Musik Patrol Jember Dalam Balutan Carnaval Tradisi

Carnaval Music Patrol UKM Kesenian Jember ini selalu ditunggu oleh masyarakat Jember dan selalu diadakan di waktu bulan RamadhanJEMBER (titik0km) – Alunan musik perkusi dari kayu dan bambu lamat lamat terdengar. Pasalnya sejak selesai umat muslim menjalankan ibadah Tarawih, puluhan kelompok musik patrol tengah bersiap di double way kampus Tegal Boto Universitas Jember. Acara Carnaval Music Patrol (CMP) XIII UKM Kesenian Universitas Jember yang digelar pada hari Sabtu (20/07) beberapa waktu yang lalu memang rutin digelar setiap tahunnya dan diikuti oleh puluhan kelompok musik patrol yang ada di Jember dan sekitarnya.

Menurut Ketua Panitia CMP XIII, Izmy Ayu Safitri yang juga anggota Bidang Musik UKM Kesenian UNEJ ini, parade kesenian tradisi ini digelar untuk mempertahankan tradisi musik patrol di Jember, dimana musik patrol yang dulunya mempunyai fungsi untuk membangunkan warga agar bersiap untuk sahur pada bulan ramadhan, ”Saat ini patrol sudah berkembang menjadi musik tradisi yang paling banyak dimainkan di Jember, sehingga diharapkan dengan CMP XIII ini akan dapat menjaga keberlangsungan musik patrol di tengah masyarakat Jember ini,” jelas Izmy.

Dewan Juri CMP XIII Prihatmo Mamock Koesmantoro Surabaya - Tri Kethir Sugiarto Jember - Barlean Abaus Bagus Universitas JemberCMP XIII ini di ikuti oleh 15 kelompok musik patrol yang ada di wilayah Jember sekitarnya, dan juga diadakan penilaian untuk kelompok patrol yang terbaik,” jelasnya lagi

Menariknya, 2 orang pemandu acara, Arda dan Sifaul yang juga anggota UKM Kesenian UNEJ ini membuka dan membawakan acara dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Madura dan Bahasa Indonesia. “Sengaja kami menggunakan 2 bahasa yaitu Madura dan Indonesia agar acara ini lebih diterima, apalagi di Jember memang banyak yang menggunakan bahasa Madura dalam kesehariaanya,” ujar Sifaul anggota Bidang Teater UKM Kesenian UNEJ yang berasal dari Probolinggo ini.

Acara CMP XIII ini dibuka oleh Pembantu Rektor III Universitas Jember, Prof. Dr. Ek. M. Saleh, SE. MSc, menjelaskan bahwa seni tradisi asli Jember harus tetap dijaga kelestariannya agar tetap memiliki peminat di tengah pilihan media dan jenis hiburan yang cukup banyak, terutama di Jember sendiri.

Carnaval Music Patrol XIII UKM Kesenian UNEJ dihadiri oleh PR III UNEJ Prof Dr M Ek Saleh SE MSc dan Kepala Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Jember Arief TjahyonoMenanggapi kesenian tradisi yang semakin tidak diminati ini, Kepala Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Jember yang juga hadir pada pembukaan acara CMP XIII UKM Kesenian UNEJ tersebut, Arief Tjahyono, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Pemkab Jember siap menfasilitasi jika Carnaval Musik Patrol digarap dengan serius, ”Musik Patrol sendiri memang sangat menarik untuk dijadikan tontonan, sehingga jika dipersiapkan lebih serius bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu agenda wisata di Jember ini,” kata Arief Tjahyono.

Rencananya pengumuman pemenang CMP XIII ini akan diumumkan Senin (21/07) malam ini di UKM Kesenian Universitas Jember.

Penari Gandrung Banyuwangi UKM Kesenian UnejCarnaval Tradisi Musik Patrol di CMP XIII ini memang tidak se fancy musik modern, bahkan ketika disandingkan dengan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang digelar Dynand Fariz setiap tahunnya, yang sudah menjadi trademark carnival fashion on Street dan mendunia. Namun jika ada alternatif yang lebih santun dan lebih berkesenian serta berbudaya dengan tidak menghilangkan semangat karnavalnya, Musik Patrol masih menjadi yang pilihan terbaik buat dikembangkan oleh Kota Jember sebagai icon keseniannya. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: