memeluk Indonesia 2013 JEMBER (titik0km.com) – Konser ASAH Indonesia Tour 2012 – 2013, bukanlah konser musik klasik biasa. Pagelaran yang digelar malam ini akan menampilkan 2 virtuoso musik klasik dari kelahiran Indonesia dan perupa luar negeri, yang tergabung dalam JakArt. Kolaborasi yang apik akan dipersembahkan oleh JakArt dengan tajuk konser “ASAH – Memeluk Indonesia“.

Siapa saja mereka berikut ini adalah profil mereka.

Ary Sutedja, pianis, mendapatkan gelar “Master of Music”-nya dibidang seni pertujukan piano di Universitas Towson Baltimore, Maryland di tahun 1992 di bawah bimbingan Reynaldo Reyes. Ary berhasil menyelesaikan study-nya di Towson dengan predikat “summa cum laude”, dan memperoleh penghargaan “Outstanding Achievement in Music”. Pemenang “The Peggy and The Yale Gordon Foundation Scholarship”, dan pemenang “The Talent Award Competition”. Kemudian melanjutkan gelar sarjananya di St. Petersburg Conservatory, Rusia, di bawah bimbingan Sofia Vakman, Sergey Uryvaey dan Valery Visnesky. Guru-gurunya di Indonesia termasuk Iravati M.Sudiarso.

Saat tinggal di Jerman, ia mengikuti tour bersama dengan The Bremen Opera Theatre sebagai pengiring piano di bawah arahan Kapellmeister Gunther Bauernschenk. Ary kemudian kembali ke Indonesia pada tahun 1993. Tahun 1994, Ary bersama teman-temannya Soun Youn Yoon (pemain Oboe dari Korea Selatan) dan Sharon Eng (pemain biola dari USA) mendirikan grup musik bernama Nuansa Klasika. Mereka telah mengadakan konser di berbagai Negara seperti di Korea Selatan, Thailand, Indonesia, Inggris, Amerika (April 2006 di markas besar PBB di New York), Yunani, Kuwait, dan Australia.

Di tahun 1999, bersama suaminya, Mikhail David, Ary mendirikan JakArt, sebuah festival seni, budaya dan pendidikan yang diadakan setiap tahunnya di kota Jakarta. Di JakArt Ary menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Jakarta Festival telah menggelar lebih dari 1000 pertunjukan dan pameran-pameran berkelas dunia sampai pertujukan-pertujukan seni yang di lakukan secara spontan oleh seniman para lokal dan mancanegara. Festival ini telah diadakan di lebih dari 300 tempat dan lokasi di dalam dan di luar jakarta, dari tempat-tempat tertutup hingga tempat umum dan melibatkan lebih dari 1000 sukarelawan yang sangat antusias terhadap JakArt dari seluruh kalangan masyarakat hingga seniman-seniman luar negeri.

Pada tahun 2004, JakArt menggelar festival A la Carter, sebuah festival yang keliling di 15 kota di Jawa dan Bali. Hal serupa juga diselenggarakan oleh JakArt mengelilingi 12 kota di Peloponese (Yunani) dan Athena dalam rangka Olimpiade Kebudayaan di Athena 2004. JakArt telah di dukung oleh UNESCO sejak tahun 2002 dan merupakan salah satu anggota pendiri dari “Association of Asian Performing Arts Festival (AAPAF)”. Anggota AAPAF lainny termasuk Singapore Arts Festival, Shanghai Arts Festival, Hongkong Arts Festival, Adelaide Arts Festival, dan lain-lain.

Ary adalah anggota dewan Kesenian Jakarta tahun 2003-2006, juga anggota dari Komite Nasional Indonesia untuk Kebudayaan, periode 2002-2004. Saat ini Ary adalah salah satu anggota eksekutif AAPAF dan aktif mengadakan pertujukan solo piano dan musik kamar baik di dalam maupun di luar negeri. Ia tampil di 33 kota di seluruh Indonesia bersama dengan suaminya Mikhail David, Asep Hidayat-pemain cello asal Indonesia dan Rene van Helsdingen-Pianis Jazz asal Belanda pada progam yang bernama ASAH I dan II.

Pada Agustus 2008, bersama Organisasinya JakArt ia mengorganisir Imajiner Festival dan dihadiri oleh 31 direktur festival dan perwakilannya dari seluruh dunia. Tahun 2010-2012, ia menjabat wakil ketua AAPAF (Assosiasi Festival-festival Seni Petujukan se-Asia).

Asep Hidayat, Cellis. Di kenal aktif memberikan resital-resital dan konser-konser baik untu solo cello maupun musik kamar di tanah air maupun mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, dan Jepang. Repertoar yang ia mainkan bervariasi dari jaman Renaissance hingga kontemporer. Setelah mendapatkan Master of Degree-nya di bidang Perfomance pada tahun 2002 di Osaka Kyoiku, ia bergabung dengan orkes profesional di Jepang “Heinrich Suitzt Ensemble” (1999-2002). Di kota tersebut ia juga tampil di beberapa festival seperti Osaka Cassal Festival, dan Osaka musik Festival.

Ia juga tampil spektakuler bersama 1000 Cellis dari sekuruh dunia di Kobe. Asep tampil tiga kali terpilih untuk The ASEAN Youth Musik Workshop di Kuala Lumpur, Manila, dan Jakarta. Ia juga di tunjuk untuk menjadi tutor cello dalam workshop tersebut di Bangkok.

 Tampil bersama the Australian Virtuoso Ensemble di Townsville Queensland Australia. Belajar cello pertama kali di sekolah menengah musik Yogyakarta (1982-1986) di bawah bimbingan Yoesbar Djaelani. Ia melanjutkan pendidikan musiknya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta (1986-1991) di bawah bimbingan Renee Bermann cellist dari Belanda. Ia juga mengikuti Master Class di Australia dengan Tess Remy Schumacher dan Prof. Dr. Aexander Ivaskin. Saat ini Asep mengajar Mayor Cello di Intitut Seni Indonesia Yogyakarta dan sekolah musik Internasional Jakarta.

Mikhail David, visual artist dan Konseptor ASAH, Karya awal Mikhail David di bidang Visual Art cenderung bergaya minimalis yang tercermin dalam beberapa pameran tunggal ataupun pameran bersama di berbagai Negara seperti Yunani, Itali, Kanada, Australia, Indonesia dan lain sebagainya.

Pada tahun 1990-an Mikhail tertarik dengan seni instalasi dan mulai menciptakan “lingkungan yang penuh dengan atmosfir interaktif lintas-disiplin” melibatkan semua panca indera. Untuk tujuan ini, Mikhail menciptakan “ruang” khusus yang disebut “The Stage” (panggung) diantara tahun 1991 hingga 1996, yang kemudian dikenal sebagai “garis depan-nya avant-garde”, sebuah penanda kegiatan seni di Jakarta yang menjadi tuan rumah lebih dari 3,000 artis local dan luar negeri.

Mikhail menikah dengan pianis/musisi ternama bertaraf internasional, Ary Sutedja-David. Bersama istrinya, Mikhail mendirikan organisasi berbasis akar-rumput pada tahun 1999 yang bertujuan untuk mendemostrasikan, mengekspose, membagi, mengajak dan mempromosikan seni. Hasilnya adalah JakArt@2001, JakArt@2002 dan JakArt@2003, JakArt@2004 sebuah Festival Seni, Budaya dan Pendidikan bertaraf Internasional untuk memperingati hari ulang tahun Kota Jakarta pada bulan Juni.

ASAH Memeluk IndonesiaPada bulan Juli 2003, Mikhail mengintegrasikan berbagai ketertarikan, bakat dan kegiatannya hingga akhirnya muncullah sebuah konsep/kreasi yang diberi judul “Penghargaan Bagi Kesinambungan Adikarya Umat Manusia”. Instalasi/eksibisi yang ditampilkan adalah sketsa impresi penuh karakter yang menawarkan berbagai kapasitas dan kemungkinan dari proposal Mikhail untuk pengkreasian sebuah pertunjukan pendidikan secara kronologis yang menyeluruh yang bersifat nomaden dan komprehensif. Acara tersebut bertempat di Museum Nasional Jakarta, didukung oleh Direktur Jenderal UNESCO, Koichiro Matsuura dan Menteri Budaya dan Pariwisata, I Gede Ardika.

Selamat menikmati pertunjukan bermutu tinggi. (ias)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: