Potensi Budidaya Ikan Patin di Jember Masih Terbuka Lebar

JEMBER (titik0km.com)Kabupaten Jember, selain dikenal sebagai kawasan lumbung pangan Jawa Timur, karena luasnya lahan pertanian, serta tingginya produktifitas tanaman padi, ternyata juga memiliki potensi budidaya perikanan darat.

Potensi perikanan Kabupaten Jember yang cukup besar, baik perikanan laut maupun perikanan darat juga didukung dengan geografis yang sesuai. Salah satu potensi perikanan darat yang sedang tumbuh di Jember adalah budidaya ikan Patin.

“Potensi ikan patin di Jember masih sangat besar, karena ikan patin bisa dibudidayakan dengan kepadatan yang cukup tinggi,” kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disperikel) Kabupaten Jember Mahfud Affandi, kepada wartawan, Rabu (14/5).

Menurutnya, budidaya ikan patin sangat ekonomis. Pasalnya ikan patin bisa dibudidayakan dalam kepadatan yang tinggi, yakni sekitar 10 kg ikan dalam satu meter kubik air. Sehingga budidaya ikan patin tidak membutuhkan kolam yang luas.

Selain itu, pangsa pasar ikan patin di Indonesia masih terbuka lebar. Hal itu dikarenakan Pemerintah pusat telah membuat kebijakan untuk membatasi impor ikan Patin. “Selama ini kebutuhan ikan patin Indonesia banyak didatangkan dari Vietnam. Dengan adanya pembatasan impor ini, maka pangsa pasar ikan patin domestik terbuka lebar,” papar Mahfud.

Menurut Mahfud, budidaya ikan patin merupakan salah satu budidaya ikan yang sangat ekonomis. Karena budidaya ikan patin bisa mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Berdasar pengamatan di salah satu lokasi budidaya ikan patin milik petani,  dari 3.000 ekor bibit ikan yang dibudidayakan selama 250 hari mampu memberikan keuntungan sekitar Rp24,9 juta.  Sedangkan, rasio kematian ikan selama budidaya ikan patin mencapai sekitar 16 persen.

Dalam kesempatan itu Mahfud mengatakan bahwa budidaya ikan patin merupakan tergolong komoditas yang masih baru di Jember. Meski tergolong budidaya ikan yang baru di Jember, namun saat ini telah terdapat sekitar 60 kelompok petani ikan di kecamatan Kencong dan Gumukmas.

Untuk meningkatkan dan memasyarakatkan budidaya ikan patin di Jember, Diperikel Jember terus melakukan pendampingan dan bimbingan teknis terhadap kelompok-kelompok petani budidaya ikan patin itu. “Kelompok-kelompok petani ikan itu membentuk forum, dan kami ikut serta dalam berbagai pembahasan di forum itu, baik untuk menyelesaikan kendala teknis maupun organisasi,” kata Mahfud.

Menjawab pertanyaan terkait pemenuhan kebutuhan bibit ikan patin, Mahfud mengatakan bahwa Disperikel Jember belum bisa memenuhi kebutuhan bibit ikan patin. Disperikel masih melakukan uji coba pembenihan ikan patin. “Untuk sementara kebutuhan bibit ikan patin kami datangkan dari Jawa Barat,” katanya. (asd)

Potensi Budidaya Ikan Patin di Jember Masih Terbuka Lebar Dinas Peternakan Prikanan dan Kelautan dukung penuh pengembangan Budidaya Ikan patin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: