Menjual & Membeli Konsep Bisnis

SwandonoOleh: Suwandono *)

JEMBER (titik0km.com) – Saya harus menyisihkan waktu untuk mempelajari seluk beluk bisnis bakery (roti), juga mulai belajar tentang bisnis salon kecantikan. Dua bidang bisnis yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan bisnis property saya.

Apakah saya akan menekuni bisnis roti dan salon kecantikan? Tidak. Saya berencana untuk menjual keahlian yang dimiliki kolega yang telah sukses membangun dan mengelola bisnis itu.

Ide itu muncul dari hasil obrolan ringan dengan seorang kolega yang telah mengelola bisnis bakery sejak tahun 1970 di kota Jember. Saya amat kagum dengan prestasi yang dicapainya dalam menjaga reputasi bisnis selama kurun waktu empat dasa warsa. Kekaguman itu memicu tanya dalam benak saya: Apakah prestasi hebat itu dapat ditiru oleh orang lain? Bagaimana caranya agar sukses bisnis keluarga itu dapat lebih bermanfaat bagi orang lain? Apakah menularkan rahasia bisnis akan menjadi bumerang bagi pemiliknya?

Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya ditemukan solusi cemerlang untuk menjawab  pertanyaan tersebut, yakni dengan cara menjual konsep bisnis. Dengan sistem jual beli konsep bisnis, akan tercipta kondisi win-win solution. Pihak pemilik keahlian (bisnis) bisa mendapatkan additional income dengan menjual ilmunya, pihak pembeli konsep memperoleh kemudahan dalam mewujudkan cita-cita berwirausaha.

  Gayung bersambut ketika saya menceritakan ide menjual konsep bisnis kepada seorang kolega yang memiliki bisnis salon kecantikan cukup sukses. Setelah memahami inti konsepnya, ia pun tertarik untuk turut menjual nama serta keahliannya memoles orang. Saya pun tersadar jika selama ini banyak orang yang memiliki keahlian dan success story dalam bisnis tetapi tidak menyadari jika keahlian dan kisah suksesnya itu merupakan asset berharga dan bisa dijual serta sangat bermanfaat bagi orang lain.

Selama ini, masih banyak pelaku bisnis sukses yang menerapkan teori kuno bahwa dapur perusahaan (sistem produksi/resep/manajemen/strategi pemasaran) harus dijaga kerahasiaannya jika tak ingin ditiru orang lain. Pemahaman itu dipengaruhi ketakutan munculnya pesaing baru dan kehilangan keunggulan komparatif.

langkah-bisnis-onlineSeiring kemajuan peradaban, pemahaman kuno itu terbukti tidak sepenuhnya tepat. Menjamurnya penjualan konsep bisnis yang populer dengan sebutan franchise atau waralaba dapat sebagai bukti. Inti dari menjual konsep bisnis/waralaba adalah menjual rahasia perusahaan. Logika sederhana yang dianut dalam kasus ini adalah “jika rahasia bisnis bisa dijual dan sangat menguntungkan, ngapain harus disimpan rapat-rapat?”

Di Amerika, sistem waralaba telah dikenal sejak tahun 1965, dipelopori oleh Raimond Albert Kroc serta dua bersaudara Dick & Mac McDonald. Saat ini gerai waralaba mereka telah berjumlah lebih dari 30.000 outlet yang tersebar di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia, pembaca yang sempat membeli makanan di gerai Mc Donald bisa diartikan telah menyetor sebagian uang ke kantong konglomerat Amerika itu.

Kisah Mc Donald dan banyak orang lainnya yang sukses menjual dapur perusahaan dapat menjadi pelajaran. Bahwa jika kita memiliki bisnis yang terbukti sukses/diterima pasar maka nama serta resep suksesnya dapat diubah menjadi produk yang bisa dijual dan sangat menguntungkan.

Apakah hanya bisnis skala menengah dan besar yang bisa dijual konsepnya? Tidak, bisnis kecil pun dapat melakukan hal yang sama. Apakah hanya bisnis dengan reputasi hebat dalam jangka panjang saja yang layak dijual konsepnya? Tidak, bisnis yang baru tumbuh pun dapat menjual konsepnya jika diyakini memiliki prospek bagus. Bidang bisnis apa saja yang bisa dijual konsepnya? Hampir semua bidang bisnis bisa dibuat skema kerja sama/penjualan konsepnya.

Sistem jual beli konsep bisnis/franchise/waralaba dapat menjadi solusi bagi banyak orang yang ingin berwirausaha tetapi tidak memiliki ide dan pengetahuan bisnis yang mumpuni. Bukankah banyak orang dengan kemampuan finansial cukup dan memiliki keinginan berwirausaha tetapi bingung mau berbisnis apa?

1906_FF_Ycombinator_DH_57859_YCombinator Studio 133678Apakah semudah itu? Ya, memang mudah (apa sih susahnya berwirausaha?…he.he.he). Cukup menyediakan sejumlah uang untuk membeli konsep/waralaba serta menyiapkan tempat usaha, maka segala sesuatunya akan diatur oleh pihak penjual konsep. Hanya saja bagi yang ingin menempuh langkah ini harus menimbang beberapa faktor penting sebelum memutuskan pembelian.

Pilihan bidang bisnis harus menjadi perhatian awal. Harus memperhatikan kemampuan diri serta menganalisis kondisi umum di daerah yang menjadi rencana membangun bisnis. Apakah obyek bisnisnya cocok? Bagaimana tingkat persaingannya? Bagaimana prospeknya? Dan lain sebagainya. Memilih bidang yang sesuai dengan minat dan hasrat tentu jauh lebih baik, harus dihindari memilih waralaba karena sekedar mengikuti trend semata.

Setelah memperoleh gambaran pilihan bidang bisnis, langkah selanjutnya lebih bersifat teknis. Berapa harga beli konsep bisnis/waralaba? Apa saja yang diperoleh? Bagaimana analisis keuangannya? Apa keuntungan dan kerugiannya? Reputasi bisnisnya bagaimana? Risiko terburuknya apa? Bagaimana mekanisme dan perjanjian kerjasamanya? Dan banyak hal lain yang harus mendapat perhatian serius.

Secara umum, ada dua macam sistem jual beli konsep bisnis/waralaba, jual beli putus/lepas dan jual beli terikat. Yang menjadi pembeda adalah dalam operasional bisnisnya. Pada sistem lepas, pihak pembeli konsep tidak tergantung/terikat pada pihak penjual konsep dalam menjalankan operasional bisnisnya, yang berarti pula tidak harus menyisihkan sebagian profit usaha untuk disetorkan pada pihak penjual konsep. Pada sistem terikat berlaku aturan sebaliknya.

Memulai-BisnisSistem manakah yang lebih baik? Sangat tergantung pada bidang bisnisnya. Apakah diperlukan modal kapital besar untuk bisa membeli konsep bisnis/waralaba? Tidak, saat ini banyak konsep bisnis sederhana yang ditawarkan dengan harga tak lebih dari sepuluh juta rupiah.

Keuntungan utama membeli konsep bisnis/waralaba adalah penghematan waktu dan energi untuk memperoleh pengetahuan bisnis serta persiapan teknis (produk, merek, sistem, jaringan pemasaran, dll), yang memungkinkan dibangunnya bisnis tanpa harus memulai segala sesuatunya dari nol dan melakukan tindakan trial and error. Faktor keamanan bisnis juga merupakan kelebihan dari sistem membeli konsep bisnis/waralaba ini.

Saya amat paham jika masih banyak hal yang harus diurai jika membahas sistem penjualan dan pembelian konsep bisnis/franchise/waralaba secara detail. Namun, tulisan singkat ini semoga dapat menumbuhkan ide/inspirasi positif bagi para pelaku bisnis yang ingin mengembangkan usaha dengan menjual “rahasia suksesnya” dan bagi calon-calon wirausahawan yang hingga saat ini masih belum berhasil menyingkirkan predikat “calon”-nya.  Semoga.

*) Suwandono, motivator dan penulis novel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: