Paranoid Pungli, PGRI Jember ‘Sambat’ Kapolres

Jember (titik0km.com) – Pasca tertangkapnya OTT kepala sekolah SMK 8 Jember oleh tim satgas Saber Pungli beberapa waktu yang lalu, ternyata membuat beberapa kepala sekolah SMA dan SMK di Jember Paranoid terhadap pungutan, sehingga hal ini menjadi momok bagi guru-guru, dan dampaknya mereka merasa tidak nyaman karena dihantui rasa takut yang berlebihan.

Menyikapi hal ini, Jumat (7/4/2017) siang bertempat di rumah makan Sumber Nikmat Tegal Besar Jember, Pengurus PGRI, Komite dan kepala sekolah tingkat SMA/SMK mengundang kapolres Jember menyampaikan keluhan yang dikemas dalam acara silaturrahmi.

“Bapak-Bapak yang hadir disini tidak perlu takut dengan kejadian yang menimpa salah satu kepala sekolah SMK 8 Jember, pada prinsipnya, jika dunia pendidikan mengikuti aturan Pemendikbud nomor 75 tahun 2016, maka tidak perlu ada yang dikhawatirkan oleh bapak-bapak,” ujar Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo, SH, SIK saat memberikan pemaparan dihadapan seluruh kepala sekolah.

Kapolres juga menjelaskan, bahwa tertangkapnya kepala sekolah SMK 8 Jember karena adanya laporan dari salah satu wali murid yang mengadukan ke Mapolres, dalam pengaduannya, di SMK 8 ada pungutan uang UN sebesar 1 juta, jika tidak membayar, maka anaknya tidak bisa ikut ujian.

“Sedangkan yang terjadi di SMK 8, aturan tersebut diabaikan, padahal dalam permendikbud 75 tersebut jelas diatur, bahwa sekolah boleh meminta sumbangan ke wali murid atas persetujuan komite dan tidak mengikat, sedangkan disini ada paksaan, tidak hanya itu, dari hasil pemeriksaan, ada tanda tangan komite yang dilanggar oleh pihak sekolah,” beber Kapolres.

Sementara Ketua PGRI Cabang Jember Supriyono usai mendapat penjelasan dari Kapolres merasa plong dan puas dengan jawaban dari Kapolres Jember, “Saya puas dengan apa yang sudah dijelaskan bapak Kapolres, apa yang dikhawatirkan teman-teman guru terhadap pungli sudah tidak ada lagi, karena setelah ada teman kami yang tertangkap OTT, banyak yang merasa resah,” ujar Supriyono.

Hal senada juga disampaikan oleh kepala sekolah SMA Negeri 1 Jember Dra. Dora Indriyana, dirinya merasa tenang setelah mendapat penjelasan dari kapolres, sebab bagaimanapun juga, sejak terbentuknya tim satgas saber pungli dan ada rekan sejawatnya yang tertangkap OTT, pihaknya merasa khawatir dan sangat berhati-hati setiap menarik iuran kepada siswa.

Menurut Dora, apa yang dijelaskan Kapolres menjawab keresahan guru maupun sekolah selama ini, sehingga pihaknya bisa memberikan pendidikan dengan tenang, “Penjelasan Bapak Kapolres sudah jelas, dan sekolah bisa meminta sumbangan kepada wali murid sesuai kebutuhan sekolah yang disepakati bersama dengan komite, dan saran dari kapolres sangat masuk akal, terkait membuat rekening bersama antara pihak sekolah dan komite, sehingga tidak ada penyalah gunaan dana pendidikan,” ujar Dora. (aisy/mlj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: