Mendikbud Berikan Motivasi Guru Hadapi Kurikulum 2013

JEMBER (titik0km.com) – Suasana gayeng terpancar dari ruang pertemuan di lantai III Gedung Rektorat dr. R. Achmad Universitas Jember saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan motivasi bagi para guru dalam menghadapi pelaksanaan Kurikulum 2013 (25/8). Dengan gayanya yang santai namun tetap serius, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA atau yang lebih akrab disapa Pak Nuh mengharapkan para guru dan kepala sekolah yang hadir yang berasal dari Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo untuk tidak khawatir menghadapi pelaksanaan Kurikulum 2013.

“Para guru tidak perlu khawatir apalagi takut menghadapi pelaksanaan kurikulum 2013, karena sudah dipersiapkan dengan baik. Kurikulum 2013 ini bertujuan untuk menghasilkan anak didik yang kreatif,” urai Pak Nuh. Pria yang juga guru besar di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya ini kemudian menepis anggapan bahwa Kurikulum 2013 muncul secara tiba-tiba. “Kurikulum 2013 ini sudah mulai disusun sejak tahun 2009 sebagai amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 yang diperkuat dengan Inpres nomor 1 tahun 2010. Jadi sudah dipersiapkan bahkan saat saya belum menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” tuturnya.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini lantas memaparkan latar belakang adanya Kurikulum 2013 kepada para peserta kegiatan Sosialisasi Kurikulum 2013 yang diantaranya adalah para Kepala Dinas Pendidikan dari Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo. “Saat ini Indonesia ada dalam fase dimana kita memiliki penduduk berusia produktif yang besar yang disebut bonus demografi. Jadi, mari kita persiapkan anak-anak kita saat ini agar mampu berperan pada saat 2045 nanti, saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya,” kata Pak Nuh yang selalu menyelipkan guyonan dan kisah-kisah inspiratif dalam penjelasannya.

Pak Nuh kemudian menunjukkan beberapa perbedaan mendasar pada Kurikulum 2013. “Dalam pembuatan kurikulum terdahulu, penetapan mata pelajaran selalu didahulukan, akibatnya anak-anak dibebani banyak mata pelajaran. Kini dengan Kurikulum 2013 kita ganti paradigmanya, kita teliti dulu apa sih yang diperlukan oleh anak didik kita, baru dirumuskan  dalam mata pelajaran. Sehingga nanti tidak ada ceritanya anak SD kelas tiga mendapatkan materi mengenai lembaga-lembaga tinggi negara. Memang tidak salah, tapi untuk apa?”

Menteri asal Surabaya ini kemudian meminta para guru agar menanamkan rasa optimisme kepada anak didiknya agar pelaksanaan Kurikulum 2013 berjalan dengan baik. Kurikulum 2013 disusun untuk menumbuhkan daya kreatifitas anak didik dengan jalan aktif mengamati, bertanya, mencoba dan menggunakan daya nalar. “Jangan khawatir jika ada guru yang masih belum faham sepenuhnya akan Kurikulum 2013, nanti semua guru akan mendapatkan pelatihan mengenai Kurikulum 2013,” tambah Pak Nuh.

Sebelumnya dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Jember, Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD yang sekaligus memandu diskusi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Pak Nuh di Kampus Tegalboto. Pasalnya tidak semua daerah mendapatkan kesempatan dikunjungi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka sosialisasi Kurikulum 2013. “Jadi kita semua, terutama para guru di Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo sungguh beruntung mendapatkan penjelasan langsung mengenai Kurikulum 2013 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Rektor.

Kedatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sore itu di Kampus Tegalboto juga didampingi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Prof. Dr. A. Jazidie beserta staf khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Media, Ir. Sukemi. Selain dihadiri oleh para guru dan kepala sekolah beserta para kepala dinas, hadir pula para Dekan, dosen dari FKIP Universitas Jember dan peserta PLPG. Banyaknya peserta yang hadir membuat ruang pertemuan lantai III di Gedung Rektorat dr. R. Achmad tidak mampu menampung semua peserta sehingga banyak peserta yang terpaksa mengikuti acara di luar ruangan. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: