Panitia JOMC II 2013 Persiapkan Venue Untuk Laga Internasional

JEMBER (titik0km.com) – Panitia Jember Open Marching band (JOMC) semakin mempersiapkan lokasi untuk gelaran JOMC II 2013 yang rencananya akan berlangsung mulai tanggal 17 s/d 22 September 2013 di kota Jember. Salah satu yang menjadi perhatian panitia JOMC adalah GOR PKPSO Kaliwates Jember yang rencananya akan digunakan untuk kompetisi Colour Guard Contest, Marching Show Band dan Drum Battle mulai tanggal 20 s/d 22 September 2013.

Menurut Tri Basuki, Ketua Panitia JOMC II 2013 , hari Senin (16/09) seluruh panitia dan LO JOMC sejumlah 70 orang akan melakukan pengecekan dan pemantapan lokasi tempat berlangsungnya 3 materi lomba di JOMC II 2013 ini. “GOR PKPSO Kaliwates Jemebr akan kami persiapkan sehingga bisa sesuai dengan standar penyelenggaraan lomba internasional, perbaikan GOR PKPSO Kaliwates Jember sendiri telah berjalan mulai 2 minggu kemarin, mulai pembenahan lantai kayu tribun untuk penonton yang rusak kemudian perbaikan kamar mandi. Kami bisa memastikan untuk uji arena yang dilangsungkan Selasa (17/09) besok GOR PKPSO Jember sudah siap digunakan,” papar Tri Basuki.

Sedangkan persiapan lainnya meliputi pemasangan karpet untuk penampilan peserta dengan ukuran 20 x 30 m2, ditambah dengan layar latar penutup bagian belakang dengan ukuran tinggi 7 m x panjang 30 m. Juga Panitia JOMC II 2013 melakukan pemasangan lampu penerangan pada 8 titik di dalam GOR PKPSO Kaliwates Jember untuk memberikan kenyamanan peserta dan penonton. Sedangkan penerangan diluar Gedung GOR PKPSO Kaliwates Jember rencananya akan dipasang penerangan tenda dengan jumlah 30 titik, terutama untuk tenda peserta dan panitia.

Total peserta yang mengikuti kejuaraan International JOMC II 2013 berjumlah 25 peserta. “Untuk peserta terbagi menjadi 2 divisi yaitu divisi Dasar Nasional dan divisi Internasional,” jelas Tri Basuki

Peserta Dasar Nasional diikuti 7 peserta antara lain: MB. Saraswati Denpasar Bali, MB Pelangi Nada Jember, MB Gita Puspa Jember, MB Mahameru Jember, MB Panji Laras Jember, MB Muhammadiyah Jember, MB Mimma Darusalam Jember.

Sedangkan untuk Divisi International berjumlah 17 peserta antara lain: yaitu BatteryHeadz Malaysia, Bangkok Society Drum Line Thailand, MB Bhina Caraka Jakarta, MB Angkasa Pura Tangerang Banten, MB Locomotive Bandung, Cirebon Drum Corps, Drum Corps Arek Suroboyo Surabaya,  DC El-Faraby Lamongan, MB Jenggolo Sidoarjo, Top Drum Batu, MB Bhahana Swara Sangkakala Bawana Malang, Corps sSatria De’Corps Situbondo, MB Gita Irama Spasa Jember, MB Satya Wira Nada Jember, MB Pelita Bangsa Banyuwangi, serta MB Raudhotul Akbar Jember.

Dewan Juri untuk penilaian sendiri akan diemban oleh 13 Juri, 7 dari Indonesia dan 6 dari Negara Malaysia, Thailand, Jepang. Pada gelar International JOMC II 2013 kali ini juga hadir pula utusan dari Marching Band dari Afrika Selatan dan Kamboja yang sengaja hadir dalam sesi eksebisi sekaligus juga untuk mencoba arena JOMC II 2013, karena mereka berencana akan mengikuti kejuaraan JOMC III yang akan diselenggarakan pada tahun 2014 mendatang.

Gatot Harsono Ketua KONI Jember, yang didampingi Cecep Susatya Ketua PDBI Jember berharap dari kejuaraan International ini para atlet Jember khususnya dapat menimba ilmu dari tim luar negeri dan kota besar di Indonesia serta para juri International yang akan datang di Jember nanti. “Harapannya ke depan Jember tetap akan menjadi barometer marching band di Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya,” kata Gatot Harsono

Sedang Cecep Susatya juga memberikan semangat kepada semua peserta terutama marching ban dari Jember sendiri untuk semakin meningkatkan tehnik permainan maupun prestasi di ajang JOMC II kali ini. “Ini pengalaman yang berharga, karena kita bisa melihat aksi dari marching band luar negeri seperti dari Malaysia, Thailand, Afrika Selatan dan Kamboja,” kata Cecep.

Panitia JOMC II 2013 sendiri telah menyediakan peralatan yang berstandar internasional untuk mendukung penampilan seluruh peserta, “Panita bekerja sama dengan salah satu distributor peralatan dari Jakarta yang menyediakan peralatan kepada seluruh peserta mulai dari key bord atau pit instrument, percussion serta alat tiup, sebanyak 3 set peralatan marching band. Dengan demikian peserta tinggal bersaing dari sisi tehnik karena peralatan yang dipakai akan sama dengan standard yang sama, pungkas Tri Basuki kepada titik0km.com. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: