Pesta Wirausaha Songsong Era Indonesia Emas

imagesOleh: Agus Susanto

Memasuki hari kedua pesta wirausaha yang bertajuk “menyongsong era Indonesia Emas” semakin menunjukkan kelas dari pesta wirausaha yang diprakarsai TDA Community ini. Pembicara-pembicara kelas nasional maupun internasional menepati jadwal yang telah disepakati anitia pesta wirausaha ini.

Sesi pertama di hall utama digebrak bapak Yuswohadi dengan paparan konsumer 3000-nya. Dengan gamblang dijelaskan bahwa perubahan perilaku dari konsumen abad ini patut dicermati dan di antisipasi oleh para entrepreneur yang hadir di acara pesta wirausaha ini. Karena konsumen kelas ini adalah konsumen middle class yang sedang naik daun dan mempunyai penghasilan yang luar biasa.

Konsumen kelas ini mempunyai power buy atau kemampuan membeli yang luar biasa pula. Karena pendapatan konsumen ini sudah melampaui basic needs atau kemampuan dasar. Dan memasuki kebutuhan yang lebih dari sekedar makan dan minum saja. Saatnya kita yang menyebut diri entrepreneur harus bisa jeli dan mengambil peluang-peluang bisnis yang ada di konsumen 3000 ini.

Sandiaga Uno meskipun datang sangat terlambat, tapi dengan kharisma yang kuat dari beliau, paparan demi paparan yang meskipun sederhana untuk sekelas pesta wirausaha, tetap saja menghipnotis para peserta seminar pesta wirausaha ini. Sandiaga Uno memimpikan suatu saat ada brand lokal Indonesia yang bisa mendunia. Beliau sedih di kala masuk ke bandara yang tampak hanyalah brand-brand impor yang merajai produk di dalam negeri Indonesia ini.

Ayo anak-anak bangsa ini buat brand yang nantinya dipasang di bandara-bandara internasional. Bayangkan ada brand nasi gudeg dari Jogya terpampang di bandara Franfurt am main. Di bandara Schiphol Belanda terpampang batik Solo dan lain sebagainya. Paparan yang membakar semangat ke Indonesian kita semua.

Heppy Trenggono menceritakan masa-masa keterpurukannya terlilit hutang 62 miliar. Tapi tak membuat Heppy semakin pelit, malah Heppy membuat program berderma kepada sesama.

Suatu keputusan yang dilakukan bukan pada masa emasnya melainkan dilakukan pada masa gelapnya. Dan luar biasa hasil yang telah dilakukannya itu. Bukannya semakin habis-habisan tapi semakin membuat Heppy bisa melunasi hutang-hutangnya. Juga disampaikan kepada peserta seminar untuk mendukung gerakan “beli Indonesia”. Ada tiga komitmen dari gerakan beli Indonesia yaitu pertama membeli produk Indonesia, bukan karena lebih baik,bukan karena lebih murah, tetapi karena milik bangsa sendiri.

Kedua membela bangsa Indonesia. Membela martabat bangsa, membela kejayaan bangsa. Dan ketiga, menghidupkan semangat persaudaraan. Aku ada untuk kamu, kamu ada untuk aku, kita ada untuk saling tolong menolong.

Prof Rhenald khasali juga tak mau kalah di dalam penyampaian makalahnya. Beliau banyak menyampaikan kesalahan apa yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia yang seharusnya bisa membuat pendidikan di Indonesia semakin maju. Malah yang terjadi sebaliknya. Kesalahkaprahan dalam pendidikan anak mulai usia dini juga disampaikan, sehingga tidak lagi diulang untuk generasi emas Indonesia.

Denny Santoso, Muhammad Najikh, Odi Anindito, Maskur Aulia, Johny Rusli, Rosita Yuwanasari, Riyeke, dan Bang Jay turut juga memeriahkan ajang pesta wirausaha ini. Tinggal satu hari hari penutupan pesta wirausaha ini,dengan harapan yang tinggi, mencetak kader-kader pemuda bangsa Indonesia menuju generasi emas.(*)

*Agus Susanto adalah Ketua Ikatan Pengusaha Jember (IPJ)

 Slide-Speakers-30Nov2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: