Menjadikan Kota Ramah Untuk Penyandang Disabilitas

JEMBER (titik0km.com) – Menjadi sebuah kota agar ramah terhadap penyandang cacat masih belum menjadi perhatian nyata pada kota dan kabupaten di Indonesia, apalagi membayang sebuah kota yang inklusif dan memiliki fasilitas yang mengakomodir kebutuhan para penyandang cacat memang membutuhkan payung hukum dari pemerintah kota atau pemerintah daerah itu sendiri.

Menurut Asrorul Mais, salah seorang penggiat organisasi Persatuan Penyandang Cacat (PERPENCA) Jember, kota Jember adalah kota yang berkembang seperti halnya kotakota besar yang lain, sehingga Kota Jember sendiri sudah layak untuk menerapkan kota inklusi bagi warganya yang menyandang cacat atau disabilitas. “Sampai saat ini memang sudah perhatian bagi para penyandangan cacat, seperti di pendidikan sudah ada 62 SD khusus untuk penyandang cacat, namun bagi yang ingin melanjutkan tidak bisa karena tidak ada SMP dan SMU untuk para penyandang cacat itu sendiri,” papar Asrorul Mais, yang mengeyam pendidikan di jurusan teknik elektro Universitas Jember dan juga penyandang cacat ini, saat ditemui titik0km.com pada kamis (31/10) di kantor Pemkab Jember.

PERPENCA dan beberapa organisasi penyandang cacat sendiri, berharap akan ada tindak lanjut tehadap terbentuknya payung hukum kepada para penyandang cacat terutama di kota Jember sendiri, “Sebenarnya kita sendiri tidak pernah bermasalah dengan kecacatan kita, namun karena kondisi dan anggapan masyarakat umum yang menganggap kita cacat sehingga akhirnya kondisi secara umum menganggap demikian,” kata Asrorul Mais lagi.

Merubah paradigma dari charity based menuju ke human right based memang tidaklah mudah, proses RUU penyandang cacat sampai saat ini masih digodok di DPR untuk mengantikan UU no 4 tahun 1997 yang dirasa tidak cukup menjamin hak, kebutuhan serta peningkatan martabat penyandang disabilitas. “Oleh karena itu kami bersama beberapa rekan-rekan penyadang disabilitas yang juga tergabung dalam beberapa organisasi mencoba untuk peringatan hari penyandang cacat internasional yang jatuh pada 3 Desember mendatang diperingati dengan cara yang berbeda, kami juga akan melakukan audiensi dengan Bupati Jember dan DPRD Kabupaten Jember untuk mendorong kota Jember menjadi kota inklusi dengan menerbitan perda tentang penyandang cacat,” ungkap Asrorul Mais.

“Implikasi payung hukum untuk penyandang cacat di Jember sendiri akan sangat positif tehadap perkembangan kota yang ramah bagi penyandang disabilitas itu sendiri, seperti akses pelayanan umum, akses untuk penyandang cacat di gedung yang bersifat publik, pendidikan, lapangan kerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan diri para penyandang cacat itu sendiri,” lanjur Asrorul Mais yang ditemui di halaman Pemkab Jember itu.

“Saya dan teman teman berharap Bupati Jember dan DPRD Jember juga aktif mendorong kota Jember untuk menjadi kota yang inklusif, juga memiliki program inklusi bagi para penyandang cacat, juga dukungan dari semua pihak, selain itu juga harapan kami pada peringatan hari internasional penyandang cacat pada tanggal 3 Desember nanti menjadi momentum yang tepat untuk mencanangkannya,” pungkas Asrorul Mais kepada titik0km.com. (asd)

IMG_20131031_102531

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: