Penyandang Cacat Desak Ada Perda Disabilitas

JEMBER (titik0km.com) – Tanggal 3 Desember telah ditetapkan oleh PBB sebagai Hari Penyandang Cacat Internasional. Hal ini coba diperingati dengan membangun kesadaran bahwa para penyandang cacat juga memiliki hak yang sama selayaknya orang normal, kondisi nampak pada acara Penandatanganan Piagam Komitmen Bersama Jember Menuju Kota Inklusi, yang digelar di Kampus II IKIP PGRI Jember pada hari Minggu (01/12) beberapa saat yang lalu.

Hal itu merupakan wujud kepedulian masyarakat internasional yang diberikan pada para penyandang disabilitas. Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan Ratifikasi Convention on the Right Person with Disabilities (CRPD). Ratifikasi itu kemudian melahirkan UU No 19 Tahun 2011 tentang pemenuhan hak-hak Penyandang Disabilitas.

Menurut Sari, Wakil Presidium Derma Insani, berdasar UU no 19, melalui organisasi pemuda Derma Insani yang sejak 2011 lalu telah aktif dalam melakukan pendampingan terhadap para disabelitas, “Kami juga aktif mendesak pemerintah daerah untuk segera membuat aturan daerah atau perda tentang perlindungan dan pemenuhan hak para disabelitas. seperti yang dituangkan dalam penandatanganan Piagam Komitmen Bersama Jember Menuju Kota Inklusi,” papar Sari.

“ini merupakan hal yang seharusnya kita lakukan, sudah saatnya pemerintah Jember memiliki aturan yang jelas terkait dengan pemenuhan dan perlindungan terhadap hak para disabelitas,” ungkap Sari lagi.

Penandatangan ini komitmen bersama merupakan langkah awal untuk kemudian segera mendesak lahirnya Perda tentang disabilitas. “Kami saja selaku pemuda peduli kepada mereka (disabilitas, red), masak pemerintah daerah mau acuh terhadap hak-hak mereka, kan aturan UU No 19 Tahun 2011 dari pusat sudah ada tinggal buat perdanya saja,” imbuh gadis belia berjilbab itu.

Jika mengacu pada amanah dan isi dari UU No. 19 tahun 2011, maka pemerintah harus mampu menciptakan kehidupan yang inklusif dalam setiap aspek kehidupan. Pemerintah juga memberikan akses kepada para disabelitas dalam pemenuhan hak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan sosial dalam rangka kemandirian, serta dalam keadaan darurat. “Termasuk dibidang pendidikan, lapangan kerja, kesehatan, dan semua aspek kehidupan yang mengakui persamaan hak dan penghormatan terhadap hak dan martabat setiap orang tanpa ada perbedaan atas dasar kecacatan,” papar Sari.

Dalam acara yang digelar ini mengundang sebanyak 73 organisasi sosial masyarakat dan beberapa instansi pemerintah terkait. Namun sayangnya tidak satupun pihak pemerintah daerah yang hadir. Dari semua undangan yang hadir Derma Insani menjadi satu-satunya organisasi pemuda yang ikut menandatangani piagam tersebut. (ias)

Karena banyak hak hak yang belum dipenuhi Penyandang Cacat Desak Ada Perda Disabilitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: