Perahu Pinisi Sulawesi Selatan dan Kuliner Indonesia di Beograd

SERBIA, BEOGRAD (titik0km.com) – Salah satu jenis kapal layar tradisional kebanggaan asal Indonesia, Kapal layar Pinisi, kembali turut memeriahkan pameran pariwisata Internasional yang ke-36 di Beograd, Serbia. Perahu Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan ini menempati stand khusus di gedung pameran Beograd, mulai 27 Februari hingga 2 Maret 2014.

Dubes RI untuk Serbia, Semuel Simon didampingi Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Esthy Reko Astuty dalam jumpa pers di kantor pusat Pekan Raya Beograd, Senin (24/2), menyatakan, bahwa partisipasi Indonesia sebagai mitra penyelenggara pameran pariwisata menandai peringatan 60 tahun hubungan diplomatik dan persahabatan antara Jakarta dan Beograd yang dimulai sejak 1954, seperti yang dikutip oleh Titik Nol Kilometer dari laman Setkab RI pada Rabu (26/2).

Ia juga menambahkan sebagai mitra dengan slogan “Wonderful Indonesia: The Worlds Heart of Wonders”, juga dihadiri delegasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri, Dr Sapta Nirwandar.

Sementara itu Dirjen Esthy Reko Astuty mengatakan, selama pameran sebanyak 11 industri perjalanan Indonesia menawarkan paket wisata ke berbagai destinasi menarik di Indonesia. Ke-11 industri perjalanan yang ikut mempromosikan Indonesia adalah Adventure Indonesia, AntaVaya Destination, Asvinia Travel Services, Bali Tourism Development Corporation, Bali Tropic Resort and Spa, Hotel Indonesia Natour, ICS Travel Group, Marintur Indonesia, Panorama Tours, Polow Indonesia Tour & Travel dan Tunas Indonesia Tours & Travel.

Selain itu delegasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ke Serbia termasuk wakil dari pemerintah daerah Sumatera Selatan, wilayah Musi Banyuasin, yang dipimpin Bupati Pahri Azhari.

Selama pameran kelompok kesenian dari Sumatera Selatan dan Jawa Tengah melakukan pertunjukan seni dan budaya di stan Indonesia di gedung 1 Pekan Raya Beograd selain itu juga ada kelompok kesenian dari pulau Jawa, Sumatera dan Bali. Pengunjung juga disuguhi peragaan teknik tenun tradisional Songket kain dari Sumatra, teknik melukis pada kain atau sutra, membatik, serta menikmati kopi tradisional Indonesia.

Juga Promosikan Kuliner Indonesia di Crowne Plaza Beograd

Bagi penggemar makanan Indonesia, Crowne Plaza Hotel mengadakan promosi kuliner tradisional Indonesia selama minggu dari 24 Februari hingga 2 Maret dengan menampilkan salah satu koki terkenal di Indonesia Vindex Valentino Tengker, kepala Chef, hotel Darmawangsa di Jakarta yang dikenal sebagai juri utama dalam acara kompetisi kuliner “Master Chef Indonesia. “

Selama promosi, masyarakat Serbia dapat menikmati 30 jenis masakan tradisional Indonesia yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya Sumatera yang dikenal dengan rendang dan dinyatakan sebagai hidangan paling lezat di dunia oleh stasiun televisi internasional CNN.

Rendang merupakan masakan dari daging sapi dimasak dalam santan selama beberapa jam dengan rempah-rempah seperti serai, daun salam, daun jeruk, galanga akar, kunyit, jahe, dan rempah-rempah aromatik lainnya.

Selain itu juga hidangan dari Jawa, Bali, Madura dan Sulawesi, seperti sate, nasi goreng, gado-gado, lumpia, soto ayam, urap, dan hidangan lainnya.

Dirjen Esthy Reko Astuty mengatakan, peran industri kreatif di Indonesia memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap perekonomian negara, yang dianggap sebagai salah satu pilar utama perekonomian.

Menurut Biro Statistik, pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia mencapai 5,76 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional adalah 5,74 persen pada tahun 2013. Menyerap 11,87 persen dari total jumlah karyawan di Indonesia berada di sektor industri kreatif dengan pertumbuhan sebesar 10 persen dibandingkan dengan 2012 yang telah membuka lebih dari 11 juta pekerjaan baru Indonesia. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: