Lapter Tak Berfungsi, PTPN XII Rugi Rp 800 Juta

IMG00214-20130121-1413JEMBER (titik0km)DPRD Jember memanggil beberapa pihak terkait dalam kasus penanaman tebu di areal lapangan terbang Notohadinegoro seluas kurang lebih 26 hektare yang kini menjadi masalah.

Dalam dengar pendapat antara pihak PTPN XII dengan Komisi A DPRD Jember tersebut diketahui bahwa pihak PTPN XII mengakui menanam tebu di lahan yang menjadi obyek KSO dengan sengaja tanpa memberitahukan hal ini kepada pihak Pemkab Jember terlebih dahulu.

Manajer wilayah II PTPN XII Ir H.Irsan Rambe mengatakan, penanaman tebu yang dilakukan pihak PTPN XII sejak tahun 2010 tersebut berdasarkan kebijakan direksi PTPN XII  untuk mengelola lahan tersebut karena tidak menghasilkan bagi PTPN XII. Bahkan, dari laporan data yang disampaikan pihak PTPN XII menyebutkan, pihak PTPN XII menanggung kerugian hingga Rp 800 juta lebih akibat tidak adanya pemasukan dari KSO terkait operasional lapter.

Sebelumnya, pihak PTPN XII pernah mengirim surat kepada Bupati untuk merundingkan masalah KSO tersebut yang dianggap tidak menguntungkan. Namun hingga kini, bupati belum memberi keputusan akan hal tersebut.

“Kita menanam tebu tersebut untuk mengurangi kerugian kita setiap tahunnya akibat tidak beroperasinya Lapter. Bahkan, hingga tahun 2010, kerugian kita ditaksir hingga Rp 800 juta lebih. Dari dasar tersebut akhirnya kita melakukan penanaman tebu dengan luasan sekitar 26 hektare. Sebelumnya kita sudah berkali-kali mengirim surat kepada bupati untuk merundingkan masalah KSO. Namun belum ada titik temunya,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Pemkab Jember yang diwakili Asisten I, Sigit Akbari dalam pernyataannya di hadapan dewan dan PTPN XII menyatakan, pihaknya melalui dinas perhubungan pernah mengirim surat yang isinya bupati mempersilahkan pihak PTPN XII untuk mengelola lahan KSO tersebut, asalkan tidak merubah kondisinya sekarang dalam bentuk lapangan terbang.

Namun kenyataannya, lahan KSO digunakan untuk penanaman tebu. Hal inilah yang tidak pernah disetujui Pemkab Jember, sehingga bupati tidak menjawab surat yang dikirimkan pihak PTPN XII terkait masalah penanaman tebu yang dilakukan pihak PTPN XII.

“Bupati pernah membalas surat dari PTPN XII terkait permasalahan lahan KSO. Dalam suratnya bupati menyatakan pihak PTPN XII dipersilahkan untuk mengelola lahan KSO dalam bentuknya sekarang (lapter) bukan untuk masalah izin penanaman tebu,” ungkapnya.

Ketua Komisi A M.Jupriyadi menyayangkan perbuatan PTPN XII yang menanam tebu tanpa sepengetahuan Pemkab Jember. Menurutnya, jika ada perundingan antara keduanya, maka permasalahan ini tidak akan terjadi. Atau minimal, menurut Jupriyadi, jika pihak PTPN XII merasa dirugikan atas KSO tersebut, pihak PTPN XII seharusnya melakukan perundingan dengan pihak pemkab untuk meninjau ulang KSO antara keduanya, sehingga tidak terjadi permasalahan seperti ini. (ofa)

3 thoughts on “Lapter Tak Berfungsi, PTPN XII Rugi Rp 800 Juta

  1. belum berfungsi sdh kisruh,bupati dan dprd suka ngomong tok,cuma wacana,rencana,buktinya lapter masih mangkrak.

  2. butuh sosok yg cerdas,cepat dan tanggap dlm menangani pembangunan di jember,klo skrg terkesan lamban dan gak serius

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: