Kunjungan KITLV Jakarta Berbagi Masa Lalu Dan Berbagi Informasi

Dr Roger Tol Direktur KITLV Jakarta Berkunjung Ke Puslit Koka Jember ICCRI JEMBER (titik0km.com) – Sejarah masa lampu bagi beberapa orang menjadi sesuatu yang terpendam dan terlupakan. Namun tidak bagi beberapa orang seperti Dr. Roger Tol, Direktur KITLV Jakarta yang merupakan bagian dari KITLV yang berpusat di Leiden Belanda. Hal ini terungkap dalam kunjungan Dr. Roger Tol ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI) dan PG Semboro Jember hari ini (08/04), yang ditemani oleh Ketua Jurusan Sejarah dan beberapa staf pengajar Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Jember.

Dr Roger Tol Direktur KITLV Jakarta Berkunjung Ke JemberPusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Puslitkoka Jember ini merupakan lembaga penelitian yang didirikan oleh pengusaha perkebunan Belanda pada tahun 1912, sedangkan PG Semboro, Tanggul, Jember didirikan oleh Belanda pada tahun 1927. Keduanya adalah beberapa peninggalan Belanda yang akhirnya di nasionalisasikan pada era kemerdekaan oleh Pemerintah Indonesia saat itu.

Dr. Roger Tol merasa sangat terkesan dalam kunjungan kali ini, pasalnya ini adalah kali pertama dia mengunjungi Jember dan melihat secara langsung berbagai warisan dari masa kolonial Belanda masih digunakan sampai saat ini. “ini adalah hari yang mengesankan buat saya pribadi, karena disuguhi perjalanan yang menarik serta melihat banyak hal yang menarik di perjalanan kali ini, terutama melihat peninggalan era kolonial yang masih digunakan sampai saat ini,” kata Dr. Roger Tol dalam Bahasa Indonesia yang fasih kepada wartawan titik0km.com

Dalam kunjungan kali ini Dr. Roger Tol mengungkapkan bahwa, terlepas dari sejarah masa lampau dan kisah kolonialisasi Belanda di Indonesia, ada banyak hal yang bisa diwujudkan di masa yang akan datang bersama lembaga pendidikan tinggi di Indonesia terutama Universitas Jember, dalam hal ini adalah Fakusltas Sastra Universitas Jember. “Visi utama KITLV Jakarta tidak berbeda jauh dengan KITLV Leiden, karena hanya di Leiden merupakan sumber pengetahuan masa lampau yang terbaik di dunia sejak awal didirikan dan bahkan sampai saat ini,” papar Dr. Roger Tol.

KITLV memiliki visi berbagi koleksi yang sudah terdokumentasi sejak 160 tahun lalu, dalam bentuk foto yang sudah terdigitalisasi dan jurnal ilmiah yang dapat digunakan sebagai rujukan akademis. Segala jenis penelitian dari era kolonial sampai pra kemerdekaan terutama di Indonesia bisa dilihat dan di unduh secara langsung dari website KITLV,” ujarnya lagi.

Sedangkan Dr. Nawiyanto, ketua panitia kegiatan dari Fakultas Sastra Universitas Jember, mengungkapkan bahwa Indonesia dan Belanda terikat secara masa lampau dan saling berbagi masa lalu. “Memang Indonesia dan Belanda seperti terikat oleh masa lampau dengan era kolonialisasi Belanda selama 365 tahun, namun kalangan akademis pun tidak memungkiri bahwa pada akhirnya Indonesia dan Belanda saling berbagi masa lalu, seperti data data ilmiah yang terlengkap ada di Leiden, Belanda. Saya kira tidak sedikit peneliti atau akdemisi yang sedang mempelajari Indonesia harus jauh datang ke Leiden hanya karena data yang paling komplit ada disana,” Ujar Nawiyanto yang mendapatkan gelar Doktoral di Australia National University ini.

Loko Uap Penarik Gerbong Tebu PG SemboroDr. Roger Tol sendiri mengungkapkan bahwa sejak tahun 1969 , KITLV medirikan kantor di Jakarta, yang bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). “Saat ini KITLV sedang melakukan sebuah pekerjaan besar dengan melakukan digitalisasi semua koleksi KITLV baik di Jakarta maupun di Leiden. Untuk sementara 200rb lebih foto tentang Indonesia di era kolonial sudah bisa diakses melalui web KITLV, sedangkan Jurnal KITLV “Bijdragen” yang artinya sumbangan juga sudah bisa di akses juga,” kata Roger.

Dr Robert Tol Direktur KITLV Jakarta Berkunjung Ke PG SemboroDengan adanya digitalisasi koleksi KITLV akan memacu perkembangan penelitian yang berkaitan dengan Indonesia saat ini. “Untuk meneliti tidak lagi perlu jauh datang ke Leiden, Belanda. Hanya dengan mengakses web KITLV maka data yang dibutuhkan untuk rujukan dan penelitian sudah bisa diakses secara langsung,” pungkas Dr. Roger Tol.

Sesuai rencana, Dr. Roger Tol esok harinya, Selasa, 9 April 2013, pukul 08.00 wib, akan memberikan kuliah umum dengan tema ”KITLV dan Pencarian Data Penelitian Sejarah Serta Sosio Humaniora” di Aula Fakultas Sastra Universitas Jember. Jadi memang sudah menjadi keharusan bahwa Indonesia dan Belanda akan selalu berbagi informasi dan masa lalu, baik itu pahit atau manis, bahkan sampai era modern seperti saat ini. (ias)

One thought on “Kunjungan KITLV Jakarta Berbagi Masa Lalu Dan Berbagi Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: