Mengenal Lebih Dekat Misil Anti Tank TNI AD

Oleh : Lettu Cpl Suryanto*

Anti-Tank Guided Missile atau biasa disingkat dengan ATGM, adalah peluru kendali yang dirancang untuk menghancurkan tank dan kendaraan tempur lapis baja sejenis. Ukuran ATGM bervariasi, mulai dari senjata yang ditembakkan dari bahu yang bisa dibawa satu prajurit, sampai dengan senjata yang lebih besar dan harus ditembakkan menggunakan tripod, bahkan sampai senjata yang terpasang dan ditembakkan dari kendaraan atau pesawat udara.

Saat ini, dengan diperkenalkannya ATGM lebih kecil serta mampu membawa hulu ledak yang lebih besar pada medan perang modern membuat pasukan infanteri memiliki kemampuan untuk menghancurkan tank tempur utama yang kuat dari jarak yang sangat jauh, dan biasanya pada tembakan pertama.

Senjata-senjata infanteri sebelumnya seperti senapan anti-tank, roket anti-tank, dan ranjau darat magnetik memiliki tidak cukup daya untuk menembus baja tank musuh atau dengan kata lain mengharuskan seorang prajurit untuk berada di dekat target atau tank musuh.

Anti Tank Guided Missile -ATGM

TNI AD berencana untuk memodernisasi alustista termasuk juga Anti-Tank Guided Missile untuk melengkapi persenjataannya. Salah satu jenis ATGM yang sedang dipesan adalah NLAW (Next Generation Light Antitank Weapon) buatan SAAB Bofors Dynamics, Swedia yang juga bekerjasama dengan Inggris.

ATGM ini memang sengaja dipilih oleh Indonesia karena praktis dan ringan, cocok untuk postur prajurit Asia/ Indonesia. ATGM NLAW juga cukup mudah dioperasikan seorang prajurit. Mengenai kemampuan senjata ini untuk menghancurkan berbagai jenis main battle tank modern, sebuah tank mampu dihancurkan hanya dengan sekali tembak. Berbobot 12,5 Kg, NLAW ini memiliki kemampuan: Predicted Line of Sight, Attack modes Selectable, Overfly Top Attack atau Direct Attack, juga melengkapi varian serangannya.

Namun kelemahan ATGM ini adalah jarak tembaknya yang cukup pendek, hanya berjarak sekitar 20 hingga 600 meter, namun pendeknya jarak tembak ATGM NLAW dianggap tidak masalah, terutama jika dikaitkan dengan kondisi geografis Indonesia yang relatif lebih banyak menyediakan tempat perlindungan, berupa bukit dan gunung serta hutan dan rawa.

atgm 1 atgm

Misil Anti Tank NLAW termasuk ATGM lightweight, yang lebih menekankan kepada aspek mobilitas operatornya. ATGM ini juga dirancang sedemikian rupa dan dianggap cocok untuk kondisi perang kota di mana ATGM NLAW bisa diluncurkan dari ruang-ruang tersembunyi dan sempit, seperti gang dan jalanan di kota, sampai pada semak atau hutan seperti di kondisi geografis Indonesia. (*)

*LETTU CPL SURYANTO adalah anggota KESATUAN PALDAM V BRAWIJAYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: