Ngobrol dan Cangkrukan Bareng Memorandum Sambil Belajar Tehnik Menulis

Jember, (titik0km.com) – Tehnik menulis dalam dunia Jurnalistik ada kode etik yang harus dipahami oleh wartawan, tidak semua wartawan memahami akan hal ini, terutama dalam penulisan berita kasuistik yang berhubungan dengan tindak pidana dan kriminalitas, sehingga banyak wartawan yang berurusan dengan hukum hanya karena ketidak tahuan dalam hal tehnik penulisan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Memorandum Jawa Pos Group H. Choirul Shodiq saat bertemu dengan sejumlah wartawan media cetak dan online Jember yang tergabung dalam Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember dalam acara Cangkruk dan Ngobrol bareng wartawan Jember yang mengambil tema ‘Tehnik Menulis Berita Kriminal dan Mengelola Media yang Benar’ pada Kamis (31/10/2019) di Cafe Tipis-Tipis yang ada di Jalan Danau Toba Jember.

“Banyak wartawan saat ini yang tidak memahami tehnik menulis berita yang benar, terutama wartawan media lokal, dan tidak sedikit yang tidak tau UU Pers yang baru, sehingga penulisan hasil Jurnalistiknya rawan dituntut oleh sumber berita,” ujar pria yang juga Tim Ombusdman Dewan Pers ini.

Contoh kecil yang saat ini belum banyak dipahami oleh wartawan maupun redaksi di media, adalah saat wartawannya menulis kasus Asusila maupun penulisan tindak pidana yang melibatkan anak dibawah umur, banyak dari media yang sangat vulgar dalam memampang foto korban maupun pelaku, padahal hal ini tidak diperbolehkan dan diatur dalam UU Pers.

“Dengan menampilkan foto korban maupun pelaku yang masih dibawah umur, redaksi harus jeli dengan tidak menampilkan foto secara vulgar di medianya, foto pelaku maupun korban wajib disamarkan, jika tidak, media maupun wartawannya bisa dituntut di Pengadilan,” beber Choirul Shodiq.

Selain membahas masalah tehnik penulisan berita kriminal, acara ngobrol bareng yang juga dihadiri oleh Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. La Ode M Nurdin, dan Kasubag Humas Polres Jember Ipda. Danu Prasetyo ini, juga membahas tentang menangkal berita hoaxs.

Dalam kesempatan tersebut, Ipda Danu Prasetyo juga mengajak Jurnalis di Jember untuk bersama-sama memerangi berita hoaxs, yang saat ini banyak beredar ditengah-tengah masyarakat di era digital ini.

“Alhamdulillah selama ini kerjasama media dengan jajaran Polres Jember sudah berjalan baik, terutama dalam menangkal berita yang tidak jelas sumbernya, terutama dalam pemberitaan yang mengambil sumber berita dari Kepolisian, di Kepolisian, untuk sumber berita sudah diatur dalam Perkap Kapolri, yang berhak memberikan keterangan pres kepada wartawan, adalah Humas, Kepala Satuan yang ditunjuk Kapolres dan Kapolres, selain itu pertanggung jawabannya ada pada pribadi dan tidak mewakili Institusi,” beber Perwira pertama di jajaran Polres Jember ini.

Sementara Komandan Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. La Ode M Nurdin, dalam kesempatan tersebut lebih banyak menyampaikan hubungan antara jajaran Forpimda di Jember dengan Insan Pers, dimana pers juga bagian dari penegakan pilar Demokrasi.

“Pers dalam hal ini Jurnalis sudah berjalan sesuai dengan fungsinya terutama di Jember, dan kami sangat mengapresiasi hubungan antar jurnalis di Jember dengan jajaran TNI maupun Polisi, sama-sama memiliki komitmen untuk mencerdaskan masyarakat,” pungkas mantan Komandan Yon 509 Raidaer Kostrad Jember ini. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: