Pilpres 2014 Pemilu Damai Negara Berdaulat

SURABAYA (titik0km.com) – Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 ini, merupakan puncak Pesta Demokrasi bagi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia menghadapi peristiwa penting yang akan tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa dengan melaksanakan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden secara langsung.

Dalam rangka mendukung tugas pengamanan Pilpres tanggal 9 Juli 2014 jajaran Korem 081/DSJ menyiagakan 2 SST ditambah 1 SST satuan tempur dimasing-masing Kodim kecuali Kodim Blitar dan Madiun disagakan 2 SST dari satuan tempur yang setiap saat, siap untuk memberikan bantuan kepada Polri apabila dibutuhkan. Pada kesempatan apel siaga hari Rabu tanggal 9 Juli 2014 Komandan Korem 081/DSJ menyampaikan kepada seluruh Prajurit Korem agar tetap waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi meskipun sampai saat ini kondisi diwilayah Korem 081/DSJ masih Kondusif berdasarkan pantauan secara langsung oleh Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Czi M. Reza Utama bersama rombongan Forpinda Kota/Kabupaten Madiun berkeliling di wilayah madiun dari malam hingga dini hari tadi. Dalam kegiatan tersebut Komandan Korem didampingi Kepala Staf Korem dan Kasi Intel.

Pada tempat yang berbeda, di Surabaya, Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Arh Nisan Setadi SE. juga mengadakan pemantauan situasi keliling di Wilayah Jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya pada pelaksanaan Pemilu Pilpres dan Wapres RI, Rabu 9 Juli 2014 tersebut.

Untuk pengamanan Wilayah, Danrem 084/Bhaskara Jaya mengerahkan pasukan pengamanan Insert sebanyak 285 orang yang terdiri dari 2 SSK Yonif 516/CY dan 1 SSK Yon Arhanudse – 8. Pelibatan pasukan tersebut tersebar di Wilayah Kodim Jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya. Sedangkan pasukan siap sedia di Hombase sebanyak 190 orang terdiri dari Yonif 516/CY dan Yon Arhanudse – 8. Jadi total Kekuatan pasukan pengamanan dalam rangka Pemilu Pilpres dan Wapres RI yang di kerahkan oleh Korem 084/Bhaskara Jaya sebanyak 475 orang.

Hal ini juga terkait dengan amanat Pangdam V Brawijaya bahwa dalam setiap pelaksanaan tugas, kunci utama keberhasilannya adalah memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Keberadaan TNI dalam membantu tugas pengamanan Pilpres adalah di bawah kendali Polri, TNI tidak terlibat langsung, TNI tidak diberi sektor, dan TNI bersifat penebalan. Bila disuatu daerah ada konflik / kerusuhan massa dan tak ada Polri, maka TNI harus segera turun tangan dan bertindak cepat untuk mengamankan wilayah tersebut. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: