Paspampres Asal Tanggul Misbahul Munir Memiliki Tekad Yang Kuat dan Disiplin Kunci Awal Keberhasilan

Jember (titik0km.com) – Berkarier selama lebih dari 15 tahun mengawal keamanan presiden, bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah pengabdian. Bisa dibilang senior, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi. Sudah 4 presiden dikawal, sejak Gus Dur, Megawati, SBY dan Jokowi. Tidak ada perlakuan khusus untuk masing-masing presiden, karena semuanya sudah ada standar baku pengawalan dan pengamanan. Meski demikian, pengabdian selama 15 tahun untuk harus berjauhan dengan keluarga, dan tidak ada kepastian waktu untuk berkunjung pulang, adalah dianggapnya sebagai sebuah dinamika yang ternyata bisa saling menguatkan diantara anggota keluarga.
Sersan Mayor Misbahul Munir, pria asal Tanggul Jember, yang memang putera daerah asli Jember ini nampak tidak setegang rekan-rekannya yang lain, tatkala protokol keprisedenan mulai mengatur segala hal yang berkaitan dengan kunjungan kerjanya di beberapa tempat di Jember beberapa waktu lalu. Meski nampak tenang, namun kesigapan pria lulusan SMA Negeri 1 Tanggul ini tidak usah diragukan lagi. Terbukti, saat orang nomor 1 di Indonesia hendak beranjak dari lokasi pertemuan menuju mobil, Serma Munir bersama rekan-rekan Paspampres yang lain dengan sigap mengamankan beberapa titik tertentu dengan cekatan. “Sebuah kebanggan luar biasa yang sebenarnya cukup sulit diungkapkan dengan kata-kata, ketika kita, para prajurit ini bisa memberikan pengabdiannya kepada Bapak Presiden, tapi bukan berarti pula, pengabdian rekan-rekan yang lain yang bertugas di lapangan, membela Negara, juga tidak ada artinya. Semuanya sama, kita mengabdi untuk bangsa dan Negara serta NKRI tercinta sampai ujung nyawa sekalipun,” ungkapnya mengawali perbincangan.
Pria paruh baya yang terlihat kalem dan biasanya dijadikan ‘jujugan’ keluh kesah rekan sejawat sesama Paspampres ini kemudian menceritakan bahwa sebelumnya dirinya tidak pernah berambisi untuk mengawal presiden dan lolos test Paspampres pada 2001 lalu. “Saya pastikan seluruh rekan-rekan yang ada Paspampres tidak jauh beda dengan saya, bahwa kita hanya ada satu niatan, yakni mengabdi kepada Negara, kemudian jalan dan karier kita yang berbeda-beda, dan saya pribadi sangat bersyukur bahwa Tuhan memberikan kesempatan untuk mengawal presiden. Apapun rintangannya, kita anggap sebagai sebuah dinamika yang harus dilalui dengan sepenuh hati, penuh keikhlasan dan segala potensi diri kita, akan kita kerahkan untuk hasil yang maksimal,” tambah pria lulusan SMP Negeri 1 Tanggul yang sebelumnya sempat aktif berdinas di Paskhas TNI Angkata Udara ini.
Soal penghargaan, menurutnya sejumlah bintang jasa dan sertifikat kelulusan pendidikan, hanyalah sebuah bentuk motivasi untuk lebih melecut semangat untuk terus menggali potensi diri untuk pengabdian. “Ini juga yang selalu dan berulang-ulang saya sampaikan kepada yunior-yunior dan generasi muda pada umumnya, bahwa apapun bentuk penghargaan yang telah kita raih, tidak akan memiliki arti apapun, jika tidak dilandasi oleh pengabdian yang dilakukan dengan iklhas terutama untuk kemajuan bangsa yang kita cintai ini, apapapun dan dimanapun kita berkarya, terlebih untuk pasukan pengamanan, yang memang harus memiliki standar yang cukup tinggi, baik jasmani ataupun rohani,” katanya. Tidak berlebihan, jika kemudian pengorbanan yang dilakukan, tidak lagi disebut sebagai pengorbanan, melainkan sebagai bagian dari pengabdian yang dijalani penuh dengan sukacita. “Jauh dari keluarga, bukan halangan kita untuk terus melakukan pengabdian, semua itu adalah bagian yang tidak terepisahkan, dan menurut saya banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari dinamika tersebut, sepeti tidak bisa memprediksi kapan bisa bertemu keluarga, karena memang jadwal pengamanan presiden yang cukup padat,” tambahnya.
Untuk itu, ia berpesan kepada seluruh generasi muda, khususnya di Jember, untuk selalu mengedepankan prestasi, mengerahkan segala potensi yang dimiliki dengan berlomba-lomba dalam kreatifitas, dengan mengesampingkan segala bentuk kekurangan yang masih ada. “Eman-eman Jember sekarang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, makanya generasi muda yang ada tinggal meneruskan, merawat, memelihara dan terus membangun,” pungkas Serma Misbahul Munir. (Bersambung/MJL)

Wawancara Eksklusif Dengan Paspampres Asal Jember (bagian 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: