Orang Tua Setujui Pemisahan Bayi Kembar Siam

Informed concent orang tua bayi untuk dipisahkanBANYUWANGI (titik0km.com) – Orang tua bayi kembar, Yuda Winarno, 22, dan Sika Jayati, 22, warga asal Dusun Krajan, RT 003/RW 001, Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, akhirnya menyetujui pemisahan bayi yang akan dilakukan oleh tim dokter Rumah Sakit (RS) dr Soetomo Surabaya. Kepastian ini didapat setelah tim dokter dari RS dr Soetomo datang ke RS Al Huda Genteng, Banyuwangi.

“Penandatangan persetujuan sudah dilakukan orang tua bayi,” ujar dr Indiati MMRS, Kabid Yanmed Al Huda, Genteng, Banyuwangi.

Indiati menjelaskan, hari ini (2/2/2013), ada penandatangan informed concent dilation dilakukan tindakan perawatan kembar siam sampai usia bayi siap dikirim ke RS dr Soetomo Surabaya. “Minimal  berat total bayi keduanya 10 kilogram,” ujarnya.

Penandatangan kedua adalah persetujuan dilakukan tindakan operasi pemisahan di RS dr Soetomo yang ditandatangani oleh orang tua bayi dan dr Karel selaku dokter yang merawat; dr Indiati MMRS, Kabid Yanmed Al Huda; dr Agus Harianto Spa(k), ketua tim bedah kembar siam; dan perwakilan media yakni dari Radar Banyuwangi (Jawa Pos Grup).

“Penandatangan persetujuan ini sebagai bentuk sinergi untuk membantu pasien antwra pihak RS Al Huda, tim kembar siam, Ikatan Dokter Anak Banyuwangi dan pers media cetak dan elektronik,” ujarnya.

Menariknya, tim dr RS dr Soetomo sempat menyatakan kesalutannya atas perawatan yang dilakukan RS Al Huda, Banyuwangi. Berdasarkan saran dari dr Agus Harianto Spa(k) selaku ketua tim bedah kembar siam, bayi prematur dimasukkan dalam kantong plastik untuk mencegah hipotermy dan perawatan ini langsung dipakai oleh perawat perinatologi. “Untuk liver yang jadi satu, tim RS dr Soetomo mempunyai pengalaman untuk pemisahan liver,” ujarnya. (tnt)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: