Latih Kemampuan Lewat Papan Catur

JEMBER (titik0km.com) – Siapa yang tak kenal dengan dr. Hj Faida MMR, yang kini mengelola dua rumah sakit ternama di wilayah Jawa Timur. Selain mengemban amanan sebagai direktur Rumah Sakit Bina Sehat, perempuan yang lahir di Malang, 19 September 1968 ini dipercaya sebagai chief executive officer (CEO) Rumah Sakit Al Huda Genteng Banyuwangi. Belum lagi harus mengelola BSTC (Bina Sehat Training Centre) dan pelatihan perawat yang akan diberangkatkan bekerja di luar negeri.

Bagaimana hal itu bisa dilakukan? Ternyata ketabahan menjalani amanah cukup berat ini tak lepas dari didikan dan gemblengan Musytahar Umar Thalib (Alm), Abah dr Faida.

Faida menyadari betul bahwa Abah-nya sangat kuta dalam hal filosofi. Sehingga, dia banyak belajar banyak dari Abah-nya tersebut . “Abah ini orangnya kuat dalam filosofi. Sejak kecil Abah telah melatih saya bermain dengan papan catur. Kalau kita lagi menghadapi masalah dan kita bingung untuk memutuskan, hendaknya memegang teguh tiga hal,” ujarnya.

Apa saja itu? Kalau merasa bingung apakah ini benar atau salah, ini mulia atau tidak, ukurannya cuma tiga. Baik, Benar, dan Betul. Kalau sudah baik, benar, dan  betul, maka jangan takut untuk melangkah. Kalau ada satu saja dari tiga unsur tersebut tidak terpenuhi, maka mundur dulu satu langkah

“Pasti ada sesuatu yang tidak benar. Semuanya harus dipastikan dulu, apakah sudah baik tujuannya, benar hukumnya, betul caranya. Meskipun baik tujuannya, baik hukumnya, tapi ndak benar caranya, jangan diteruskan. Tiga-tiganya tidak boleh ditawar-tawar lagi.”

Faida adalah anak ketiga dari empat bersaudara pasangan dr Musytahar Umar Thalib (alm) dan Widad Thalib. Menikah dengan drg. Abdul Rochim Mkes, MMR dan dikarunia dua putra, Abdul Malik Akmal dan Abdurrahman Akhtar.

Sepeninggal ayah, kakak, dan adik lelakinya, keluarga dokter itu kini tinggal beranggota tiga wanita. Yakni, sang ibu, Widad Thalib; sang kakak, Mustafida; dan dr. Faida.

Mustafida sudah punya kesibukan sendiri di Surabaya bersama keluarganya, sehingga hanya dr.Faida dan sang ibu yang harus mengelola sejumlah usaha keluarga di Jember dan Banyuwangi.

dr.Faida harus mengelola dua rumah sakit swasta cukup besar yang didirikan ayahnya dan tiga lembaga pendidikan yang sudah maju. Dua rumah sakit itu adalah RS Al Huda, Genteng, Banyuwangi, dan RS Bina Sehat, Jember. Sebelumnya, RS Al Huda dipimpin almarhum dr Asyhar, kakak Faida.

Selain mengurus dua RS, dr.Faida menjadi direktur BSTC (Bina Sehat Training Centre) Jember. Lembaga itu menangani peningkatan kualitas dan pendidikan para perawat yang hendak berangkat ke luar negeri, khususnya ke Arab Saudi dan Kuwait.

Setelah tamat dari SMAN 1 Jember, Faida melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya (lulus tahun 1994). Selanjutnya menempuh magister manajemen rumah sakit Pasca Sarjana Universitas Gajahmada (UGM), lulus terbaik dengan predikat cumlaude tahun 1998.

Mengawali jenjang karir dari bawah sebagai staf Rumah Sakit (RS) Al Huda Genteng, Banyuwangi. Sempat memegang posisi sebagai Wakil Kepala Bidang Yanmed, Kepala Bagian Farmasi, dan Wakil Direktur Medis  RS Al Huda, Genteng, Banyuwangi.

Sempat pula menjadi dokter PTT sebagai Kepala Puskesmas Tulungrejo, Glenmore, Banyuwangi dan Direktur Medis RS Al Huda, Genteng, Banyuwangi.

Kini, memegang dua posisi puncak dua rumah sakit swasta di dua kabupaten berbeda. Sebagai Chief Executive Officer (CEO) RS Al Huda, Genteng Banyuwangi dan Direktur RS Bina Sehat Jember. Sekaligus sebagai direktur Bina Sehat Training Centre (BSTC). (tnt)


7 thoughts on “Latih Kemampuan Lewat Papan Catur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: