Percepatan Penambahan Runway Juanda Tergantung pada Angkasa Pura

JEMBER (titik0km.com) – Bandara internasional Juanda merupakan bandara tersibuk kedua di Indonesia, kapasitasnya saat ini yang sudah ditingkatkan, tidak mampu menampung pengguna jasa angkutan udara. Karena itu Pemerintah Provinsi Jatim melalui Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur mengharapkan kepada PT Angkasa Pura I (Persero) agar mempercepat penambahan runway (landasan pacu) Bandara Internasional Juanda. Penambahan itu dilakukan selain menambah kapasitas juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas pesawat.

“Kini arus penerbangan di Juanda sudah mencapai titik kepadatan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, di Surabaya, Selasa (22/4) seperti yang di kutip dari laman resmi Pemprov Jatim pada hari yang sama.

Menurut dia, pada saat ini Juanda hanya memiliki satu landasan pacu untuk melayani dua kepentingan penerbangan baik militer maupun komersial. Akibatnya, pada jam sibuk jarak lalu-lintas antar pesawat mencapai 1 menit 20 detik. “Kalau dilihat dari sisi penumpang, idealnya satu landasan pacu dapat mengangkut 15 juta orang. Tapi, sekarang jumlah penumpang mencapai 17,6 juta penumpang,” ujarnya.

Bandara Internasional Juanda seperti yang dilansir oleh laman unik.ws, berdiri di atas tanah seluas 51.500 m ini, berdasarkan data Dewan Bandara Internasional pada 2011 melayani sekitar 13,77 juta penumpang tiap tahunnya.

Wahid Wahyudi juga menjelaskan kapasitas gedung terminal 1 dan terminal 2 mencapai 12,5 juta penumpang. Namun, jumlah penumpang sudah melebihi kapasitas. Dengan demikian, dari sisi standar kelayakan internasional, Bandara Internasional Juanda sudah tidak memenuhi standar pelayanan internasional. “Untuk itu, Gubernur Jatim Soekarwo meminta AP I untuk segera menambah runway,” tandasnya.

Permintaan Pemprov Jatim tersebut, tambah dia, memperoleh sambutan baik dari Kementerian Perhubungan dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero). Bahkan, pihak AP I siap menambah dua runway baru beserta gedung terminal. ”Contoh runway 2 dengan gedung terminal 3 dan runway 3 dengan gedung terminal 4. Pada masa mendatang, pembangunan runway 2 dan gedung terminal 3 serta runway 3 dan gedung terminal 4 akan membutuhkan lahan masing-masing sekitar 500 hektare,” katanya.

Akan tetapi, sebut dia, luas lahan runway 1 dan terminal 1 serta terminal 2 saat ini mencapai 700 hektare. Walau begitu, ke depan Bandara Internasional Juanda tidak hanya berfungsi sebagai lapangan terbang melainkan dibangun pusat perbelanjaan.

“Pada tahap awal akan dibangun seluas 1.100 hektare dan tahap kedua seluas 1.200 hektar sehingga total lahan yang diperlukan untuk membangun Juanda Airport City mencapai 4 ribu hektare,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, mengenai pembangunan runway 2 dan gedung terminal 3, diprediksi menelan investasi sebesar Rp 8 triliun. Pihaknya berharap bisa terealisasi mulai tahun depan dan mulai beroperasi pada tahun 2018. ”Posisi runway 2 akan sejajar dengan runway yang sudah ada dengan panjang sekitar 3.000 hingga 3.500 meter,” paparnya. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: